
Ketika Aluna melepas pelatuknya Adam mengarahkan pistol itu ke atas dan
Dor..
Aakhh..Alyla menjerit kaget namun pistol itu masih jadi rebutan antara Adam dan Aluna.
Leo dan polisi yang mendengar suara tembakan pun bergegas masuk dan melepaskan tambakannya pada Aluna.
Dor..
Dan mengenai tangan Aluna,Aluna yang merasakan sakit di tangannya melepaskan pistol tersebut dan terjatuh.
Adam melempar pistol tersebut sembarang dan beralih ke arah Alyla yang terlihat syok. "Sayang kamu baik baik saja" Alyla hanya mengangguk dengan mata yang berkaca kaca, "Tenanglah semua sudah selesai" Adam melepas ikatan Alyla dan meraihnya kedalam pelukannya "Syukurlah kamu baik baik saja" Adam mencium kening Alyla.
Aluna sudah dibekuk dengan luka tembak di tangan kiri, Aluna melihat Adam dan Alyla yang tengah berpelukan membuat darahnya semakin mendidih saat polisi lengah Aluna mengambil pistol dari seorang polisi yang tengah menggiringnya dengan tangan yang terborgol Aluna mengarahkan tembakan ke arah Alyla.
"Mommy.." Jerit Azka.
Dor..
Dor..
Alyla terpaku di pelukan Adam matanya mengalirkan Air yang tiba tiba mengalir deras "Mas.."
Bruk..
___________
Suara Ambulan mengiang di telinga Alyla yang terus mengenggam tangan Adam "Mas .. bertahanlah" isaknya.
Adam masih mengerjapkan matanya yang terasa berat, ketika Aluna mengacungkan senjata Adam memutar tubuhnya melindungi Alyla dan dua peluru itu menembus punggungnya. "Jangan menangis sayang mas baik baik saja"
"Iya mas baik baik saja,, mas harus janji mas akan baik baik saja"
"Iya.." kata Adam sudah mulai melemah.
"Mas jangan pejamkan matamu aku mohon" Alyla menepuk pipi Adam agar tetap terjaga.
"Mas aku mohon bertahanlah, jangan tinggalkan kami jangan tingalkan aku. Aku mencintaimu.."Alyla masih saja menangis darah terus mengalin meski perawat masih menekan luka Adam agar tak kehilangan banyak darah.
Adam terkekeh di sela sakitnya " Aku tau kamu memang... sangat... mencintaiku" kata Adam terputus putus.
"Iya.. Aku sangat mencintaimu mas,karna itu mas harus bertahan, demi aku demi anak anak kita.. hiks..hiks"
Adam mulai memejam "Mas..mas.."Alyla mengguncang Adam, Perjalanan ke rumah sakit terasa lama. Adam sudah kehilangan kesadarannya.
_________
Alyla masih menunggu di depan ruang operasi di temani Karina dan Arya disebelahnya sedangkan Azka di bawa Leo pulang.Karina bahkan masih menenangkan Alyla yang terus menangis dan menatap kosong pintu ruang operasi Adam.
Karina pun begitu terpukul namun dirinya begitu teriris melihat istri dari Anaknya yang begitu terlihat hancur melebihi dirinya.
Karina memeluk Alyla dan terus membisikan kata kata menenangkan.
__ADS_1
"Tenanglah sayang Adam anak yang kuat dia baik baik saja"
Alyla mengangguk namun air matanya masih terus mengalir Alyla tak bisa tenang sebelum operasi Adam selesai dan berhasil, Alyla sungguh takut Adam meninggalkannya.
_________
Sudah lima hari Adam dirawat di rumah sakit dan sudah terlihat lebih baik, Alyla selalu menemaninya, dirumah sakit mengurusi Adam dengan tenang karna Azka di jaga Karina dan Arya dirumah.
Lima hari lalu saat Adam di operasi,Betapa leganya ketika dokter keluar dari ruang operasi dan membawa kabar gembira, "Beruntung pelurunya tidak mengenai organ pital, sehingga pasien berhasil di selamatkan"
Alyla, Karin,dan Arya tak berhenti bersyukur. tangis haru pun mewarnai kebahagiaan mereka.
"Sudah sayang jangan terlalu lelah, diam dan duduklah" Adam melambaikan tangannya meminta Alyla mendekat "Biar bibi nanti yang merapikannya.
Alyla sedang mengemas pakaian Adam yang sudah di perbolehkan pulang,tepatnya Adam yang memaksa pulang. Adam mengulurkan tangannya yang disambut Alyla seraya tersenyum manis.
Alyla duduk disisi Adam dengan Adam yang memeluknya "Aku merindukanmu" Alyla mengeryit Rindu? bahkan setiap hari Alyla ada disisi Adam.
"Apaan sih mas tiap hari aku disini juga"
"Hmm.. tapi aku masih tetap merindukanmu" Adam menghidu aroma Alyla yang menenagkan untuknya.
Alyla sudah memerah dan geli yang dirasa Adam terus menduselkan kepalanya ditengkuk Alyla "Mas nanti ada yang masuk" tangan Adam mulai menyusup ke bluse yang Alyla kenakan dan meraba punggung Alyla.
"Memang kenapa?"
"Apanya yang kenapa?, ya malu dong, kamu masih sakit bisa diem gak sih" Alyla sudah mulai kelonjotan karna geli sebelah tangan Adam menyusuri perutnya dan meraba keatas buah da*danya yang masih tertutup br*a.
