
Perkiraan meleset jadwal yang harusnya selesai di jam 7 malam,baru selesai jam 8 malam Adam yang sudah gelisah sejak tadi segera memacu mobilnya sendiri untuk pergi ke Apartemen Aluna,penampilan Adam sudah acak acakan rambut kusut dengan dasi yang sudah merenggang dan kemeja yang keluar dari celananya Adam melempar jasnya ke bangku di samping kemudi,beruntung Adam masih bisa propesional dalam bekerja,hingga semua pertemuan berjalan lancar.
Memacu mobilnya dengan cepat hingga tiba di parkiran Apartemen Aluna memasuki lobi Apartemen dan masuk ke kotak besi yang akan membawanya menemui sang kekasih,Hati Adam membuncah antara rindu dan kesal ponsel Aluna masih tidak aktif,Adam mengerang frustasi dengan rahang yang mengeras apakah Aluna benar benar tidak meridukannya,mengusap wajahnya menghirup udara sebanyak banyaknya,untuk meredakan kekesalan
nya.Mengapa lif ini terasa lama sampainya .Adam sudah tidak sabar lihat saja Aluna akan mendapat hukuman karna membuat Adam khawatir.
Di dalam Apartemen nya Alyla baru saja selesai mandi masih dengan kimono handuknya,merebahkan diri di atas kasur lelah hampir saja terpejam namun kembali tersadar ponselnya sejak tadi ia matikan.
"Ya ampun aku lupa wah kacau pasti Adam marah,sejak tadi aku mengabaikannya" Alyla bergegas menghidupkan handphone nya,ia benar benar lupa,terbiasa memesan ojek online jika pulang namun tadi Alyla di antar oleh Randi yang memaksa ingin mengantar Alyla pulang,merasa tak enak hati akhirnya Alyla mengiyakan ajakan Randi untuk mengantarnya jadilah Alyla lupa menyalakan ponselnya.
Benar saja ketika ponselnya hidup bunyi notifikasi tidak berhenti bahkan sampai 50 panggilan tak terjawab,dan 30 pesan dari Adam,Alyla menepuk dahinya sambil terkekeh "Ya ampun banyak banget.. si Adam bucin amat" seketika raut wajah Alyla berubah pias kebucinan Adam adalah untuk Aluna kakaknya bukan untuk dirinya.jari Alyla yang sedang menggulir layar terhenti dan melempar ponselnya ke atas kasur lalu merebahkan diri lagi menutup mata menghirup nafas dalam percuma membalas pesan mengatas namakan Aluna malah membuatnya sakit seperti ada setitik luka kecil yang lambat laun menjadi besar. 'Kenapa harus ada di posisi seperti ini' meremas dadanya sakit.
__ADS_1
Tak berselang lama Bel berbunyi Alyla beranjak bangun tanpa mengganti baju bahkan masih memakai kimono handuknya Alyla menuju pintu.
Alyla terkejut melihat Adam yang berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam,dan rahang yang mengeras,belum hilang keterkejutan Alyla,Adam mendorong Alyla masuk dan menutup pintu dengan kaki hingga terdengar bunyi pintu terkunci,Adam memojokan Alyla di tembok tanpa aba aba Adam m3lum4t habis bibir Alyla mengh1s4p dan menggigit hingga bibir Alyla terbuka Adam mengabsen setiap inci mulut Alyla dengan ganas dan kasar.
Alyla yang tidak siap dengan serangan Adam yang tiba tiba mencoba memberontak,namun Adam semakin menekan tengkuk Alyla hingga akhirnya Alyla pasrah menerima.Alyla merasakan dirinya tak berdaya hampir merosot jatuh namun dengan cepat Adam meraih pinggang Alyla.
Alyla meremas kemeja Adam mencari kekuatan untuk berdiri,sementara Adam semakin menggila tak perduli Alyla yang mulai kehabisan nafasnya.Adam mulai bergeriliya di kedua aset Alyla yang tidak memakai br4 mer3masnya perlahan,Alyla mengerang di dalam c1um4n Adam,tangannya mulai memukul dada Adam,namun Adam masih tidak perduli. Adam berpindah pada leher jenjang Alyla mngh1sa4p dan menggigit hingga timbul bercak kemerahan.
Adam tersadar dengan perlakuannya terhadap kekasihnya,seketika raut wajahnya menegang lalu mulai melepaskan genggaman tangannya dari pinggang Alyla,Alyla merosot jatuh menenggelamkan wajahnya di kedua pahanya.
Adam mengacak rambutnya frustasi,lalu ikut berjongkok di depan Alyla,"Sorry.. i'm so sorry" bisik Adam parau.Adam mendekap tubuh Alyla memeluknya, Apa yang sudah ia lakukan Adam menyakiti hati kekasihnya dan membuatnya menangis.
__ADS_1
"Maafkan aku.. aku tidak bermaksud menyakitimu sungguh,Aku begitu frustasi kamu mengabaikan pesanku dan tidak memberi kabar. Aku merindukanmu dan mengkhawatirkanmu,ini membuatku gila.. Maaf,maafkan Aku"
Alyla menggangkat wajahnya menatap raut Adam terlihat kacau rambut dan pakaian yang sudah kusut menandakan Adam benar benar tertekan,hatinya pilu sebegitu cintanyakah Adam pada Aluna hingga menjadi sekacau ini bahkan hanya karna tidak membalas pesannya Adam bisa menjadi segila ini.
Hati Alyla sakit,benar benar sakit kini ia semakin yakin bahwa dirinya telah jatuh.Jatuh sejatuh jatuhnya pada Adam,mengapa harus Adam,di saat dia bisa merasakan cinta,bahkan cinta pertamanya mengapa harus Adam kekasih kakak kandungnya sendiri.
Alyla masih sesegukan,Adam menyatukan keningnya di kening Alyla "Sayang maafkan aku,Aku mohon maafkan Aku" bahkan Adam ikut menangis.
"Jangan lakukan itu lagi,hiks..hiks,jangan melakukan nya lagi tanpa izinku!!,itu menakutkan..hiks..hiks.."
Adam terenyuh hatinya sakit melihat sang kekasih menangis karna ulahnya,"Maaf.. itu tidak akan terjadi lagi,aku berjanji."
__ADS_1