
Aluna barusaja tiba di Apartemen pukul 10 malam dia berniat membereskan barang barang penting yang ada di apartemennya sebelum pergi meninggalkan Adam,rencana kepulangan nya esok di percepat karna Roy meminta untuk segera bersiap untuk meninggalkan Adam.
Dalam satu jam Aluna selesai mengemas semua barangnya,surat surat penting,perhiasan dan barang barang mewahnya telah di kemas dua orang pegawai kebersihan membantunya untuk membawa sebagian barangnya ke adalam mobil,namun saat barang terakhir yang akan dia bawa Aluna di kejutkan dengan Alyla yang sedang membawa sapu ditangannya.
"Aaaa..Apa yang kamu lakukan" Aluna mengelus dada "Mengagetkan ku saja"
"Apa yang kakak lakukan,kakak sudah pulang,bukankah akan sampai besok" cecar Alyla "Tapi kenapa malah membawa koper keluar kakak akan pergi lagi"
Aluna memutar matanya " Aku akan pergi lagi,tepatnya selamanya dari hidupmu dan Adam"
Alyla membulatkan matanya "Tidak kak jangan tinggalkan Adam dia sangat mencintai Kakak.."
__ADS_1
"Kamu pikir aku gak tau kamu menyukai Adam,tapi sayang Adam tidak mencintai kamu tapi dia hanya mencintaiku"
"Karna itu kakak jangan tinggalkan Adam" mata Alyla sudah memerah " Dia bisa hancur kalau kakak pergi"
"Hahaha.. itu yang aku mau Alyla kamu masih belum mengerti juga ya,kamu memang Adik yang lugu dan polos,Sejak awal aku memang tidak pernah mencintai Adam tapi adam yang tergila gila padaku,dan waktu itu aku bertemu kamu lalu terlintas di otakku bagaimana menempatkan posisiku padamu,
Aku berniat untuk meninggalkan Adam waktu itu karna menurut ku sudah cukup main mainnya,tapi melihatmu hidup tanpa beban setelah kematian Ibu dan Ayah membuatku marah.Bagaimana rasanya jadi bayangan Alyla?menyakitkan bukan.Itu yang aku rasakan dulu saat Ayah dan Ibu hanya memperhatikanmu bahkan sampai mereka meninggal,bagaimana teman teman kita hanya memujimu dan membandingkan aku dan kamu yang baik hati bak malaikat,dan Bagaimana rasanya ketika kamu merasakan jatuh cinta tapi orang itu malah mencintai kembarannya."
Alyla terisak itukah yang selama ini Aluna rasakan,benci. belum cukupkah selama ini yang Aluna lakukan padanya meninggalkannya sendiri tanpa sepeserpun uang bahkan semua harta warisan orang tuanya Aluna bawa pergi,meski tak besar setidaknya dengan uang peninggalan orang tuanya mereka masih bisa berbagi untuk biaya pendidikan,tapi sampai saat ini Aluna masih menyimpan dendam.Alyla pikir semua sudah selesai setelah permintaan maafnya tempo hari.
Aluna bergeming," Bagaiman rasanya setelah meninggalkan ku tanpa uang dan tidak peduli aku hidup atau mati.Belum cukupkah Aku hidup seorang diri mengandalkan belas kasih orang lain.Lalu sekarang kamu berhasil menghancurkan hatiku,bagaimana rasanya,bahagiakah kamu Aluna?" Tak ada lagi yang tersisa tak perlu lagi kata 'Kakak' yang selama ini Alyla banggakan.
__ADS_1
"Kamu benar aku jatuh cinta pada Adam,dan itu berkat kamu.Terimakasih sudah mengijinkanku merasakan perasaan yang tidak pernah aku rasakan,dan tidak seharusnya.Sekuat hati aku terus mengubur rasa cintaku karna aku tau Adam adalah kekasihmu,selama kamu tidak ada aku hidup dalam rasa bersalah setelah kematian Ayah dan Ibu aku terus menyalahkan diriku sendiri,tapi itu semua belum cukup untukmu."Alyla bangkit berniat mengakhiri perdebatan ini hatinya hancur.
Aluna masih diam terpaku setitik rasa bersalah muncul dihatinya,sebelum bunyi dering ponsel menyadarkannya.
"Hallo.."
"Hallo Babe segera pergi dari sana,Adam sudah tau semuanya"dan telponpun dimatikan.
Alyla masih berjalan terseok menuju kamarnya, "Aku akan pergi sekarang" kata Aluna "Pergilah juga tinggalkan tempat ini sebelum Adam datang kemari" Kata kata Aluna terakhir kalinya,semoga itu bisa menghilangkan setitik rasa bersalah di hatinya pada Alyla,lalu dia pergi membawa koper berukuran sedang keluar dari apartemen tersebut tanpa menoleh ke arah Alyla yang berdiri terpaku.
Alyla tersadar,Alyla segera menuju kamarnya dan bergegas untuk meninggalkan apartemen tersebut,teringat ucapan Arya padanya tadi bahwa hukuman dari adam akan lebih menyakitkan dari penjara sekalipun.
__ADS_1
Alyla setengah berlari ke arah pintu namun ketika pintu terbuka dari luar menampilkan sosok yang tidak di harapkan.
"Mau melarikan diri HUH"