Adam memiringkan kepalanya semakin dekat dan dekat Alyla bahkan sudah memejamkan matanya
"Daddyyyy.."
Adam dan Alyla terperajat kaget dan menjauh, suasana canggung pun terjadi.
Adam mengumpat dalam hati pada Leo yang datang tanpa mengetuk pintu, nyaris saja Adam mencium Alyla.
"Daddy.." Azka melompat ke pelukan Adam.
"Oh.. hai soon kamu lebih berat sekarang" kata Adam sambil meringis merasakan guncangan di punggungnya yang terluka.
"Sayang hati hati Daddy masih sakit" Alyla memperingati Azka
"Sorry dad" Azka menunduk.
"Tak apa sayang daddy baik baik saja" Adam menciumi pipi Azka, "Daddy merindukanmu,bagaimana denganmu?"
"I miss you too dad" Azka memang tak diijinkan untuk menjenguk Adam,hanya sekali ketika Adam selesai operasi,dan hari ini ia merajuk pada Karina ingin ikut menjemput Adam.
Dan akhirnya dirinya pergi bersama Leo, dan bibi, karna Karina akan mempersiapkan untuk kedatangan Adam dirumah.
Bibi sudah langsung mengemas pakaian Adam yang tadi belum selesai Alyla kemas.Sedang Alyla masih berdiri canggung karna hampir kepergok Leo tadi.
Leo berdehem pasti Adam akan marah padanya nanti,dirinya bisa melihat mata Adam yang mendelik padanya menunjukan wajah kesal.
__ADS_1
Mereka pulang dan disambut Karina dan Arya bahkan ada Sania disana.meja makan sudah dipenuhi makanan kesukaan Adam .
"Selamat datang sayang" Karina memeluk Adam.
Arya menepuk punggung Adam dan tersenyum "Papa bangga sama kamu" sikap Adam yang rela mengorbankan dirinya untuk Istrinya membuat Arya bangga, meski nyawa Adam menjadi taruhan dan membuatnya khawatir namun itu menunjukan bahwa Alyla begitu berharga untuk Adam dan itu artinya Adam sudah bisa menjaga anak dan istrinya dengan baik.
Adam dan Alyla mengantar Karina,dan Arya hingga depan rumah, mereka pamit pulang.
Sedangkan Leo dan Sania sudah pulang sejak tadi,karna sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka.
"Hati hati Ma, Pa" pesan Adam lalu menutup pintu mobil Arya.
"Kamu juga ya sayang jaga kesehatan"
"Ya.." Adam melambaikan tangannya.
"Sampaikan salam mama sama Azka ya" Kata Karina pada Alyla, mereka tidak sempat berpamitan pada Azka karna Azka yang sudah tidur karna hari sudah malam.
"Ya ma" kata Alyla yang berdiri di sisi Adam.
Begitu mobil Arya sudah tak terlihat Alyla berbalik untuk masuk ke dalam rumah, namun Adam segera mengimbangi langkah Alyla dan merangkul pinggang istrinya itu.
"Sekarang giliran kita" bisik Adam.
"Apa an sih mas" Alyla mencoba melepas rangkulan Adam namun Adam malah menggendong Alyla "Ya Allah mas.. kamu masih sakit" Alyla menjerit khawatir takut luka Adam yang masih dibalut perban kembali berdarah.
"Diamlah sayang nanti bibi mendengar teriakanmu" spontan Alyla membekap mulutnya, dan Adam malah terkekeh.
Adam membawa Alyla menaiki tangga dan berhenti di depan kamar mereka "Buka sayang"
Alyla membuka pintu dan Adam pun masuk masih tetap mengendongnya Adam menendang pintu hingga pintu tertutup, dan merebahkan Alyla dengan hati hati.
Wajah Alyla sudah makin memerah melihat Adam yang kini berada di atasnya tengah mengungkungnya.
Adam membelai wajah Alyla mata mereka masih terus beradu "Terimakasih sayang sudah mau menemani hari hariku dan menerimaku kembali meski aku sudah membuat kesalahan" Adam mengecup dahi Alyla.
"Aku juga berterimakasih kamu sudah mempertaruhkan nyawamu demi Aku dan anak kita" Alyla mengecup bibir Adam sekilas.
"Oh istriku sudah mulai berani sekarang" Adam mengeratkan kungkungannya.
Adam memperhatikan wajah Alyla yang mengigit bibir bawahnya gugup "I love you." Adam melu* mat bibir Alyla "Aku mencintaimu.. sangat" lalu memangutnya lagi dan lebih dalam.
Adam melepas tautannya saat Alyla mulai terengah, Alyla tersenyum "I love you to aku juga mencintaimu mas"
Adam kembali memangut Alyla setelah perasaan bahagianya cintanya sudah terungkap dan bahagianya sudah didapat, yaitu bersama Istri dan anak anaknya, Adam mencium perut Alyla masih rata,Adam bersumpah tidak akan pernah menyianyiakan nya lagi.
TAMAT
_____________
Terimakasih sudah membaca kisah receh iniðŸ˜ðŸ˜ Aku terharu, Aku gak pernah menyangka akan menyelesaikan kisah ini awalnya aku cuma iseng nulis ternyata ada yang baca rasanya seneng banget.
Aku mulai semangat terusin lagi dan akhirnya selesai juga.🌹🌹
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca, semoga kalian terhibur, Ada yang mau extra part cus Komen👇