Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Penyesalan Adam (1)


__ADS_3

Adam segera pulang setelah memastikan Aluna baik baik saja,Adam memasuki rumahnya terlihat sepi,Adam berlari ke arah kamar Azka namun kosong dada Adam mulai bergemuruh pikiran buruk bertebaran begitu saja, Adam bergegas memasuki kamarnya keadaan nya sama seperti kamar Azka kosong.


Adam berlari menuruni tangga "Bi..bibi.." Adam berteriak memanggil sang bibi "Dimana istri saya?" tanya Adam setelah bibi berada dihadapannya.


"Loh bukannya Ibu bilang akan bicara pada Bapak lewat telpon,katanya mau menginap di rumah Nyonya Karina" Adam tak mendengar lagi ucapan bibi dan langsung bergegas ke rumah orang tuanya, semoga apa yang bibi bilang benar bahwa Azka dan Alyla benar benar ada di sana.


Adam memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak Alyla harus mendengar penjelasannya dan Alyla tidak boleh meninggalkannya "Sayang aku mohon..." Adam terus berkata menguatkan pikiran baiknya bahwa Alyla tidak akan meninggalkannya.


Adam memarkir mobilnya sembarang di depan rumah Arya, bergegas masuk dan langsung menuju lantai atas ketika Adam menaiki setengah tangga Karina muncul dari dapur membawa gelas berisi air.


"Loh Dam ada apa?" Adam mengurungkan niatnya naik ke lantai atas dan turun kembali menghampiri Karina.


"Ma Adam mau jemput Alyla" Karina mengeryit mendengar pertanyaan Adam.

__ADS_1


"Alyla udah pulang tadi sama Azka Dam"


"Mama gak bercanda kan sama Adam"


"Ngapain mama bercanda Dam.." Karina mengehentikan gerakannya tersadar akan keanehan Adam "Ada apa Dam?"


"Mah Alyla salah faham"


"Salah faham soal apa Dam" karina sudah mulai terlihat panik,apa ini alasan tingakah aneh Alyla tadi ketika berpamitan.


"Pergi? apa maksudmu Dam" Arya yang mendengar suara ribut pun keluar dari kamarnya dan segera menghampiri Adam dan karina,Karina menjatuhkan gelas yang sejak tadi digenggamnya, "Mah" Arya menghampiri Karina untuk menenangkannya.


"Adam tau Adam salah Adam harusnya gak bohong, harusnya Alyla dengerin penjelasan Adam bukannya pergi gitu aja" Adam terduduk menyesal sungguh menyesal harusnya Adam tak pernah berbohong.

__ADS_1


"Jelaskan yang benar Dam!!" tegas Arya.


Adam mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan Aluna dan penyakit yang dideritanya hingga saat Alyla menemukan Adam tengah di rumah Aluna dengan keadaan yang membuat Alyla salah faham.


"Kurang ajar kamu Dam" Arya benar benar marah hingga menarik kerah Adam, Arya bahkan ingin membuat Adam babak belur sekarang "Papa biarin kamu menjalani hidupmu sendiri karna Papa kira kamu sudah dewasa,tapi kamu menjatuhkan harapan Papa Dam, Papa kira kamu sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk nyatanya kamu masih sama seperti dulu dan karna orang yang sama kamu menyakiti Alyla untuk kedua kalinya"


"Pah Adam gak bermaksud.."


"Apa yang Aluna lakukan padamu hingga kamu rela melakukan apapun demi dia? Huh..?"


"Pah Adam cuma kasian dan Adam ngerasa iba sama Aluna"


"Lalu kenapa harus kamu, kamu bisa suruh orang lain untuk mengurusi ini, gak perlu kamu turun tangan langsung, dan kamu berharap Alyla akan mengerti tentang semua kelakuanmu, jangankan Alyla, orang lainpun Akan beranggapan bahwa kamu sedang mengurusi kekasihmu dibanding mengurusi mantanmu,apalagi dia itu mantan yang jelas jelas sudah menyakitimu " Adam sudah tak bisa berkata kata lagi Adam hanya diam mencerna perkataan Arya. "Denger Papa Dam, cari Alyla dan Azka sampai ketemu atau Papa yang akan cari mereka dan Papa gak akan biarin kamu ketemu mereka selamanya, faham kamu" Arya mengempaskan kerah Adam hingga Adam tersungkur.

__ADS_1


"Mama kecewa sama kamu Dam" Kata karina sambil terisak dipelukan Arya, lalu mereka meninggalkan Adam begitu saja.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2