
"Daddy cepetan nanti Akka terlambat" Azka begitu bersemangat,hari ini adalah hari pertamanya sekolah.Adam memasukan Azka ke sebuah taman kanak kanak, tentu saja setelah menyeleksi lebih dulu sekolah yang terbaik menurutnya.
"Iya.. semangat banget yang mau sekolah" Adam barusaja turun namun masih menenteng dasi di tangan kanannya "Mom pakein dulu" Adam menyodorkan dasinya pada Alyla.
Alyla tengah menyiapkan piring untuk sarapan pun segera menghampiri Adam lalu memasangkan dasi tersebut keleher Adam,seperti biasa Adam akan mengampit pinggang Alyla ketika Alyla tengah pokus pada dasinya. Adam juga akan memandang wajah sang istri,sesekali Adam menggoda sambil meremas bokong Alyla "Jangan macem macem Dad depan Azka"
"Azka kan gak lihat," Adam menyeringai melirik ke arah Azka yang sama sekali tak melihat ke arah mereka " Jadi mau lagi" bisiknya.
"Udah ah.." Alyla selesai merapikan dasi Adam berniat untuk melanjutkan pekerjaanya menyiapkan sarapan. makin lama suaminya makin mesum tak pernah puas meski melakukannya berkali kali dan sekarang dia bilang mau lagi.
"Besok mulai ada bibi sama supir buat jemput kalian dari sekolah"
"Iya,udah lepas dulu mesum banget sih pegang pegang terus"
"Mesum sama istri ibadah sayang" Adam mencium pipi Alyla lalu melepaskan rangkulannya kemudian duduk di sebelah Azka. "Makan yang banyak biar pinter di sekolahnya"
"Oke Dad"
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Adam mengantar Azka ke sekolah,tentu saja dengan Alyla "Nanti pulang aku gak bisa jemput soalnya ada rapat"
"Iya gak apa kita naik taksi aja,Azka salim dulu sama Daddy "
"Assalamualaikum dad"
"Waalaikumsalam,belajar yang pinter ya" Adam mengusak rambut Azka.
"Assalamualaikum mas" Giliran Alyla yang berpamitan lalu mencium tangan Adam.
"Waalaikumsalam" namun Adam tak melepas tangannya.
Alyla membelalakan matanya, setelah Adam melepas ciumannya pipi Alyla terasa panas,beruntung mereka masih di dalam mobil hingga tak di sadari oleh orang lain. "Mas ih.. gak tau tempat banget deh" dengan pipi yang merah,Alyla keluar terburu buru menyusul Azka yang sudah menunggu di depan gerbang.
Adam tergelak melihat Alyla yang salah tingkah, Adam menikmati saat saat dirinya menggoda Alyla, melihat pipi itu merona, senyum malu malu dan tatapan polos Alyla membuatnya selalu jatuh cinta.
___________________
__ADS_1
Satu bulan kemudian
Seseorang barusaja turun dari pesawat,rambut panjangnya tergerai namun rautnya tertutup masker, kedua matanya menyipit menandakan bibir yang tertutup masker itu tengah tersenyum.
Tangannya mengepal menandakan tekad yang begitu besar yang akan diraihnya, menggali masa lalu yang harusnya tak pernah dia tinggalkan.
"Taksi.." tangannya melambai pada seorang supir taksi yang sedang menunggu penumpang. "Ke hotel XX Pak" katanya. lalu merebahkan punggungnya di sandaran kursi.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dirinya turun dari taksi mengeret koper memasuki lobi hotel lalu resepsionis untuk memesan kamar, tak banyak barang yang dia bawa hanya koper ukuran sedang. hari ini ia akan menginap di hotel setelahnya dia akan mencari sebuah hunian yang dekat dengan tujuannya.
Memasuki lif setelah mendapatkan kunci dan berhenti di lantai 12 hotel, menuju kamar yang telah di pesan.
Kamar VIP yang dipesannya sangat nyaman hingga tanpa menunggu lama merebahkan diri sambil membuka maskernya lalu bergumam "Adam tunggulah" kemudian menutup mata merasai lelahnya perjalanan yang di tempuh juga perjuangannya untuk kembali yang tak mudah.
_________________
Ketebak gak sih alurnya? mungkin kalian bisa tebak? karna aku gak terlalu bisa kalo bikin misteri yang bikin orang penasaran, tapi apapun itu semoga kalian suka,Aku gak bisa memaksa seseorang untuk menyukai yang tak mereka sukai, seperti kataku 'Suka baca gak suka cari yang lain'
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.