
"Bu hari ini abis kuliah aku mau ke supplier ambil barang" Yasmin mendudukan Raja di kusri makan.
"Iya hati hati" Ibu menyimpan Roti dalam kotak bekal untuk Yasmin.
"Raja, sayang, bunda hari ini pulang sore.. Raja jangan nakal sama Nenek..oke?"
"Oke" Yasmin dan Raja bertos.
"Pinternya anak bunda"
Raja makan sambil disuapi Yasmin, Raja yang tak bisa diam terus bergoyang di atas kursi, beruntung kursi itu di lengkapi pengaman jadi tak perlu khawatir Raja akan jatuh.
Yasmin menjalankan motornya ia akan ke kurir terlebih dahulu sebelum ke kampus. tiba di kampus Yasmin bergegas karna hari ini ia ada kelas pagi. begitu tiba orang yang sedang ramai mendadak hening, Yasmin mengkerut.
"Gue kira si dosen botak" mereka mengira dosen yang datang hingga menjadikan suasana mendadak hening.
"Ia gua udah tegang aja"
"Emang kenapa sih?" tanya Yasmin yang mengambil duduk di dekat Dina.
"Lo belum tau kan, si botak itu galak,dia paling gak suka sama anak yang telat"
"Oh pantes kelas udah penuh"
"Iya, dia gak suka sama yang telat tapi dia yang malah telat" kata Dina lagi.
Yasmin menyiapkan peralatannya untuk mencatat materi yang akan dosen sampaikan,benar saja dosen yang tadi dikatakan Dina memang bertampang bengis dengan kepala botak, bicara dengan tegas dan tak segan segan menghukum mahasiswa yang berisik.
"Yas kantin yuk!" ajak Dina.
"Gak ah hari ini aku bawa bekal" Yasmin mengeluarkan laptopnya juga kotak bekal, begitu dinyalakan notifikasi dari akun jualan onlinenya berbunyi bahkan tak berhenti selama lima menit.
"Buseet banyak banget notif apa?"
__ADS_1
"Aku jualan online" Yasmin mulai membalas beberapa pesan yang menanyakan ketersedian barang atau kualitas yang di tawarkan.
Sebelah jarinya mengetik yang sebelah lagi menyuapkan roti isi buatan ibunya tadi pagi, Yasmin melihat kearah Dina yang malah duduk kembali "Kok bukannya mau ke kantin?"
"Hehe,, gak jadi deh liat lo gue jadi penasaran" Dina termasuk orang berada maka dia tak pernah tau, bagai mana orang seperti Yasmin bekerja.
"Emang gak laper"
Dina menggeleng "Ya udah nih, aku ada satu lagi" Yasmin menyodorkan roti isi kepada Dina.
"Hehe.. makasih"Dina mengambil roti tersebut "Yas.. lo cuma sendiri?" Yasmin mengengguk "Gak repot apa nganter barang ke kurir, trus cari barang buat lo jual"
"Ya repot tapi di nikmati aja, lagian kalo hak gini aku gak dapet uang"
"Kenapa gak kerja aja sih"
"Kalo kerja susah bagi waktu nya sama kuliah jadi sebisa mungkin aku bisa tetep cari uang meski tetap dirumah"
"Kayaknya menarik, kalo gue gabung boleh gak?"
"Iya, kayaknya udah waktunya deh gue gak terlalu bergantung sama nyokap,bokap"
"Itu bagus, boleh nanti aku jelasin gimana gimananya ya, biasanya aku selalu pake foto dari barang aslinya aku foto sendiri atau lewat vidio, terus aku juga harus cari toko yang terpercaya untuk jadi supplier supaya barang tetep terjamin kualitasnya"
"Oh, oke gue tau langganan mama kalo beli baju, dan di jamin pasti bagus, cuma harganya juga lumayan"
"Gak masalah asal pemilik toko mau jadi supplier kita, kita bisa tekankan ada kualitas ada harga"
Pembicaraan mereka terus berlanjut Dina terlihat begitu antusias sehingga Yasmin pun ikut semangat, akhirnya ia bisa punya rekan.
Sedangkan di luar sana tepatnya di kantin Azka tak henti melihat ke arah pintu masuk berharap bisa melihat seseorang yang semenjak kemarin membuatnya penasaran, "Nyari siapa sih bro" Aslan melihat kearah Azka yang sama sekali tak makan malah membiarkan mie ayam di depannya mendingin.
"Kalo gak laper buat gue ya" kata Bima.
__ADS_1
Aslan masih memperhatikan Azka,yang tak menghiraukan mie ayamnya di makan Bima "Lo aneh Ka?"
"Aneh kenapa maksud Lo?" tanya Azka.
"Gak biasanya lo nunjukin ketertarikan sama cewe"
Azka terlihat berpikir "Gue gak.."
"Gue tau, Yasmin kan?" belum selesai kata kata Azka sudah si potong oleh Aslan. "Dari kemaren lo liatin dia waktu lagi duduk ma temennya, mata lo gak ngedip tau" Aslan emang paling peka.
"Masa sih"
"Masih mau nyangkal, gue liat sendiri Bima juga, ya gak Bim?"
Bima yang sedang memakan mie milik Azka mengangguk "Itu artinya temen kita udah normal"
"Sialan emang gue selama ini gak normal"
"Ya kita gak pernah liat lo jalan ama cewek, lo kira kita gak geli liat lo" kata Bima lagi.
"Gue bukan Aslan yang asal gebet, gue mau cari yang satu untuk selamanya, jadi gak bisa sembarangan"
"Ya gak salah kali cari pengalaman" Aslan mencebik.
"Buat apa cari pengalaman, tapi ujung ujungnya malah ngerusak diri apalagi ngerusak ceweknya,gue gak diajarin kayak gitu sama orang tua gue" dan suasana nya hening, "Sorry gue gak maksud bilang cara lo gonta ganti cewek itu buruk cuma gue punya prinsip sendiri" Azka jadi merasa tak enak kepada Aslan.
"Ya udah kali di ambil hati banget sama gue" beruntung Aslan memang orang terbuka hingga tak terlalu pusing dengan omongan orang lain.
"Kok gue yang jadi canggung ya" kata Bima.
"Perasaan lo aja kali, kita mah enggak ya kan" kata Azka, dan bertos ria bersama Aslan "Dah ah gue mau ke kelas dulu.
"Ke kelas kita apa ke kelas Yasmin" goda Bima,dan mereka tertawa sedangkan Azka sudah berjalan menjauh dari dua sahabatnya.
__ADS_1
Dan kini Bima yang tos bersama Aslan.