Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Ketakutan


__ADS_3

Ane mengantar Azka pulang setelah dari Rumah sakit,dalam hati Ane merasa lega hampir saja tadi Adam bertanya lebih,meski mungkin Adam sudah curiga sekarang, namun setengah hati Ane berharap Adam bisa menemukan siapa Mommy dari Azka ,meski tak tau apa reaksi dari Adam nanti, tapi Ane berharap agar Sahabat sekaligus tetangganya bisa mendapat kebahagian.


"Loh kok Azka tidur" Ane langsung membaw Azka ke kamarnya dan menidurkannya "Maaf loh udah ngerepotin" mereka keluar kamar Lalu duduk di ruang tamu,Alyla membawakan dua cangkir teh untuk mereka berdua.


"Gak apa kok Ris lagian sekalian aku juga minta maaf sama dia"


"Makasih ya An"


"Hu um,, ngomong ngomong mau sampai kapan kamu nyembunyiin ini dari Azka? maaf loh Ris bukannya Aku mau ikut campur,tapi bentar lagi Azka mau ke TK dan berbaur sama lebih banyak orang dan setiap anggapan orang itu berbeda,, Azka berhak tau kalau dia masih punya Ayah"


"Aku gak tau An aku gak siap dan mungkin gak akan siap,aku udah mencoba untuk ikhlas tapi susah banget aku terlalu takut untuk hal hal buruk yang mungkin akan terjadi nanti,"


"Apa?"


"Entahlah aku gak tau mungkin dia bakalan ngambil Azka dari Aku,"


"Atau mungkin dia akan memberi masa depan yang bagus untuk kamu dan Azka,menikahi kamu mungkin?"

__ADS_1


"Atau mungkin dia akan menganggapku sebagai Aluna"Alyla menyela, "Karna yang dia tau dia melakukan itu sama Aluna bukan sama aku,aku gak mau dia menerima kami karna terpaksa dan hanya karna bentuk tanggung jawabnya saja"


"Tapi seenggaknya dia mau tanggung jawabkan Ris!!"


Alyla menggeleng "Gak semudah itu An terlalu sakit saat mengingat dia hanya mendesahkan nama Aluna-" Alyla merasa tenggorokannya tercekat "Dan aku gak mau itu terjadi seumur hidupku,menjadi bayangan yang tak di anggap itu menyakitkan"


"Itu gak akan terjadi kalau dia tau kebenarannya Ris mungkin dia bisa mencintai kamu melebihi cintanya pada Aluna"


"Itu gak akan terjadi An aku tau sebesar apa cinta dia buat Aluna"


"Kamu mendahului kehendak Allah Ris" Lalu Ane beranjak dari duduk nya "Pikirin itu baik baik Ris aku pamit pulang dulu,mungkin mas Doni sama Aira udah pulang" Ane mengusap pundak sahabatnya tersebut "Assalamualaikum" pamitnya.


_________________


"Leo aku butuh bantuanmu"


"Wow,, kau baik baik saja Pak,maaf aku belum bisa menjengukmu pekerjaan yang kau tinggalkan cukup banyak"

__ADS_1


"Aku tak peduli kemari sekarang juga" Adam sudah mondar mandir.


"Apa..!!"


"Kemari sekarang juga atau kupecat kau!!"Adam mematikan telponnya sebelum mendapat jawaban dari Leo.


Disebrang sana Leo yang sedang sibuk mengacak rambutnya frustasi "Aaaaa dasar kau" pekerjaan di mejanya masih banyak dan sekarang dia harus ke Lembang atas perintah bos besarnya tersebut. "Kenapa dia tidak pulang saja,malah masih mau melanjutkan liburannya,tidak kapok apa sudah kecelakaan,dan sekarang malah merepotkanku lagi"kalau bukan karna Adan mengajinya sangat besar mungkin Leo akan mengundurkan diri karna banyaknya pekerjaan yang Adam berikan.


Adam mondar mandir tidak karuan banyak pertanyaan dalam dirinya,Apa mungkin yang kemarin di lihatnya nyata? bukan mimpi dan apakah yang di maksud anak itu tadi? kalau benar apakah Anak itu adalah..?? Ah Adam tidak mampu membayangkan jika itu benar adanya,Apa yang harus Adam lakukan, , "Dam ayo Mamamu sudah nunggu di mobil" Arya menghampiri Adam,Karina memilih menunggu di mobil sambil menenangkan hatinya.


"Papa sama Mama pulang aja disini biar Adam yang urus" Mereka sudah sampai di Vila,terdengar suara gaduh dari para tukang yang sedang bekerja.


"Kamu yakin dam kepala kamu masih sakit gak? mama gak bisa ninggalin kamu disini kalau lagi sakit begini,ikut pulang aja gimana"


"Gak apa Mah,Adam udah gak apa apa lagian cuma sedikit pusing biasa kok" dahi Adam masih di perban namun keadaannya sudah membaik.


"Sudah Mah biar adam di sini lagian ada Mang Ujang dan bi Lastri yang jagain dia disini" Kata Arya. "Ya sudah Dam kita pulang setelah Mamamu istirahat dulu" dan di jawab anggukan oleh Adam.

__ADS_1


"Adam mau istirahat dulu Ma" Adam pun menaiki tangga menuju kamarnya dilantai Dua.


__ADS_2