
"Pak.. Aluna lari dari rumah sakit" Adam menoleh kearah Leo.
"Leo mungkinkah kalau.." Leo mengangguk.
"Bisa jadi Pak"
"Kita cari dia" Leo segera memacu mobilnya sementara Adam memberitahu Arya kemana tujuan mereka."Pah kita cari Aluna kemungkinan dia yang melakukan ini"
"Baiklah"
___________
Dirumah Alyla barusaja selesai sholat dan berdoa memohon petunjuk agar mereka segera menemukan Azka, tiba tiba ponselnya diatas nakas berbunyi.
Alyla mengeryit melihat siapa yang menghubunginya no tidak dikenal ragu ragu Alyla mengangkat "Hallo.." Alyla membelalakan matanya ketika mendenagar teriakan disebrang sana "MOMMYYYYY..."
___________
Adam merogoh ponselnya yang berbunyi "Mama" Adam mengeser layar dan berbicara." Ya ma?"
"Adam Alyla hilang" Karina berbicara panik.
"Apa bagaimana bisa? kemana para penjaga itu" geram Adam.
"Mama gak tau,mama masuk ke kamar Alyla tapi Alyla sudah gak ada, tapi tadi para penjaga berpencar untuk mencari"
"Baiklah ma, tenang lah Adam akan cari" Adam meraup wajahnya kasar Azka belum ditemukan dan sekarang Alyla juga menghilang.
Adam menghubungi Arya untuk segera pulang setelah menghubungi Arya Adam dan Leo pun segera pulang untuk memeriksa sesuatu.
__ADS_1
_________
Alyla tiba di gudang tua tempat Azka disekap tadi sewaktu Alyla mendengar Azka berteriak hingga dirinya begitu panik.
"Hai Adik? kamu ingin tau dimana anak mu temui Aku dan jangan beritahu Adam atau siapapun jika tidak anakmu akan berakhir di tanganku" Aluna bersuara
"Tidak jangan sampai Azka terluka sedikitpun" mohon Alyla
"Oh.. ck ck jangan banyak bicara dan cepat datang kemari." Alyla bergegas keluar rumah diam diam,mencegat taksi yang lewat di depan rumahnya bahkan dirinya berhenti sebentar saat melihat cctv.
Alyla mengedarkan pandangannya gudang itu gelap karna tak ada lampu dan hari sudah malam Alyla menyalakan ponsel untuk berjalan menyusuri gudang tua yang luas itu "Azka.."
Namun Alyla merasakan seseorang membekap mulutnya dan gelap.
Alyla terbangun dan merasakan dirinya tak bisa bergerak Alyla terikat dikursi dengan mulut yang tertutup lakban Alyla mengedarkan pandangannya dan jatuh pada dua sosok yang tengah berciuman di sebuah sofa kecil, Alyla memalingkan wajahnya.
Aluna tersenyum miring melihat Alyla yang masih memalingkan wajahnya. Aluna berjalan mendekati Alyla dan mencengkram dagunya hingga Alyla meringis. "Bagaimana rasanya menjadi nyonya Sadewo kau senang"
"Alex kenapa dia hanya diam?"
"Oh beby kau menutup mulutnya bagaimana bisa dia bicara" seseorang bernama Alex itu terkekeh mengejek. Dirinya sedang menikmati tontonan menarik Alex yang selama ini selalu membantu Aluna mulai dari menculik Karina dan Azka dan mengeluarkan Aluna dari rumah sakit ,hingga kematian Roy Alex lah yang menjadi budak Aluna.
"Oh kau benar.. SRAK" Aluna melepas lakban dimulut Alyla dengan sekali tarik hingga Alyla merasa kelu di mulutnya.
"Bicara lah"
"Kenapa kamu lakukan ini padaku tidakkah kamu mempunyai sedikit nurani aku adikmu" lirih Alyla.
"HAHA.." Aluna malah tertawa terbahak bahak bahkan di ikuti Alex yang juga ikut tertawa,Alyla sedikit merinding melihat Aluna tertawa seperti orang gila, namun tawanya terhenti seketika dan menjambak rambut Alyla yang tertutup hijab. "Nurani katamu?, nuraniku sudah hilang ketika Tuhan tak pernah memihak padaku." Aluna melepas wig nya dan terihat lah kepalanya yang sudah botak "Lihat apa yang dilakukan Adam padaku, dia berniat menjadikanku gila,dan itu semua karna dirimu, jika saja kamu tak ada Adam tidak akan berpaling dariku dengan mudah aku bisa kembali padanya"
__ADS_1
Alyla menatap Aluna sengit seolah tak takut dengan raut mengerikan Aluna, "Bukankah itu akibat perbuatanmu sendiri"
"Kau"
"Kamu yang meninggalkan Adam dan mengumpankan ku beralasan dendam mu padaku, jika saja waktu itu kamu tidak menjebakku ini tidak akan terjadi"
"Ya dan kau menyukai saat kamu jadi bayanganku"
"Tentu dan selama ini kamu yang salah aku bukan bayangan melainkan kamu, kamu yang selalu jadi bayanganku Aluna"
"Kau.. PLAK ,
Aluna menampar Alyla, namun Alyla malah meneruskan ucapannya. "Kamu tau Adam begitu mencintaiku bahkan dulu ketika aku menjadi dirimu rasa itu sudah tumbuh dan berbeda itu artinya aku bukan bayangan karna Adam tetap mencintai orang yang sama, dan itu aku" Sebenarnya Alyla tak tau itu,dirinya hanya menambahkan agar Aluna semakin tersulut.
"Diam kau.." Plak.. Aluna menampar Alyla lagi kini sudut bibirnya sudah berdarah. "Sepertinya cukup main mainnya jika aku tak bisa kembali pada Adam maka siapapun tak bisa bersama Adam termasuk kamu, Ah apa ada permintaan terakhir"
"Dimana Azka?" Alyla tak memperdulikan ancaman Aluna dirinya hanya ingin mendekap Azka,anaknya yang entah bagaimana keadaannya sekarang.
"Oh jadi itu permintaan terakhirmu tentu itu pasti akan ku kabulkan lihatlah "gerbang terbuka menampilkan ruang kosong lainnya namun tatapan Alyla tertuju pada sosok Azka yang tangan dan kaki di ikat di kursi sambil menangis.
"Azka.." Alyla berteriak histeris
"Mommy..hiks hiks.."
"Azka tenang ya sayang Mommy janji kamu pasti baik baik saja"
Aluna tertawa "Sudah sudah nanti juga kalian bertemu lagi di akhirat.Baiklah siapa yang akan mati duluan" Aluna mengacungkan pistol ke arah Azka lalu beralih ke Alyla.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1