Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Ali sang Asisten


__ADS_3

Arya sedang menunggu Ali di ruang kerjanya,setelah mendapat telpon dari Ali. Ali bergegas mendatangi kediaman Sadewo.


"Apa yang kamu dapat Ali?"


Ali menyimpan sebuah map coklat di atas meja kerja Arya.


"Saya mendapat itu dari Leo yang tidak sengaja melihat Aluna sedang berbelanja dengan seorang pria di Singapura,sejak hari itu saya meminta Leo untuk mengikuti kemana Aluna dan Roy pergi"Leo adalah putra pertama dari Ali yang tengah menempuh pendidikan S2 nya di Singapura.


Ali mempunyai dua anak satu Laki laki dan satu perempuan,Anak pertama Ali Leo adalah sahabat Adam sedari kecil,dan anak perempuan Ali masih duduk di bangku SMA.


Arya melihat foto foto tersebut "Bukannya Aluna ada disini,terakhir kamu memberi laporan bahwa Adam membawa Aluna ke kantor bukan?"


"Benar Pak, bahkan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa itu memang dia."


"Jadi maksud kamu..."Ali mengangguk.


"Ada kemungkinan mereka mirip atau memang kembar Pak,karna tak mungkin orang yang sama ada di dua tempat yang berbeda sekaligus,dan kabar dari Leo mengatakan bahwa Aluna yang satu lagi masih belum Chekout dari hotel tempatnya menginap di Singapura."

__ADS_1


"Baiklah pantau terus Aluna yang ada di Singapura sana, dan kamu juga harus mencari tahu siapa sebenarnya Aluna yang ada disini,jika mereka dua orang yang berbeda,berani sekali mereka mempermainkan anakku" Geram Arya.


"Baik pak," Ali mengangguk lalu keluar dari ruang kerja Arya.


"Loh Mas Ali sudah selesai" Karina datang dari arah dapur membawa dua cangkir kopi untuk Ali dan suaminya Arya.


"Sudah nyonya,saya permisi" Ali mengangguk hormat dan berjalan melewati Karina.


"Ish...Kenapa para Lelaki di rumah ini pada kaku semua sih,gak Adam gak Bapaknya eh Mas Ali juga sama kaya kanebo kering"


"Kamu lagi ngedumel sama siapa sayang,,phuuh"Arya meniup telinga Karina dari belakang.seketika bulu roma Karina merinding,dan memutar menghadap sang suami yang masih berdiri di belakangnya.


"Aku heran Mas sama kalian kalo ngomong tuh kaku banget,bahasanya formal,gak bisa apa luwes dikit biar gak monoton gitu,apalagi Mas Ali dari dulu sampai sekarang cara ngomongnya kaya gitu gak bosen apa"Karina masih menggerutu dan berbalik ke arah dapur kopi buatannya akan berakhir di pencucian piring,karna tamunya sudah pergi.


Arya menyusul dari belakang"Itu cuma bentuk kedisiplinan dia saja karna dia tidak mau di anggap melunjak sama bosnya" Arya memeluk Karin dari belakang.


"Tapi gak gitu juga kali, tiap ditanya 'Baik Pak,Baik Nyonya' dia itu udah kerja sama kamu tuh lebih dari umurnya Adam,masa gak bisa nganggep kita kayak Keluarga aja gitu"

__ADS_1


"Aku tuh berasa ngomong sama robot,sama aja kaya kamu KAKU,untung Adam masih menuruni setengah dari sipat Aku yang Ramah dan menyenangkan ini,kalo sampai kayak kamu atau Mas Ali..."


"Sayang kamu kayaknya mesti aku hukum deh" Arya mengigit kecil telinga Karina.


"Loh kok.."


"Kamu dari tadi ngomongin Si Ali buat aku cemburu saja,kamu tahu bukan, aku paling gak suka kamu menyebut nama laki laki lain lebih dari dua kali,Ayo berbalik sini biar ku cium" Karin mencubit tangan Arya gemas.


"Ya ampun dasar tua tua keladi,gak inget apa sama umur,ngomong gak tau tempat,sana jangan peluk peluk" Karin mendorong Arya dan melipir ke arah kamar mereka di lantai dua.


Arya terkekeh melihat tingkah istrinya sambil berteriak.."SAYANG AKU MASIH KUAT LOH BIKIN ADIK BUAT ADAM."


"DASAR AKI-AKI GAK TAU MALUUU"


Dan Arya pun tergelak.


Para pelayan yang menyaksikan pun saling lirik sambil mesem mesem,melihat kelakuan Tuan dan nyonya mereka.

__ADS_1


__ADS_2