
Adam masih disibukan dengan pekerjaannya,setiap hari Adam akan menghubungi Alyla untuk menanyakan kabar Azka,hari ini Adam belum menghubunginya karna berencana menyelesaikan pekerjaannya untuk segera menemui Azka langsung,besok hari sabtu dan Adam akan menghabiskan waktu akhir pekannya bersama Azka dan tentu saja Alyla.
Sejak Adam bertemu Azka hari harinya seperti lebih hidup,seperti punya semangat baru bahkan Adam sudah kembali sering tersenyum,Adam sudah bertekad akan membawa Azka secepatnya ke jakarta karna itu ia akan mulai perencanaan pernikahannya.
"Leo bagaimana kau sudah bilang pada Sania untuk menangani pernikahan ku?"
"Sudah Pak hari ini dia akan datang kemari untuk menanyakan konsep apa yang kau mau"Jawab Leo,Sania adalah seorang WO juga termasuk kerabat Adam."Mungkin kau harus mendiskusikan nya dengan Alyla"
"Haruskah aku tanyakan pada Alyla?"
"Ya,siapa tau dia punya konsep impiannya" Adam mengangguk.
Tok..tok..tok.. seseorang membuka pintu nampak gadis cantik yang sedang menatap tajam ke arah Adam. "Bagus sekali setelah kau menolak ku terus menerus,sekarang kau bilang kau akan menikah!" gadis itu duduk di sofa di ruangan Adam dengan angkuh. "Dan tanpa perasaan kau menyuruhku menjadi WO mu"
Adam dan Leo memutar bola matanya malas "Kalau tidak mau aku akan cari WO yang lain"
"Jika anda tidak ingin nona Sania saya akan mencari WO yang lain untuk anda Pak" Kata Leo.
"Baiklah Leo cari saja WO yang lain untuk ku,sepertinya dia tidak mau" kata Adam acuh,Adam bahkan tak melihat ke arah Sania matanya masih pokus pada pekerjaannya yang ia harap segera selesai.
"Enak saja.. aku sudah menyetujuinya sekarang,dan dengar kau harus membayarku mahal untuk ini" Sania bahkan sampai berdiri dan berkaca pinggang demi Adam dan Leo mendengarnya.
__ADS_1
"Lalu sekarang konsep apa yang kau mau? dan kapan tanggal pernikahannya?"
"Satu minggu lagi" kata Adam enteng
"APA.. apa kau bilang,..kau pikir tak butuh persiapan,gaun,gedung dan ketering,juga undangan?,kau kira ini semudah membeli baju,kau akan menikah tuan Adam." Sania memijat keningnya,kalau saja Adam bukan kerabatnya tak akan mau dirinya di repotkan oleh Adam.
"Kalo begitu segera mulai persiapanya!"
"Haisss kau!!" Sania sudah siap menyemburkan makiannya namun Adam segera menyela "Aku akan membayar Tiga kali lipat dari harga yang kau tawarkan."
"Oke.. deal" Sania memang menyukai Adam sejak 3 tahun lalu namun dirinya selalu di tolak Adam,namun Sania bukanlah gadis gila yang kan mengejar lelaki yang sudah akan menikah,karna itu dirinya memilih menerima tawaran Adam,apalagi uang yang Adam tawarkan sangat fantastis.
"Heh tuan Leo yang terhormat daripada kau berkata keburukan lebih baik kau belikan aku kopi,aku tamu disini dan kau sebagai asistennya seharusnya memberiku setidaknnya air,bahkan air putih pun tak ada,dasar asisten gak ada ahlak"
"Baiklah nona akan saya ambilkan"
"Ya ..ya cepat sana" Leo hanya memutar bola matanya,dan pergi dari ruangan Adam.
Adam melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah pukul 5 sore "Aku akan mandi dulu,aku tak sempat pulang karna harus segera berangkat sebelum malam,dan Sania untuk konsep aku akan bicarakan dulu pada Alyla,nikmati kopi mu sebelum pulang" kata Adam sambil melangkah menuju ruang pribadi yang ada di ruangannya.
Tak lama setelah Adam masuk ponsel Adam berbunyi awalnya sania mengacuhkannya,namun ponsel Adam terus saja berbunyi.
__ADS_1
"Hallo"
"Hallo bisa bicara dengan pak Adam" setelah hening beberapa saat terdengar suara perempuan di sebrang sana.
"Oh Adam sedang mandi,ada pesan biar nanti ku sampaikan"
"Baiklah tolong untuk menghubungi nomor ini lagi"
"Baiklah akan ku sampaikan"
"Terimakasih"
"Oh apa kau calon istri Adam" Namun poselnya sudah mati,Sania menaruh kembali ponsel Adam di tempat semula.
Setelah lima belas menit Adam keluar dari ruang pribadinya dengan pakaian berbeda. "Kau belum pulang?"
"Aku akan pulang tapi mau menyampaikan pesan dulu,tadi ada yang menelpon mu,dan meminta untuk menghubungi balik,sudah ya aku pulang nanti hubungi aku jika sudah sepakat konsepnya!" Sania pun pergi dari ruangan Adam.
Adam hanya menggeleng melihat tingkah Sania,lalu Adam melihat siapa yang menghubunginya,tertera nama Alyla namun Adam tak berniat menghubunginya malah memasukannya kedalam saku dan meraih kunci mobil untuk segera pergi,Adam sudah merindukan Azka dan Alyla tentunya,Adam tersenyum ketika mengingat raut Alyla ketika terakhir kali Adam menemuinya.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca
__ADS_1