Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Extra part-Cemburu


__ADS_3

Adam membawa Alyla kekantor karna siang nanti mereka akan menjemput Azka dari rumah Arya dan Karina alias orang tua Adam.


Adam hanya akan menghadiri rapat sebentar bersama rekan bisnisnya di kantor, Andai Leo belum cuti Adam bisa mempercayakan rapatnya pada Leo, tapi Leo sudah cuti karna lusa adalah pernikahannya dengan Sania.


"Pagi Pak, Bu" sapa Dika, Dika adalah sekertaris yang sementara menggantikan posisi Leo selama Leo cuti.


"Pagi, bagaimana Pak Iqbal sudah datang?"


"Belum Pak tapi sekertarisnya mengabarkan mereka akan segera tiba"


"Baiklah siapkan semua berkasnya"


"Baik pak saya persiapkan dulu"Dika keluar dari ruangan Adam menyisakan Adam dan Alyla.


"Aku ketoilet sebentar mas"


"Ya"


Tak berselang lama Dika kembali mengetuk pintu "Permisi Pak Adam Pak Iqbal sudah datang"


"Ya persilahkan masuk!"


"Selamat pagi Pak Adam?"


"Pagi, selamat datang Pak Iqbal silahkan," Adam mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Ketika Adam dan rekannya sedang membicarakan kesepakatannya Alyla keluar dari toilet.


Mendengar suara pintu terbuka Adam menolehkan kepalanya dan tersenyum "Sebentar Pak Iqbal" Adam menghampiri Alyla "Kamu sudah selesai ayo mas kenalkan sama rekan bisnis kita"


"Pak Iqbal kenalkan istri saya"


Iqbal yang tadinya menunduk pun mendongak lalu mengeryit Iqbal merasa mengenal perempuan yang disebut istri oleh Adam "Alyla?"


"Loh Kak Iqbal ya"


"Astaga aku kira salah ternyata benar aku tak pernah salah dalam membedakan kamu dan Aluna"

__ADS_1


Iqbal nyaris saja memeluk Alyla sebelum Adam mengahalangi "Apa maksudnya? kalian saling kenal"


"Ini Kak Iqbal kakak kelasku mas waktu SMA"


"Ya tepatnya Alyla ini cinta yang tak kesampaian" Iqbal terkekeh.


Mereka saling melempar tawa tanpa menyadari Adam yang memerah dikuasai kecemburuan, Adam meraih pinggang Alyla dan mendekat, Alyla meringis Bagaimana bisa dirinya lupa bahwa dengan Ojol saja Adam sudah cemburu apalagi pada cowok sekelas Iqbal yang sama sama tampan.


Adam berdehem "Pak Iqbal bisa kita lanjutkan saja metingnya."


"Oh iya" mereka pun melanjutkan rapatnya meski hati Adam sudah membara namun dirinya tetap fropesional.


"Baiklah pak Iqbal semoga semua berjalan lancar"


"Ya" Iqbal menjabat tangan Adam


"Ah ya Pak Adam saya harap kita bisa berbincang lain kali diluar pekerjaan, saya juga berharap bisa reuni bersama istri anda"


"Ah maaf sekali untuk waktu dekat kami sangat sibuk, benarkan Sayang?"


"Ah ya" Kata Alyla dirinya sudah sadar sejak tadi bahwa suaminya itu sudah terbakar api cemburu, apalagi Iqbal sesekali melihat kearah Alyla.


Setelah Dika menutup pintu Adam mengumpat "Tidak ada lain kali enak saja"


"Kamu senang sudah lihat cinta pertama yang tak sampai" sindir Adam.


"Apa an sih mas, Iqbal tuh cinta pertamanya Kak Luna bukan aku" kilah Alyla.


"Tetap saja dia itu pernah jadi orang spesial kan?"


"Ya ampun mas kamu kebangetan deh, kamu kan tau kamu cinta pertama aku, gak ada itu cinta gak sampai" Adam diam dan melipat tangannya di dada.


"Mas..?" Adam masih diam.


"Mas..? ya udah lah aku pulang aja ngapain disini juga dicuekkin" Alyla meraih tasnya yang berada di meja Adam dan berbalik untuk keluar.


"Berani kamu keluar dari sini aku hukum kamu!" tegas Adam.

__ADS_1


Alyla menoleh sambil memicingkan matanya. "APA?" sentaknya.


Adam meringis kenapa istrinya yang marah sekarang "Sayang"


"Udah ya mas kamu tuh sama Ojol cemburu, sama Kak Iqbal juga cemburu, kamu sama aja gak percaya sama aku"


"Bukan begitu sayang, ya sudah mas minta maaf" Adam menuntun Alyla agar duduk "Sini duduk dulu!" Alyla mendudukan dirinya "Aku ambil minum dulu ya" sementara Adam mengambilkan minum yang ada di atas meja Alyla mengulum senyumnya.


"Nah minum dulu" Alyla meneguk air yang di berikan Adam " udah gak marah kan?" tanya Adam.


"Asal mas janji jangan kayak gitu lagi"


"Okey mas janji"


Alyla berdehem "Terimakasih mas"


"Untuk?"


"Karna sudah mencintaiku, aku seneng loh liat mas cemburu kata orang cemburu tuh tanda cinta"


"Jadi kamu gak marah?"


"Gak, tapi ya jangan kaya gitu juga kali mas"


"Jadi kamu ngerjain mas?"


Alyla malah tertawa " Wah sepertinya harus ada yang benar benar di hukum"


"Akkhhh.. mas apa an sih turunin gak!"


"Gak ada panggilan kakak untuk si Iqbal, mengerti!"


"Iya tapi udah turunin aku"


"Gak kamu harus dihukum dulu" Adam membawa Alyla kearah ruang pribadi miliknya.


"MAS.." jerit Alyla.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2