
Adam duduk dikursi Barr hotel ditemani Leo,Adam mengusap wajahnya kasar.
"Kenapa gak tanya saja alasannya daripada berprasangka seperti itu?" Leo mengerutu saat dirinya akan beristirahat Adam menghubunginya untuk menemaninya minum,hanya minum kopi karna Adam tak suka alkohol,aneh bukan minum kopi di bar,tapi apa peduli Adam.
Adam mengatakan Alyla menolak ia sentuh karna tidak ada cinta diantara mereka. "Kamu bilang dia sampai menangis?" Adam mengangguk. "Atau dia ada trauma,mungkin dia pernah mengalami kejadian buruk,seperti di lecehkan?" Leo membekap mulutnya karna perkataan itu muncul begitu saja.
Adam membeku.. mungkinkah?, Adam segera berdiri dari duduknya "Pak kau?"
"Kamu benar Leo seharusnya aku bertanya langsung padanya,astaga bagaimana bisa tadi aku meninggalkannya sendiri" Adam segera beranjak untuk menemuai Alyla rasa bersalah itu muncul lagi,mungkinkah itu semua karna kesalahannya di masa lalu.
Alyla sudah berhenti menangis matanya sudah bengkak bahkan dirinya sudah kelelahan hingga tak terasa dirinya tertidur.
Adam memasuki kamar lalu berjongkok disisi Alyla yang tertidur di kursi Meringkuk seperti janin,di matanya masih terlihat sisa sisa air mata,tangan Adam terangkat lalu menelusupkan di balik leher dan paha Alyla untuk memindahkannya ke atas ranjang,dibaringkannya Alyla di sisi Azka yang hampir menguasai seluruh ranjang karna posisi tidurnya yang berantakan.
Adam memandangi raut Alyla yang terlihat lelah lalu tanganny terulur untuk mengusap sisa air matanya,apa yang sudah dia lakukan belum genap sehari Alyla menjadi istrinya,tapi Adam sudah membuatnya menangis,harusnya dirinya tak egois bukan,hanya karna tak bisa meredam nafsunya Adam membentak Alyla.
Adam masih belum beranjak ia masih memandangi raut istrinya,tiba tiba dahi Adam berkerut melihat sang istri terlihat gelisah dalam tidurnya. apa Alyla bermimpi buruk?.
"Tidak jangan,tolong" Alyla mengigau,keringat dingin bahkan sudah memenuhi dahinya.
"Jangan ku mohon" Alyla masih mengigau.
Adam mencoba membangunkan Alyla dengan mengguncang bahunya,
"Jangan kumohon,jangan aku bukan Aluna"
__ADS_1
Deg.. tangan Adam yang masih memegang bahu Alyla membeku.
"Kumohon .. maaf,tolong jangan lakukan?"
"Itu sakit,tolong hentikan.." Tiba tiba mata Alyla terbuka,nafasnya memburu,jantungnya berdebar,sedangkan Adam masih membeku ditempatnya.
Setelah berusaha menormalkan detak jantungnya Alyla melihat ke arah Adam "Mas Adam?,kapan pulang?, maaf apa aku membangunkan kamu?"
Adam masih berdiri disana tanpa menjawab pertanyaan Alyla,hingga Alyla pikir Adam mungkin masih marah,Alyla beranjak untuk melaksanakan sholat malam berharap bisa menenangkan hatinya itu yang dia lakukan setiap mimpi buruk itu datang.
Adam mencekal tangan Alyla yang hendak melewatinya "Mau kemana?"
"Aku mau sholat mas,Kenapa mas belum tidur?"
"Apa?"
"Apa itu? kamu mimpi,mimpi apa?" Lidah Adam serasa tercekat,Adam harap mimpi itu bukan tentang dirinya,Adam tak ingin berada di mimpi buruk Alyla.
Alyla mendesah "Nanti ya aku mau sholat dulu,atau besok saja mas harus istirahat"
"Tidak,aku akan tunggu" Alyla mengangguk,cepat atau lambat dirinya harus menceritakan ini karna mungkin ini akan terjadi setiap malam dan itu akan mengusik Adam.
Selesai dengan sholatnya Alyla menghampiri Adam, yang ternyata memang masih menunggu,bahkan sudah ada dua cangkir teh hangat diatas meja.
"Kamu yakin mau mendengar" Adam tak menjawab hanya memandang Alyla dengan serius.
__ADS_1
Alyla mengirup nafas dalam,mencari kekuatan untuk memulai."Sejak kejadian itu aku selalu bermimpi,mimpi yang sama setiap malam,rasa sakit itu bahkan sampai menemaniku didalam mimpi,anehnya aku selalu terbangun di jam yang sama saat aku pergi waktu itu"
"Dan soal tadi, maaf,,aku sudah berusaha untuk menahannya,tapi suara suara itu seolah berdengung ditelingaku,saat kamu memaki,dan saat ******* ******* kamu yang menggumamkan nama Aluna" nafas aluna mulai tercekat air mata sudah kembali menetes "Aku tidak tau,tapi itu menyakitiku,sungguh,ingatan tentang aku menjadi bayangan Aluna sungguh menghancurkan ku,Aku hanya tak ingin itu terjadi lagi"
Adam menjatuhkan lututnya dihadapan Alyla "Mas?"
"Aku.. itu.. Maaf,Aku.. maafkan Aku Alyla." Adam mengucapkannya dengan terputus putus"Seharusnya itu tidak terjadi,aku berharap aku bisa menebus semua dosa ku,maaf" katanya semakin serak,suaranya sudah teredam oleh tangisan,tangisan penyesalan. Seorang Adam sadewo pewaris satu satunya keluarga sadewo berlutut dihadapan Alyla, menunduk menyesal akan kesalahannya diwaktu lalu.
Alyla memegang bahu Adam "Jangan seperti ini mas,bangunlah"
Adam menggeleng "Tidak seharusnya ini aku lakukan sejak aku tau aku melakukannya padamu,bukan pada Aluna,tapi aku malah semakin menyakitimu"
"Mas bangunlah,kita bicara sambil duduk yang benar jangan seperti ini"
Adam memeluk lutut Alyla yang terduduk disofa "Maaf.. maafkan Aku!"
"Aku sudah berusaha mas aku memaafkanmu,sungguh" Alyla mengusap bahu Adam lembut,Alyla bahkan memeluk sambil sesekali mengusap rambut Adam. lama mereka diposisi itu,hingga terdengar suara Adzan subuh,dan entah siapa yang berpindah lebih dulu kini mereka berada disofa tidur dengan saling memeluk.
Adam bangun terlebih dulu lalu melihat kearah dekapannya tampak Alyla yang masih tertidur dengan tenang,Adam mengusap pipi Alyla "Mulai hari ini hanya akan ada kebahagian untukmu,aku berjanji" Kata Adam,lalu mengecup rambut Alyla lama.
__________
Malam pengantin ditunda sampai waktu yang belum di tentukan.🤭
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca
__ADS_1