
Setiap Yasmin akan berlatih Azka selalu menemani, tak mau lagi kejadian Yasmin terjatuh terulang, dan juga sejak Yasmin membalas cintanya Azka semakin possessive, benar kata Kanaya, Azka akan menjadi sangat possessive padanya.
Azka dan Yasmin semakin lengket bahkan Azka selalu menolak jika ada pekerjaan yang mengharuskannya keluar kota,dengan alasan tak bisa meninggalkan Yasmin,beruntung ia punya asisten yang andal Jeromy yang hingga kini tetap bertahan dan jadi orang kepercayaan Azka.
Diusiannya yang ke 32 tahun Jeromy masih melajang, sindiran bujang tua yang kerap kali Azka ucapkan sama sekali tak berpengaruh padanya ia masih tetap datar saja. usia Jeromy memang lebih tua dari Azka, karna sebelum bekerja dengannya lebih dari empat tahun lalu Jeromy lebih dulu bekerja dengan Leo.
"Bunda.." Raja baru saja pulang di antar Sandi setelah selama tiga hari menginap di rumah kakeknya di yogya,Raja berlari dan memeluk Yasmin.
"Hei sayang" Yasmin hampir terhunyung andai Azka tak menahannya.
"Hati hati sayang.." Yasmin yang memakai tongkat penyangga hanya tersenyum, sudah satu minggu Yasmin menggunakan alat penyangga yang disarankan dokter, kakinya sudah mulai bisa berjalan meski menggunakan tongkat.
"Maaf Bunda.. aku kangen banget soalnya" Raja merasa bersalah karna hampir membuat Yasmin jatuh.
"Gak pa-pa kok sayang Bunda juga kangen kamu" Yasmin memeluk Raja.
"Sama ayah gak kangen nih..?" goda Azka.
"Kangen kok.. tapi dikit, lebih besar sama bunda" Yasmin terkekeh, Azka mendelik.
Sandi masuk membawa dua katung besar "Mainan nya mau ditaruh mana son?"
"Dikamar aku Pa.."
"Kamu beli mainan lagi?" tanya Yasmin "Sayang kamar kamu sudah penuh kenapa terus beli mainan, kamu sudah besar loh masa beli mainan melulu"
"Bukan aku bun, tapi Papa, katanya kalo aku gak beli mainan dulu aku gak diizinin pulang"
Yasmin mendelik ke arah Sandi, "Gak pa-pa Yas, lagian gak sering juga kan Kakak cuma mengganti masa masa yang terlewati dulu"
"Ya gak terus beli mainan dong Kak, bisa di tabung uangnya buat masa depan Raja"
"Kamu tenang aja kakak udah siapin itu sejak dulu" kata Sandi.
__ADS_1
"Gak usah lah, biar kita aja. Raja kan tinggal sama kita," Azka pun menimpali.
"Apa pun itu, aku tetap Ayah kandungnya dan itu tanggung jawabku sepenuhnya"
"Ya sudah kenapa gak sama sama aja sih, jangan repot" Yasmin menengahi.
"Ya sudah kita ke kamar kamu aja .."
"Iya pa, ayo kita ke kamar ku taruh mainan nya" Sandi dan Raja pun pergi ke lantai dua dimana kamar Raja berada.
Sandi belum menikah lagi, ketika ditanya kenapa? ia menjawab sedikit trauma akan mendapatkan wanita seperti Sofia lagi,maka ia memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja dan menemani Raja untuk menebus semua masa masa yang terbuang dulu meski tak setiap hari.
"Duduk dulu Yang.." Azka memapah Yasmin untuk duduk di sofa.
"Jadi gimana mau kapan pindahannya?" Azka mengajak Yasmin pindah ke apartemennya, Yasmin tau karna dulu Azka mengajaknya kesana saat bertemu dengan pengacara.
"Aku terserah kamu, tapi kata mom, kita disini aja supaya mom gak kesepian apalagi Kanaya juga mau keluar negeri"
"Kan ada Fardhan,Kita kan masih bisa berkunjung kesini Yang, lagian gak jauh juga.." Azka keukeuh ingin memulai hidupnya hanya keluarga kecil mereka.
"Iya.. tapi kamu yang bujuk mommy aku gak tega" Azka mengangguk lalu merebahkan dirinya di paha Yasmin.
Azka menarik tengkuk Yasmin hingga membungkuk dan memberikan ciuman lembut..hingga suara deheman menghentikan gerakan mereka "Hati hati bang nanti anak dibawah umur liat" Fardhan lewat begitu saja tanpa menoleh sedikit pun pada Azka dan Yasmin.
Azka mengumpat, ini dia salah satu alasan nya ingin pindah, meski rumah ini luas tetap saja ia tak tenang seperti sekarang Fardhan memang selalu ceplas ceplos, bocah datar itu..
Sedangkan Yasmin menepuk pipinya yang sudah memerah "Mas sih main nyosor aja.. malu tau,gak tau tempat "
"Ngapain malu kita udah halal, lagian kenapa dia lewat sini sih kaya gak ada tempat lain, ganggu aja" Azka dan Yasmin memang tengah duduk di sofa pojokan dekat kamar mereka, yang jarang di lewati "Ini makanya aku mau pindah, biar kita bisa bebas ciuman dimana aja.."
"Ya ampun mas,, omonganmu.."
"Kenapa emang nya, kamu juga suka kan, buktinya tadi gak nolak.." Azka meringis saat Yasmin mencubit lengannya. "Apa sih Yang.." Azka mengusap bekas cubitan Yasmin "Sakit sumpah, kamu tenaganya kuat banget"
__ADS_1
"Iya biar bisa nyeimbangin badan gede kamu" namun Azka malah menyeringai.
"Oh aku tau, biar bisa nyeimbangin diatas ranjang kan" bisiknya mesum.
"Ya ampun mas maksud ku kalo tenaga ku nyubit kamu gak kuat kamu gak akan kerasa, udah ah minggir.."Yasmin mendorong Azka dari pangkuannya.
"Loh mau kemana..?"
"Ke kamar nanti ada yang lewat lagi malu"
"Oh mau lanjut dikamar ya.." Azka menyusul Yasmin yang masih jalan pelan bersama tongkatnya.
"Mas..mesum terus!"
"Maksud nya lanjut rebahan nya sayang, kamu mah katanya jangan mesum, itu malah fikiran kamu yang mesum" langkah Azka menyimbangi Yasmin, tentu saja ia bisa melihat pipi Yasmin yang memerah.
"Mas ih.." Azka terus mengikuti Yasmin kedalam kamar menutup pintu,lalu terdengar pintu terkunci.
________
Nah loh mau ngapain dikamar..๐คญ
kira kira udah bisa belah duren gak ya..?
๐ค
Kita tunggu part berikutnya..๐
Like..
komen..
vote...
__ADS_1
๐น๐น๐นโโโ