
Ketika Adam sudah pergi ke kantor, Karina benar benar datang untuk menjemput Alyla dan Azka, Karina sampai menangis haru karna sudah bisa bertemu dengan cucu dan menantunya "Sayang mama seneng banget akhirnya kamu pulang, jangan tinggalkan Adam lagi ya mama janji kalo sampe Adam bikin sakit hati kamu mama yang akan hadang dia, bila perlu mama coret dia dari keluarga Sadewo" kata Karina menggebu gebu.
"Mama tau kalau itu?"
"Ya tau lah Adam sampe berlutut di depan papa karna menurutnya papa yang nyebunyiin kalian, padahal yang nyembunyiin kalian dari dia si Leo, Adam sampe nyewa detektif tapi, ya semua berita kan sebelum ke Adam ya ke Leo dulu, baru setelah Adam sadar dia datangi Leo sampai Adam hampir pukul Leo, karna selama ini Leo yang nyembunyiin keberadaan kalian."
"Aku jadi malu sama mama dan papa, karna masalah ini"
"Gak usah malu itu memang salah Adam udah tau Aluna dari dulu jahat masih aja dipercaya" setelah mengatakan itu Karina menutup mulutnya karna dirinya baru teringat Aluna Adalah saudara Alyla "Sayang maaf mama gak bermaksud.."
"Gak apa ma, lagian emang begitu keadaannya Kak Luna tak pernah berubah, aku berharap suatu saat Kak Luna bisa berubah,bisa bahagia dan hidup dengan baik" lirih Alyla sambil menunduk, dirinya sungguh berharap bisa hidup rukun bersama saudara satu satunya hanya Aluna yang dia miliki sebagai saudara.
"Oh ya gimana cara Leo menemukan kami?"
"Katanya dia cek cctv terus dia liat kamu masuk taksi terus dia lacak taksi itu"
"Ya sudah jangan di pikirkan mending kita jalan jalan sekarang, mama gak sabar main sama Azka" Karina mengedarkan pandangannya "Oh ya mana Azka?"
"Azka lagi diruang bermain katanya kangen sama mainannya" kata Alyla sambil terkekeh.
"Ya ampun sama Eyangnya dia gak kangen gitu?" Karina bergegas naik ke lantai atas karna ruang bermain memang tepat di depan kamar Azka.
__ADS_1
Azka memekik senang saat mendapati Karina datang "Eyang... jadi jalan jalan kan Eyang?"
"Oh.... jadi gak kagen sama Eyang, trus cuma mau jalan jalan doang?" Karina pura pura merajuk sedih.
"Hehe Akka kangen kok sama Eyang, maaf Eyang bikin Eyang sedih" Kata Azka berkaca kaca.
"Ya ampun sayang gemesin banget sih kamu, pokoknya hari ini kemana pun kamu mau hari ini Eyang anterin oke.." Karina menciumi pipi Azka gemas.
.
.
"Apa yang kamu lakukan sampai Alyla mau memaafkam mu?"
Adam mendelik ke arah Leo "Tentu saja dia akan memaafkan ku karna dia mencintaiku" bangga Adam.
"Cih percuma mencintai orang yang tidak mengahargai kita"
Adam menatap tajam pada Leo "Jangan jadi api dipadang yang gersang"
"Oh jadi intinya Alyla masih marah dan belum memaafkanmu, cih.. harusnya kau tak menurutimu untuk membatalkan gugatan cerainya" Leo semakin memanasi. "Setelah Alyla jadi janda Aku yang akan menjadikannya istriku" Leo sudah membuat Adam gerah.
__ADS_1
"Berani kau..!!" Lalu Adam menyeringai melihat seseorang berdiri di belakang Leo "Oh jadi kau akan menikahi Alyla lalu Sania mau kau apakan"
"Kalau bisa dua kenapa harus satu" Leo mengangkat Alisnya.
Adam semakin terkekeh melihat perempuan di belakang Leo sudah mengeluarkan taringnya. "Baiklah sebelum itu bicarakan dulu dengan wanitamu itu" Adam melirikan matanya kearah belakang Leo,sontak saja Leo melihat kebelakang.
Melihat Sania yang sudah merah padam membuat Leo sedikit bergidik, belum tau saja Leo kalau perempuan sudah marah "Oh jadi sebelum menikah saja kamu sudah berniat menduakan ku"Kata Sania sambil berkaca pinggang.
"Bu..bukan Aku.. cuma.. bercanda kok"
"Bercanda bercanda, bekal makannya buat kamu aja Dam" Sania menaruh kotak makan di meja Adam.
"Maaf tapi istriku sudah pulang dan aku sudah punya bekalku sendiri" Kata Adam menolak.
"Ya udah kasih ke OB,atau siapa aja asal jangan ke Leo" Sania bergegas pergi tanpa melihat ke arah Leo.
Leo mendengus ke arah Adam sebelum berlari mengejar Sania manyisakan Adam yang terbahak. "Rasain siapa suruh menyembunyikan istriku"
________
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1