
Hari ini Adam dan Alyla akan menghadiri pernikahan Leo dan Sania, Alyla tengah mematut dirinya di depan cermin sebelum Adam datang membawa dasi yang harus Alyla sematkan.
Alyla tersenyum disela aktifitasnya memasang dasi dan merapikan jas Adam, Adam memperhatikan Alyla yang semakin hari semakin cantik perut Alyla sudah agak berisi meski belum terlihat kentara. "Kalo Leo bukan sahabat mas, mas males buat kesana"
"Loh?"
"Mas gak rela istri mas yang cantik ini dilihat orang lain" Adam meraih pinggang Alyla dan dirapatkannya dengan tubuhnya.
Alyla malah tertawa "Jangan lebay deh mas kalo menurut mas aku cantik belum tentu menurut orang lain juga gitu, cantik tuh kan relatif"
"Kalo kamu gak cantik si Iqbal tuh gak mungkin curi curi pandang sama kamu"
"Masih bahas itu aja sih, udah ah Azka pasti udah nunggu dibawah" Azka sudah bersiap sejak tadi di bantu Bibi.Adam mengurai pelukannya, Alyla kembali merapikan jas Adam "Kan jadi kusut lagi jasnya" Alyla memberengut.
"Kayaknya ada yang gak mau dipeluk suami sendiri" sindir Adam.
"Ya ampun mas omongan kamu makin kesini makin ngaco deh, udah ayo!" Alyla merangkul tangan Adam lalu mendekapnya posesif, sudut bibir Adam tertarik, ya Alyla harus melakukan itu agar Mood Adam kembali baik dan melupakan kecemburuannya.
.
.
Mereka tiba di gedung tempat resepsi pernikahan Leo dan Sania sebelumnya Akad sudah di gelar disiang hari.
Sebelah tangan Adam mengemban Azka dan sebelah lagi menggandeng Alyla. Adam di sambut oleh Pak Ali ayah dari Leo "Silahkan Nak Adam"
Adam dan Arya sedikit berbincang dengan rekan bisnis mereka yang juga hadir.Bagaimana tidak Leo menikah dengan Anak salah satu pengusaha di Indonesia.
"Kamu cantik sekali" Alyla memeluk Sania yang terlihat cantik dengan gaunnya.
"Kamu juga, bagaimana kabar keponkanku yang di dalam sini?" Sania mengusap perut Alyla.
"Baik besok jadwal kami chek up"
__ADS_1
"Oh ya,apa kalian sudah tau jenis kelaminnya?"
"Tentu saja belum ini baru 12 minggu"
"Oh iya, aku jadi tak sabar ingin segera punya anak"
"Ya semoga kalian akan segera mendapatkannya" doa Alyla.
"Aamiin" Sania mencubit pipi Azka "Sayangnya tante sudah makin cakep ya,bentar lagi punya adik bayi"
"Ya Auntie Akka mau adik bayi perempuan"
"Oh manisnya aku suka panggilan Auntie,siapa yang mengajarimu?"Azka hanya menunduk malu.
Sementara Sania dan Alyla berbincang Adam sedang menggoda Leo. "Wah akhirnya ada yang akan segera merasakan E na- e na " Adam mengedip.
"Ya tentu saja aku tak akan melewatkannya"
"Ah aku benar benar merasa dicintai" jawab Leo sambil melihat kearah Sania. Belakangan dia tau jika selama ini Sania mencintainya sejak lama,dan tingkahnya mengejar Adam adalah untuk membuatnya cemburu dan mencari perhatiannya,namun dirinya yang tidak peka, sama sekali tidak menyadarinya.
Leo masih memperhatikan perempuan yang tengah menjadi istrinya Sania sedang tertawa lalu sesekali mengusap perut Alyla,dan bercanda bersama Azka.
"Sepertinya kau mulai tertular virus Bucin" Adam menyenggol bahu Leo.
"Ah iya" lalu mereka tertawa, Leo yang sering meledek karna Adam yang bucin kini dirinya merasakannya.Hatinya berdebar bahagia apalagi ketika melihat Sania melihat kearahnya dengan senyuman, senyum yang baru Leo sadari begitu manis "Ah cantiknya"
Adam sampai bergidik geli melihat Leo yang memandang Sania dengan tatapan memuja "Bersabarlah jangan sampai kau menerkamnya disini" Adam menepuk bahunya sebelum turun dari pelaminan, dirinya sudah terlalu lama mengobrol dengan Leo, "Sayang ayo kita turun biarkan yang lain mereka juga ingin bersalaman dengan pengantin ini" Adam membawa Azka dalam pelukannya.
"Ah maaf aku sudah menyita waktu kalian" sesal Alyla.
"Tidak aku senang sekali, terimakasih sudah datang" Sania memeluk Alyla lagi.
Adam dan Alyla turun "Dad Akka mau eskrim itu" Azka menunjuk stand eskrim yang tersedia di meja prasmanan.
__ADS_1
"Oh oke kita ambil eskrimnya" Adam beralih ke arah Alyla "Sayang duduklah dulu,Azka menginginkan eskrim mas akan mengambilnya dulu"
"Ya sudah aku tunggu disini" Alyla duduk di kursi yang tersedia.
"Mommy Akka ambil eskrim dulu ya"
"Ya sayang" Adam dan Azka pergi ke arah meja prasmanan yang tersedia dimana terdapat beberapa jenis makanan termasuk eskrim yang Azka mau.
Saat Adam dan Azka memilih eskrimnya,seseorang mengahampiri Alyla di mejanya "Hai" sapanya.
Alyla tersenyum canggung, "Boleh bicara sebentar" Iqbal duduk di kursi tepat di depan Alyla.
Alyla menarik nafasnya "Bisa tunggu sebentar mas Adam sedang mengambil eskrim"
"Kakak ingin bicara dengan kamu"
"Maaf tapi apapun yang akan anda katakan, katakanlah di depan suamiku,agar dia tidak salah faham" Iqbal mendesah pasrah,panggilan Alyla bahkan sekarang terdengar formal.
Adam mengeraskan rahangnya ketika mendapati sang istri tengah bicara pada orang dihadapannya,bagaimana tidak marah orang itu adalah Iqbal rekan bisnisnya yang katanya mantan yang tak pernah sampai.
"Loh Azka mana mas?"
"Mas titip ke mama" tatapan Adam beralih ke arah Iqbal "Sepertinya ada yang akan kita bicarakan yang tak boleh di dengar anak kecil" dengan tatapan menghunus pada Iqbal Adam duduk merapatkan diri dengan Alyla.
Iqbal mendesah pasrah "Baiklah, saya harap apa pun yang saya utarakan tidak mempengaruhi kerja sama kita pak Adam"
"Tergantung apa yang akan kau katakan"
_______________
Besok satu lagi terakhir..😘
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.Extr
__ADS_1