Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Azka


__ADS_3

Azka Putra Sadewo yang sebelumnya bernama Azka Saputra,setelah bertemu dengan sang Daddy 16 tahun lalu disempurnakan dengan nama besar keluarga daddynya,Sadewo.


Keturunan Adam Sadewo ini mewarisi ketampanan sang daddy, tentu saja itu menjadikannya pria populer dikampusnya.


"Azka" seorang gadis cantik memanggilnya ketika dia baru saja keluar dari mobil sportnya,mobil yang dihadiahkan Adam di ulang tahunnya bulan lalu.


"Ya" jawab Azka.


"Apa rencana kamu akhir pekan ini?"


Azka sedikit berpikir "Sepertinya tidak ada"


"Oh ya,aku berharap kamu akan datang di ulang tahunku" gadis cantik itu mengulurkan sebuah kartu undangan.


"Oke gue usahakan"


"Terimakasih" lalu gadis itu pergi dari hadapan Azka sambil tersipu.


Tak lama dua sahabat Azka datang menghampiri "Dia belum menyerah deketin lo" mereka Aslan dan Bima yang sudah bersahabat dengan Azka sejak SMA.


Azka mengedikkan bahunya,Azka memang sudah beberapa kali menolak gadis bernama Kumala itu namun tetap saja dia tak menyerah.


"Terus lo mau datang"


"Entahlah" Azka menepukan tangannya yang memegang kartu undangan ke dada Aslan sahabatnya,spontan Aslan mengambil kartu tersebut.


"Sialan lo" Aslan mengusap dadanya.


"Trus gimana sama yang namanya Nadia,kemarin denger denger kemaren dia juga nembak lo?" tanya Bima.


"Kalo gue pasti terima si Nadia,dia itu cakep banget dan bohay men" Aslan menerawang jauh.


"Itu mah otak lo aja yang mesum" Azka menepuk kepala Aslan.

__ADS_1


"Iya lo mah yang mana yang nyaut juga di embat" timpal Bima.


"Sialan iya lah emang elo mentang mentang cowo populer sombong jadi semua wanita lo tolak." Dengus Aslan pada Azka.


"Ya iyalah gue kan ganteng" Aslan dan Bima mengakui itu, selain mempunyai tampang yang tampan Azka juga mumpuni dalam keuangan, tentu saja itu menjadikannya incaran para gadis kampus.


Mereka bertiga terus berbincang receh menuju kelas saat sedang bercanda dengan dua sahabatnya Azka tak melihat kearah depan tiba tiba.


Bruk..


Suara benda terjatuh hingga membuat langkah Azka dan dua sahabatnya terjatuh. Azka melihat seorang gadis sedang memungut buku buku yang terjatuh.


"Cih" Azka berdecih modus yang sering dilakukan para gadis untuk mendekatinya,pura pura tertabrak lalu mulai melancarkan rayuannya, dan Azka membenci wanita yang kecentilan seperti itu.


Namun bukan tatapan yang mendamba yang Azka lihat ketika gadis itu mendongak, melainkan tatapan kesal yang di tujukan padanya,Azka mengangkat sebelah alisnya.


"Jalanan tuh buat jalan bukan buat gandengan kayak truk,ngalangin jalan orang aja" Aslan,Bima dan Azka saling melihat diantara mereka berjalan yang memang memakan hampir sebagian besar koridor kampus yang kebetulan tak terlalu luas "Bisa minggir gak" Azka bergeser sedikit kesebelah Aslan,begitu pun Bima mereka memberi jalan.


Gadis berkerudung itu pergi begitu saja, tanpa menoleh kearah Azka dan dua sahabatnya. "Siapa tuh?" tanya Aslan.


"Apa?" tanya Aslan.


"Baru kali ini gue liat cewe biasa aja liat tampang Azka,yang ada dia malah melotot galak" kata Bima.


Bagaimana Azka? dia masih menatap gadis berkerudung yang berjalan semakin jauh dengan langkah yang terburu buru.


_________


Azka sedang berada di kantin usai kelas paginya,dia tengah makan bersama Bima, Sarapan yang terlewat karna sang mommy tak sempat menyiapkannya.


"Bro gue baru dapet no cewe baru" Aslan menggoyang hape yang dipegangnya "Cakep banget" Aslan terkikik sambil duduk di meja yang di tempati Azka dan Bima


Bima mendengus,sedang Azka melanjutkan makannya,sudah tak asing lagi bahwa Aslan memang suka bergonta ganti wanita,dan yang parahnya lagi para wanita yang memutuskannya lebih dulu.

__ADS_1


"Nanti putus nangis" cibir Bima.


Azka tertawa di tengah makannya bahkan hampir tersedak. Aslan akan menangis satu hari setelah diputuskan oleh pacarnya dan berhenti lalu mencari mangsa lagi. katanya 'Itu untuk menghargai kenangan saat mereka bersama sebagai kekasih', dan akan berhenti jika sudah satu hari 'Satu hari cukup untuk berduka' katanya lagi.


Alasan yang dikatakan para mantannya selalu sama yaitu Aslan selalu menggunakan uang wanita jika berkencan dan di cap sebagai 'Cowok Boke' namun Aslan berdalih bahwa Aslan sedang mencari wanita yang tidak mata duitan maka itu cara Aslan menguji wanita tersebut,padahal mereka tak tau bahwa Aslan bukan dari keluarga tak mampu bahkan keluarga Aslan termasuk jajaran pengusaha sukses di Indonesia hanya Aslan selalu menyembunyikannya dan hanya Azka dan Bima yang tau.


"Yasmin" panggilan suara yang cukup mengelegar hingga mengalihkan pandangan orang orang yang sedang berada dikantin termasuk Azka dan dua sahabat tengilnya melihat kearah perempuan yang berlari mengahampiri seseorang yang bernama Yasmin itu.


Gadis yang dipanggil yasmin itu menoleh lalu merangkul gadis yang tadi memanggilnya.


Azka terdiam melihat kearah dua gadis yang duduk tak jauh dari tempatnya duduk "Oh namanya Yasmin" kata Bima.


"Iya gue udah tau" kata Aslan, sontak tatapan Azka beralih kearah Aslan. "Apa?" Aslan tau sahabatnya bertanya tanya.


"Dari mana lo tau?"


"Itu, gunanya lo punya banyak mantan dia dari jurusan MIPA baru satu minggu dia pindah kampus kita, dia dari Jogja" Aslan tetap pokus pada ponselnya sambil menjelaskan.


"Wah gue kagum sama lo,baru beberapa jam kita ketemu dia lo udah tau tentang tu cewe,bener bener otak playboy lo tuh gak bisa di bohongi" Bima berdecak.


Sedangkan Azka hanya diam dan kembali melihat ke arah gadis bernama Yasmin yang sedang tertawa bersama temannya, tawanya sungguh..


'Cantik'.


_________________


Sambil nunggu kisah Azka, jika berkenan bisa ramaikan yang ini👇



Masih sepi😭


__ADS_1


Terimakasih sudah membaca jangan lupa Like👍 komen dan Vote boleh juga ath di taburin bunga🌹🌹🌹


__ADS_2