
Pagi ini Alyla berangkat bekerja,menaiki bus dan turun di sebuah halte berjalan beberapa meter hingga sampai di Restoran.Tanpa disadari ada seseorang yang terus memperhatikan garak geriknya.
Restoran belum buka hanya ada beberapa karyawan yang mulai absen nya,memasuki ruang ganti dan memakai seragam pelayannya.
"Lyla.. masih pake kaca mata aja sih" Lisa menepuk pundak Alyla.
"Isshh bikin kaget aja aku kira siapa" Alyla mengancing kemejanya lalu menyanggul rambutnya.
"Emang maunya siapa? ya kali ada cowo masuk ruang ganti cewe"
"Ya kali ada yang nekat masuk"
"Ck kenapa masih pake kaca mata ganggu pemandangan kalo kata Randi"
"Emang dia bilang gitu?"
"Hmm..kayanya dia naksir kamu loh La,soalnya dia perhatiin kamu terus"
"Masa sih, ada ada aja kamu Lis belum tentu dia naksir aku"
"Ya terus apa dong kalo liat kamu Randi tuh gak berkedip,apa coba kalo bukan naksir" Alyla mengedikan bahu acuh,tak ada pikiran untuk hal seperti itu,bagi Alyla dia hanya perlu fokus mengumpulkan uang untuk kuliahnya dan lulus dengan cepat.Namun akhir akhir ini fokusnya mulai bercabang tentang Adam,Alyla mendesah lelah kapan kak Luna pulang,kalo terus begini dia bisa makin jatuh pada pesona Adam.Alyla akui bahwa hatinya selalu berdebar bila bersama Adam.
"Woy kok ngelamun sih,ayo cepet kita kerja"
Alyla memasukan ponsel tas selempangnya kedalam loker. Mereka pun mulai menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
______________________
Adam baru bangun meraba poselnya yang ada di nakas terus berbunyi,mematikan Alarm di ponsel lalu bangun menuju kamar mandi,selesai berpakaian rapi lengkap dengan jas dan dasi rambut yang tertata rapi,menuruni tangga menuju ruang makan sudah ada Arya dan Karina di meja makan,seperti biasa Arya masih terus menggoda Karina sang istri,Arya adalah sosok yang hangat dengan keluarganya,namun akan menjadi tegas jika sudah berurusan dengan pekerjaan.
"Akhirnya anak mama turun juga,mama udah pegel kuping dengerin papamu ngegombal" Karina mendelik.
__ADS_1
"Pagi pagi udah rame aja pah,nanti mama bosen dengerin papa gombal tiap hari"
"Kata siapa yang ada Mamamu tambah cinta sama Papa liat aja pipi mamamu udah merah,kamu nanti sama istrimu harus contoh Papa biar terus harmonis"
"Pasti pah" Adam dan Arya pun tergelak.
"Ish Anak sama bapak sama sama tukang bucin" Karina memutar bola matanya.Tak lama para pelayan menyajikan makanan di meja, mereka pun mulai menyantap sarapan dengan hening.
"Gimana kerjaan kamu Dam"Arya memulai percakapan setelah menyelesaikan makannya,dan mereka mulai kembali dalam mode kaku.
"Lancar Pah ,Aku mulai menikmati masa masa dalam percobaan yang Papa buat."
"Nanti setelah kamu lulus dari masa percobaan kamu bisa mencari Asisten kamu sendiri karna Papa masih butuh tenaga Ali"Adam mengangguk mengerti.
Dari pintu muncul Pak Ali yang sudah siap dengan buku agenda di tangan nya,hari ini mereka akan menemui rekan bisnis mereka diluar kantor jadilah Ali menjemput Adam dirumah.
"Pagi pak Arya,Nak Adam" Ali membungkuk.
"Tidak Nyonya terimakasih,hari ini kami sangat sibuk"
"Iya sayang kamu jangan terlalu perhatian sama Ali nanti aku cemburu,sudah sana cepat pergi kalian" Karina dan Adam kompak memutar matanya.
"Ya sudah Mah,Pah Adam pamit dulu" Adam pun beranjak dari duduknya.
"Hati hati sayang"Karina melambaikan tangannya.
Diperjalanan Ali membacakan jadwal Adam yang tak boleh Adam lewatkan karna semua pertemuan hari ini sangat penting.Sedangkan Adam sibuk dengan ponselnya menghubungi Aluna yang tidak di angkat Adam mulai gelisah gadis itu tak mengirim pesan atau menelpon Adam apa dia tidak rindu,sedangkan Adam baru sehari tak bertemu saja sudah rindu setengah mati.Adam mengusap wajahnya gusar sedangkan hari ini dia akan sangat sibuk dengan pekerjaan itu berarti dia tak bisa menemui sang kekasih.
Jam istirahat di Restoran para pekerja berganti untuk bergilir beristirahat,giliran Alyla untuk makan siang,Alyla membuka loker untuk mengecek ponselnya,Alyla membulatkan matanya puluhan panggilan tak terjawab,dan pesen dari adam menghiasi layar ponselnya.
Adam
__ADS_1
"Sayang kamu sedang apa"
Adam
"Sayang angkat telponnya"
Adam
"Sayang aku merindukanmu"
Adam
"Apa yang sedang kamu lakukan Luna sampai tidak mengangkat telponku"
Adam
"Sayang"
Adam
"Aluna"
Dan masih banyak lagi,Alyla mendesah,entah dia harus senang atau takut,separuh hatinya menyukai perhatian Adam separuh lagi takut,takut jatuh cinta pada Adam yang notabenenya kekasih kakaknya,alih alih menjawab pesan Adam Alyla malah mematikan ponselnya,dan menutup lokernya untuk bersiap makan siang.
Disisi lain Adam yang baru saja selesai dengan pertemuannya gusar setengah mati, Alyla tak membalas pesannya dan malah tak aktif, 'Apa yang kamu lakukan Luna kamu membuatku gila' Adam mengusap wajahnya "Pak Ali masih ada berapa rapat hari ini, bisakah jadwalnya di percepat"
Ali yang duduk di samping supir pribadi Adam menoleh ke arah Adam dan mengerutkan alisnya "Masih ada dua pertemuan penting perkiraan baru akan selesai jam 7 malam nak Adam,dan tidak bisa di percepat karna sudah di atur sesuai jadwal dari para klien kita yang juga sibuk"
Ali memperhatikan raut wajah Adam yang terlihat frustasi,namun tak ingin bertanya karna itu privasi Adam.Tugasnya hanya mendampingi Adam dalam bekerja.
Adam hanya bisa pasrah ia sadar tak bisa seenaknya dalam bekerja,apalagi Adam masih dalam masa percobaan sang Ayah.
__ADS_1
Yang ia harapkan semoga tidak terjadi apa apa pada Aluna.kekhawaitaran yang tidak berdasar sejak kapan Adam menjadi sepanik ini hanya dengan Aluna tidak membalas pesannya karna biasanya Adam tak pernah setakut ini bahkan dulu Adam jarang bertukar pesan dengan Aluna.Namun kali ini mengapa berbeda.