
Aluna sedang bersorak gembira setelah mengirimkan foto Adam yang tengah tertidur di sofa ketika menungguinya dirumah sakit dengan sedikit rekayasa Aluna memotret tangannya yang tengah mengenggam tangan Adam sehingga terlihat Adam yang tengah menggenggamnya, juga satu foto lagi ketika Adam sedang tertidur lalu disebelahnya Ada Aluna yang sedang tertidur pula.
Aluna sudah merencanakan itu semua ketika dirinya tak bisa membuat Adam kembali maka Alyla yang harus pergi,setelah Alyla pergi maka dia akan masuk kembali ke kehidupan Adam.
"Alyla kamu masih adik yang polos sayang sekali ini terlalu mudah tinggal satu langkah lagi" Aluna menggoyang wine yang ada di gelasnya "Dan Adam kamu akan kembali padaku" Aluna menyesap wine nya sambil terus tersenyum, Aluna yakin dirinya akan menang.
Selama dalam perjalanan Alyla terus diam hanya sesekali menimpali perkataan Azka,Adam mengeryit namun tak menimbulkan prasangka didalam diri Adam,Adam menyangka mungkin mereka tak punya topik penting untuk dibicarakan, raut Alyla juga terlihat ceria karnanya Adam tak memusingkan sikap Alyla yang banyak diam.
Adam tak tahu jika Alyla tengah menyembunyikan luka dibalik senyum cerianya, terlebih di hadapan Azka Alyla ingin terlihat baik baik saja.
__ADS_1
Begitu tiba dirumah hari sudah sore mereka benar benar bermain seharian,Azka begitu senang bahkan Azka bercerita kepada bibi tentang seharian dia bermain bersama sang Daddy.
Alyla baru menyelesaikan sholat ashar ketika ponsel Adam yang Ada di nakas berbunyi tertera nama Aluna disana begitu Alyla ingin meraih ponsel tersebut Adam keluar dari kamar mandi, sontak saja Alyla berbalik badan dan menjauh dari nakas.
Adam mengangkat ponsel yang sejak tadi berbunyi namun Adam berjalan menjauh dari Alyla pergi kearah balkon, tangan Alyla meremas dadanya dibalik mukena yang masih dia kenakan.
Tak lama Adam masuk kembali kedalam kamar "Sayang aku harus pergi ada pekerjaan mendadak di kantor" kata Adam lalu berjalan kearah lemari untuk memakai setelan kemejanya. "Makan malam saja duluan jangan menungguku,oke" Adam mengecup dahi Alyla lalu bergegas pergi.
Alyla hanya diam sambil melihat kearah Adam yang menghilang di balik pintu, tepat setelah pintu tertutup Alyla terduduk jatuh sambil terus meremas dadanya sakit,Alyla membungkam mulutnya kuat agar tangisnya tak terdengar keluar kamar.
__ADS_1
Adam memacu mobilnya setelah mendapat kabar bahwa Aluna kembali keritis dan mengeluh sakit kepala karna itu Adam segera menuju rumah sakit tempat Aluna dirawat. Adam merasa bersalah karna lagi lagi harus berbohong pada Alyla, namun saat ini prioritas utamanya adalah Aluna yang tengah kritis.
Begitu sampai diruang rawat Aluna, Aluna tengah tertidur, perawat mengatakan bahwa Aluna baru saja beristirahat setelah tadi meraung raung karna sakit yang di deritanya.
Adam memutuskan untuk menunggu Aluna bangun untuk memastikan keadaannya baik baik saja.
Alyla tak ingin menunggu Adam pulang dirinya tak ingin tambah sakit hati dengan kenyataan bahwa selama ini dirinya hanya menjadi bayangan, Alyla akan mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi kedepannya, tak masalah jika Adam memilih Aluna asalkan dirinya tak pernah terpisah dari Azka, seharusnya sejak menikah dengan Adam itu adalah prioritasnya, tak seharusnya dirinya berharap lebih dan terjadi tumbuhnya harapan dalam diri Alyla. 'Hanya demi Azka,hanya Azka' batinnya menekankan.
Alyla meringkuk memeluk Azka yang sudah tertidur, mungkin malam ini Adam akan pulang malam lagi. Alyla menghela nafasnya tak ingin menangis lagi dirinya memejamkan mata berharap dapat melupakan rasa sakitnya.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.