Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Rasa bersalah Adam


__ADS_3

"Daddy bangun..dad" Azka menggoyang badan Adam agar segera bangun.


Adam mengerjapkan matanya "Hmm.. kenapa sayang,Azka sudah bangun"


"Ayo kita sarapan Dad,Akka udah laper" Azka menarik narik tangan Adam."Ayo Dad,Mommy udah bikin sarapan"


Begitu mendengar kata Mommy dari Azka,Adam segera bangkit dan turun "Oke Daddy mandi dulu" Adam segera masuk ke kamar mandi,Adam begitu bersemangat semalaman dirinya terbayang bayang tawa Alyla,sampai dalam mimpi pun Adam bisa melihatnya.


Adam turun sudah dalam keadaan segar,Adam segera menghampiri Azka yang sudah duduk di meja makan di suapi Bi Lastri "Loh Mommy nya mana?" Adam mengambil duduk di sisi Azka.


"Mommy udah berangkat ke sekolah,soalnya Daddy lama bangunnya" kata Azka dengan mulut menggembung karna sedang mengunyah.


Adam pasrah karna memang dirinya yang salah, bagun kesiangan mungkin karna terlalu nyenyak untuk pertama kalinya Adam tidur dengan hati yang ringan.


"Ini siapa yang masak bi?" tanya Adam sambil menyuap nasi goreng kedalam mulutnya.


"Itu Bu Risa yang masak Den" Adam mengangguk 'Enak' batinnya.


"Azka mau ikut Daddy gak, kita jemput Mommy ke sekolah sekalian pulangnya kita jalan jalan?"


"Mau Dad,mau.. yeeeeyy!!" Azka bersorak girang.


"Oke sekarang habisin sarapannya, habis itu kita berangkat"


Adam melajukan mobilnya menuju ke sekolah tempat Alyla mengajar,Azka tak berhenti berceloteh tentang kesehariannya selama Adam tak ada.


Jalanan agak macet karna hari ini adalah hari sabtu,banyak wisatawan yang akan berlibur akhir pekan di kawasan lembang,hampir 45 menit sampai di sekolah.

__ADS_1


Mobil sudah terparkir di parkiran sekolah, Adam turun bersama Azka dalam gendongannya,wajah Adam yang tampan menjadi perhatian para guru wanita,juga para ibu murid yang sedang menunggui anaknya sekolah "Dimana kelas Mom?" tanya Adam pada Azka.


"Yang itu Dad" Azka menunjukan pintu yang bertuliskan Kelas 3.


Adam melongok ke arah jendela terlihat Alyla sedang mengajar dengan sesekali mencoret papan tulis,tanpa sengaja pandangan Alyla dan Adam beradu tersungging senyuman diantara keduanya.


"Kenapa kesini?" Alyla keluar dari kelas untuk menemui Adam dan Azka.


"Kata Daddy kita bakalan jalan jalan Mom,"


Alyla mengerut dahinya lalu melihat ke arah Adam "O ya?"


"Hmm,, sebenarnya aku juga ada urusan sama kepala sekolah" kata Adam padahal itu hanya alasan saja.


"Terus motorku?"


"Nanti aku suruh orang buat antar kerumah"


"Tapi daddy jangan lama ya!"


"Iya daddy sebentar kok,"


_______________


Adam dan Alyla serta Azka sudah berada di sebuah Mall,tepatnya di tempat bermain anak.Azka sudah berlari kesana kemari,mencoba berbagai permainan tentu saja yang aman untuk anak seusia Azka.


Adam sedang menunggu duduk di sebuah kursi panjang,terlihat sudah lelah karna mengimbangi Azka yang aktip.

__ADS_1


"Minum Mas" Alyla menyerahkan minuman dingin di tangannya pada Adam,tadi dirinya pergi ketoilet lalu mampir membeli minum dan camilan untuk Azka.


"Terimakasih.."Adam pun meneguk minumannya karna memang sudah haus sejak tadi.


"Cape banget ya?,mau pulang aja?"


"Iya cape,Azka aktip banget di tempat kaya gini,tapi dia masih seru kayaknya kita tunggu bentar lagi" Alyla pun mengangguk. "Azka sering main kesini?"


"Gak sering juga kalo ada uang lebih baru main" Kata Alyla sambil melambaikan tangan ke arah Azka yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Maaf aku telat tau tentang kalian" kata Adam sendu "Kalo aku tau dari dulu mungkin kalian gak akan kesulitan"


Alyla terkekeh, "Bukan sepenuhnya salah kamu" Alyla menghela nafasnya "Boleh aku tanya sesuatu?"


"Apa?"


"Mas tau kabar kak Luna?"


Deg..pertanyaan Alyla berhasil menohok Adam,mendengar nama Aluna membuatnya mengingat penyesalan Adam yang selama ini tertuju pada Aluna ternyata salah,harusnya rasa bersalahnya Adam tujukan untuk Alyla bukan Aluna,karna dirinya menyakiti orang yang salah,setiap hari Adam selalu mengatakan maaf pada Aluna meski Aluna sudah tak ada di hadapannya,namun ternyata Aluna memang tak sebaik itu.


"Aluna dan Roy meninggal dalam kecelakaan pesawat,saat meninggalkanku dulu,mayatnya gak ditemukan karna pesawatnya meledak di lautan"


"Astagfirullah.." Alyla menutup mulutnya air matanya mengalir,meski Aluna jahat padanya Alyla harap Aluna bisa hidup dengan baik,dan berharap suatu saat akan berubah,namun ternyata Aluna sudah tiada.


Kini mereka dalam perjalanan pulang Azka sudah tidur dipangkuan Alyla,suasana sangat hening hanya terdengar deru mobil yang Adam kendarai.


Hati Adam berkecamuk harusnya dirinya meminta maaf pada Alyla atas kesalahannya,namun sampai sekarang Adam masih saja bungkam.

__ADS_1


Sesekali Alyla melihat ke arah Adam,melihat raut Adam yang menjadi murung,sejak pembicaraan mereka tadi membuat prasangka pada diri Alyla,bahwa Adam masih sangat mencintai Aluna. Aluna mengalihkan pandangannya ke arah jendela apa yang terjadi kalau mereka menikah apakah Adam akan mencintainya sebagai Aluna yang mempunyai wajah serupa dengannya.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca


__ADS_2