Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Membuka hati


__ADS_3

Azka sedang bermain dengan Raja mereka tertawa dan bercanda dengan mainan baru yang di dapat Raja dari kado ulang tahunnya.


Yasmin melihat dari jauh "Jadi gimana..?" tanya Dina mengagetkan Yasmin yang sedang menatap Azka dan Raja.


"Gimana apa nya?"


"Yas kita emang belum kenal lama tapi kamu bisa bilang apapun sama gue, lo bisa percaya!" Yasmin memang mengatakan kalau Raja bukan anaknya juga permasalahan dengan Sandi, namun Yasmin belum menjelaskan hubungannya dengan Azka,meski Yasmin memang benar mereka tak ada hubungan apa apa tapi dari gerak gerik mereka Dina tau ada sesuatu diantara mereka.


"Sebenarnya ada hubungan apa lo sama pria paling top di kampus kita itu?gue gak buta hingga gak bisa liat kedekatan kalian"


"Kami gak dekat.." elaknya.


"Ya sorry tapi dia yang deketin lo.."


"Gak tau lah Din aku pusing,dia cuma bilang mau bantuin aku dapat hak asuh Raja"


"Trus..?"


"Aku gak bisa.." Yasmin berjalan kearah gudang penyimpanan barang jualannya.


"Kenapa? lo emang butuh bantuan orang kaya Azka"

__ADS_1


"Aku harus nikah sama dia Din, aku gak mau"


"Huh.. ni.. kah, wouuw bagus dong ya nikah aja" antusias Dina.


"Gila kamu aku gak mau manfaatin orang kayak gitu" Yasmin memilah barang yang akan di kemas.


"Ini demi lo trus demi Raja juga.."


"Ini udah di cek kan Din..?"


Dina mencebik "Udah.." "Jangan ngalihin pembicaraan deh Yas.."


Dina menggeleng "Emang lo gak suka sama Azka Yas?"


Yasmin terdiam "Entah.."


"Itu berarti 50:50 bisa iya bisa enggak,berarti ada kesempatan lo bakal cinta juga sama Azka kan?"


"Kesimpulan darimana itu?" Yasmin melipat tangannya di dada.


"Yas,,Azka baik,dari setiap cewek yang deketin dia, gak pernah ada yang dia terima,trus sekarang di ngejar lo,itu berarti dia nemuin kriterianya di lo"

__ADS_1


"Sekarang gue tanya sekali lagi, Lo gak suka sama Azka?" Yasmin kembali menggeleng "Lo liat gue ngomong yang jelas" Dina merangkum wajah Yasmin agar melihat kearahnya.


"Aku gak tau Din, aku cuma takut kecewa, juga ngecewain.. aku sadar beberapa hari ini aku ngerasain sesuatu yang berbeda dari biasanya, cara dia perlakukan aku, cara dia perlakukan Raja membuat aku tersentuh, tapi.. aku gak siap buat terluka Din" kejadian di masa lalu terlalu terngiang di benaknya, dimana dia percaya pada Ayahnya sendiri ternyata malah mengecewakannya, dimana dia jatuh cinta namun ternyata itu hanya luka yang dengan sengaja ditorehkan padanya.


"Aku janji gak akan lakuin itu.." satu suara mengagetkan Yasmin dan Dina, ternyata sejak tadi Azka mendengar pembicaraan mereka,sebenarnya Azka berencana pamit pulang namun ia malah mendengar perkataan Yasmin.


"Ehmm gue keluar dulu" Dina keluar sambil menunduk,malu juga ketahuan ngomongin orang, tiba tiba orangnya ada.


Yasmin berbalik membelakangi Azka "Yas.. jika yang kamu maksud adalah apa yang dilakukan ayah kamu, dan mantan kamu aku gak akan lakuin itu".


Yasmin mengeryit "Dari mana kamu tau..kamu menyelidiki aku?"


"Maaf tapi aku harus tau semua masa lalu kamu agar aku bisa tau apa yang harus aku lakuin"


Yasmin memejam "Yas aku serius soal ini, aku harap kita bisa mencobanya kasih aku kesempatan buat buktiin semuanya kalau aku bisa jaga kamu dan Raja"


"Yas liat aku.." Azka menarik tangan Yasmin agar melihat kearahnya,Yasmin berbalik dengan air mata yang sudah mengalir, Azka mengusap pipi basah Yasmin "Maukan kamu percaya padaku? aku janji gak akan buat kamu terluka seperti yang kamu takutkan"


Dengan mengumpulkan segala kayakinan Yasmin mengangguk, "Terimakasih.." Azka tersenyum bahagia,genggaman tangannya di tangan Yasmin semakin mengerat, hingga Yasmin menarik tangannya dan membuat Azka tersadar "Sorry.."


Entahlah Yasmin masih ragu tapi ia harap dengan membuka hatinya pada Azka ia akan menemukan kembali kepercayaan tentang cinta.

__ADS_1


__ADS_2