Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
kekhawatiran Alyla


__ADS_3

Alyla mondar mandir di ruang tamu menanti Adam yang tak kunjung pulang tak biasanya Adam melakukan itu pulang malam tanpa mengabari, dan Adam juga tak datang ke rumah sakit untuk menemuinya. ini sudah malam bahkan Azka merengek menanyakan Daddynya hingga tertidur karna kelelahan


"Kamu kemana sih mas" Alyla mencoba menghubungi Adam lagi dan lagi namun tak juga di angkat.


Alyla berlari ke arah pintu begitu mendengar pintu terbuka dan kata Assalamualikum terdengar.


Alyla menubruk badan Adam memeluknya menyalurkan kekhawatirannya sejak tadi "Kamu kemana aja mas buat aku khawatir"


Adam tersenyum disela pelukannya,pelukan istrinya yang hangat. begitu bahagianya Adam ini adalah kali pertama Alyla memeluknya dengan suka rela biasanya Adam yang akan selalu memeluk Alyla lebih dulu.


"Maaf membuat kamu khawatir" Alyla mengurai pelukannya.


"Ada apa? tadi katanya sudah dijalan tapi aku tunggu mas gak datang"


"Maaf tadi mas hampir nambrak orang dan mas tadi bawa dia kerumah sakit, karna panik mas gak sempet ngasih tau"


"Astagfirullah mas, tapi orangnya gak apa apakan?"

__ADS_1


"Dia gak apa apa,hanya luka kecil"


"Syukurlah"


"Kamu gak tanyain masmu ini?"


"Aku udah liat mas ada di depanku berarti mas baik baik aja"


"Aduh.. sebenarnya disini sakit" adam menujuk dadanya.


Adam nyaris terbahak namu ia tahan melihat raut khawatir Alyla begitu menyenangkan, bolehkan Adam menyimpulkan bahwa Alyla sudah mencintainya. "Ini akan sembuh kalo kamu peluk lagi"


Alyla tersadar akan tingkahnya yang tiba tiba memeluk Adam,seketika rautnya memerah. "Ayo dong sayang peluk lagi"


"Ih.. gak mau ah" Alyla beranjak dan meninggalkan Adam yang masih menggodanya,Alyla benar benar malu.


"Sayang mau kemana? aku mau di peluk lagi biar cepet sembuh" Adam mengejar Alyla yang terus berjalan menaiki tangga dan masuk ke arah kamar mereka. "Ini sakit sayang ayolah.."

__ADS_1


Adam berhenti sebelum memasuki pintu kamar, Menghela nafasnya terlebih dulu Adam tidak berbohong tentang kecelakaan hanya Adam tak memberi tahukan siapa Dia,ya itu lebih baik, setidaknya untuk sekarang. Adam tak ingin membawa masalah Aluna kedalam rumah tangganya biarlah itu menjadi masalah nya diluar sana tanpa melibatkan keluarga kecilnya yang sedang bahagia, Adam akan memberi tahu tentang keadaan Aluna pada Alyla, mungkin nanti?.


Sementara itu Aluna sedang tertawa dengan rekannya yang selama ini membantunya.


Ting.. denting gelas yang sengaja di adukan terdengar jelas si antara percakapan mereka.


"Aku baru tau kamu pintar berakting"


"Itu belum seberapa, dan apakah dokter gadungan itu bisa dipercaya?"


"tentu saja,dan dia bukan dokter gadungan dia benar benar dokter hanya dia terlalu membutuhkan uang karna itu dia menjual jas putihnya pada kita" seru rekan dari Aluna.


"Baiklah itu akan berguna kedepannya, karna kita akan sering menggunakan jasanya"


"Tidak masalah,dia akan siap kapanpun.,sekarang biarkan aku mendapat bayaranku" Rekan dari Aluna segera merangsek mendekati Aluna dan mulai menerjang Aluna, melahapnya buas mulai dari bibir hingga terus maju kearea yang lain yang menciptakan desa**n dan teriakan nik*at yang keluar dari bibir Aluna. dia akan melakukan apapun untuk Aluna selama dahaganya terhadap Aluna bisa terpenuhi.Tak perduli bahkan dirinya menjadi boneka Aluna asalkan dirinya bisa terus menikmati tubuh Aluna yang indah.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2