
Ditengah malam Alyla terbangun dan keluar dari kamar, Alyla menyelimuti Adam yang tengah terlelap "Kenapa jadi kaya gini sih mas" Alyla mengusap pipi Adam yang penuh dengan bulu tipis dan tampak Adam yang makin kurus.
Baru tiga minggu tak bertemu tapi Adam sudah sekurus ini apakah dia tidak makan dengan baik.
Alyla hendak menarik tangannya namun Adam menahannya,Alyla berjengit Adam tak tidur. Adam menarik Alyla hingga kini Alyla berada dalam pelukannya "Mas merindukanmu sayang, mas tak bisa hidup tanpa kalian Mas mohon jangan tinggalkan Mas"
Untuk sesaat Alyla terpaku, Alyla menghirup aroma Adam sungguh membuatnya terlena 'Aku juga merindukanmu mas' Alyla mendorong dada Adam namun Adam memeluknya erat. "Tolong lepas mas"
"Kamu harus dengar mas,baru mas akan lepas"
"Baiklah lepas" Adam mengurai pelukannya.
"Mas gak bermaksud bohong mas cuma mau membantu Aluna,dia bilang dia sedang sakit ada tumor di kepalanya" Alyla terlihat terkejut dengan cerita Adam.
"Mas selama ini hanya menemaninya chekup, dan mengurus operasinya karna Aluna tak mempunyai uang" Ada yang aneh jika Aluna tak punya uang waktu itu ketika mereka bertemu Aluna masih terlihat mewah dengan tas dan pakaian yang tak menunjukan bahwa dirinya kesulitan uang.
Alyla terus mencerna ucapan Adam apa Adam berbohong agar dirinya memaafkannya dan mengambil Azka darinya. "Sayang kamu dengarkan mas"
Alyla mengehela nafasnya "Gak akan ada yang tau kalau mas sekarang lagi berbohong kan"
"Mas gak bohong, oke mas akui waktu itu mas bohong karna Aluna meminta mas untuk menyembunyikan keadaannya dari kamu, tapi mas sudah berniat memberi tahu kamu kalo Aluna sudah operasi, tapi nyatanya kamu lebih dulu salah paham"
"Mas gak tau kalo waktu itu ternyata Aluna menjebak mas agar kamu salah paham, dan ternyata dia juga berbohong tentang sakitnya hanya untuk kembali pada Mas"
__ADS_1
"Sayang percayalah sama mas, ayo pulang sama mas"
"Baiklah aku ikut mas tapi ini hanya demi Azka"
Alyla pergi begitu saja dari hadapan Adam dan masuk kedalam kamar, baiklah itu sudah cukup setidaknya Alyla mau ikut pulang bersamanya.
Esoknya Adam membantu Alyla untuk merapikan barang barangnya, Azka begitu bahagia karna mereka akan pulang. Alyla sedang menyiapkan sarapan di dapur, sekuat tenaga Alyla menahan mualnya agar tak muntah di hadapan Adam, namun tetap saja Alyla tak bisa menahannya.Alyla berlari kearah kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur.
Adam yang mendengar suara muntah bergegas menghampiri dan memberikan air hangat. "Sayang kamu baik baik saja kamu pucat kita kedokter ya"
"Aku baik baik saja" kata Alyla dan melanjutkan pekerjaannya.
"Biar aku yang kerjakan kamu istirahat" tanpa banyak bicara Alyla pergi begitu saja . Adam hanya bisa menghela nafasnya Alyla masih marah padanya apa boleh buat Adam harus sabar menunggu Alyla untuk memaafkannya.
"Ya sayang" Adam baru saja selesai dengan nasi gorengnya dan memasukannya kedalam piring.
"Mommy setiap hari muntah" perkataan Azka membuat Adam menghentikan gerakannya.
"Benarkah?" Azka hanya mengangguk "Azka bisa makan dulu Daddy mau bicara sebentar sama Mommy" Adam mendudukan Azka dan memberikan sepiring nasi goreng pada Azka.
Adam menghampiri Alyla yang tengah duduk di tepi ranjang "Sayang kamu sakit apa, kata Azka kamu tiap pagi muntah muntah"
"Asam lambungku naik"
__ADS_1
"Kamu yakin? bukan karna kamu sedang mengandung"
Alyla mendongak melihat Adam "Ada yang kamu sembunyikan?" Alyla hanya diam, Adam lagi lagi menghela nafasnya benar benar harus bersabar. "Sayang dengar mas jika benar kamu sedang hamil kita harus memeriksanya, dan menjaganya bersama"
"Aku sudah melakukannya" Alyla menghela nafasnya ia tak bisa menyembunyikannya dari Adam.
"Jadi benar kamu hamil, Ya ampun sayang mas benar benar bahagia, terimakasih " Adam memeluk Alyla dan menciumi seluruh wajahnya, saking bahagianya Adam bahkan melupakan bahwa Alyla masih marah padanya.
"Jangan seperti ini mas" Alyla mendorong Adam, betapa malunya Alyla, pasti wajahnya sudah memerah sekarang.
Melihat Adam begitu bahagia membuat Alyla terharu dan menitikan air mata. "Sayang kamu menangis,aku menyakitimu ? mana yang sakit?" kata Adam terlihat panik.
"Tolong jangan seperti ini mas jangan memberiku harapan aku tak mau sakit lagi karna berharap lebih"
"Sayang mas benar benar mencintaimu sungguh, mas tidak bermaksud memberi harapan palsu atau apapun mas melakukan ini semua karna mas mencintaimu, mas benar benar bahagia" Adam menangkup pipi Alyla dan mengusap air mata Alyla sebelum mencuri satu ciuman di bibir Alyla.
Alyla melotot tak percaya bisa bisanya Adam menciumnya bahkan dia masih marah pada Adam "Mas ih!"
"Maaf sayang mas sejak kemarin tak tahan ingin menciummu,ayo kita sarapan dan segera pulang" Adam menuntun Alyla kearah dapur.
"Mas aku bisa jalan sendiri jangan lebay deh" Alyla berjalan cepat ke arah dapur.
Adam hanya tergelak melihat tingkah malu malu Alyla, Adam sungguh bahagia setelah menemukan Alyla dan kini kebahagiaannya bertambah dengan bertambahnya calon anggota keluarga mereka.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.