
Alyla mengedarkan pandangannya pada seluruh rumahnya sepi Azka benar benar menginap divila Adam,untuk pertama kalinya Alyla di rumah sendirian,sebenarnya Karina melarangnya pulang dengan alasan Alyla belum pulih benar, namun Alyla tak ingin berada disuasana canggung lebih lama.
Alyla menarik nafas lalu mengembuskannya ini baru beberapa jam Azka bersama keluarga Adam, namun rasanya Alyla sudah rindu pada anak itu.
"Apa jadinya kalo aku jauh dari Azka baru sebentar saja rasanya lama sekali"
Alyla merebahkan dirinya di atas kasur matanya sudah sangat mengantuk mungkin efek dari obat demam yang diminumnya tak lama Alyla sudah terlelap.
Adam baru keluar dari kamarnya setelah menidurkan Azka. "Mama lagi apa,udah malem kenapa belum tidur?"
Karina melihat ke arah Adam "Mama lagi siapin undangan buat ke sekolah Alyla,papa mau semua guru dan kepala sekolah di undang"Adam pun mengangguk. "Jadi gimana kapan mau nikah?"
"Secepatnya"
__ADS_1
"Kamu tau gak dulu waktu di pesta ulang tahun kamu mama ngerasa aura Aluna tuh beda dari biasanya,eh,,ternyata dia bukan Aluna" Karina terkekeh.
"Trus mama juga inget waktu dia rawat kamu lagi sakit,keliatan tulus banget,mama harap nanti kalau kalian menikah kamu jangan sia siakan dia,dia tidak bersalah Dam ini semua hanya karena keserakahan Aluna hingga Alyla jadi korbannya."
"Mama juga berharap kamu bisa secepatnya melupakan Aluna Dam,mulailah dari awal bersama Alyla,mama yakin kamu akan menemukan perbedaan antara mereka yang akan membuatmu jatuh cinta, meski wajah mereka sama,namun mereka tetap berbeda."
Adam hanya diam,Adam sendiri bingung dengan perasaannya Adam pun menyadari dulu ada yang berbeda.. dari Aluna namun Adam selalu menampiknya,Adam juga selalu tidak bisa mengendalikan dirinya di hadapan Alyla,sama ketika dirinya berhadapan dengan Alyla yang di sangka nya Aluna dulu,ternyata memang mereka orang yang berbeda,sekarang pun Adam selalu merasa ada yang berbeda dari hatinya ketika melihat Alyla,Adam tak mengerti perasaan apa itu, namun mendengar Alyla mengucapkan bahwa dia tak mencintai Adam membuat hati Adam sakit.
"Adam akan berusaha yang terbaik mah"Adam tak ingin mempermasalahkan cinta biarlah semua berjalan dengan sendirinya,yang pasti Adam hanya ingin membahagiakan Azka sekarang,mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk Azka.
"Ma ayo tidur papa udah ngantuk" Arya baru masuk dari belakang rumah setelah memantau para pekerja di belakang rumahnya,rencananya sebelum mereka pulang ke Jakarta vila sudah harus selesai.
"Ya sudah Dam mama sama papa tidur duluan ya" Karina berdiri dari duduknya,dan menepuk punggung Adam.
__ADS_1
Alyla sudah bersiap ke pesta Arya dan Karina,tadinya ia enggan datang namun kepala sekolah juga menekankan bahwa semua guru harus hadir karna undangan langsung dari pemilik yayasan sekolah yang tak lain adalah Arya sendiri.
Ane juga menyarankan Alyla untuk hadir karna juga ada Azka disana,ya Alyla sudah menceritakan semuanya pada Ane bahkan tentang pernikahan yang akan terjadi demi Azka.
Ane sudah menunggu di teras rumahnya mereka berencana untuk pergi bersama,karna Ane juga mendapatkan undangan atas permintaan Azka untuk mengundangnya dengan Aira.
"Sudah siap berangkat sekarang yuk!"
Mereka pun berjalan kaki karna jarak nya yang dekat,pintu gerbang dibuka lebar karna para tamu sudah mulai berdatangan dari jakarta bahkan rekan bisnis Arya dari luar kota pun hadir,mobil mewah sudah berjejer di garasi hingga keluar.Arya hanya mengundang 150 orang rekan bisnisnya,tidak termasuk keluarga dan kerabat dekat,bagi mereka tentu itu hanya pesta kecil biasa,mengingat mereka hanya menyelenggarakannya di vila, jadi semuanya dibatasi.
Aira sudah merengek pada Ane untuk menuju meja makanan,hingga akhirnya mereka berpencar.
Alyla mengedarkan pandangannya untuk mencari Azka seharian tak bertemu membuatnya amat rindu pada Azka,namun pemandangan di depannya membuatnya sesak..
__ADS_1
Beginikah rasanya jika dirinya nanti tak bisa lagi bersama Azka.
...Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏...