Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Azka gugup..?


__ADS_3

Sejak saat itu Yasmin dan ibu mengurus Raja, Yasmin juga mulai bekerja usai sekolah karna biaya hidup mereka bertambah karna harus membeli susu untuk Raja.


Disamping itu Yasmin juga mulai menjadi Resealer jualan online,mulai dari kosmetik serta pakaian,tak perlu mengeluarkan modal karna Yasmin hanya perlu promosi dan barang akan di kirim dari Suplier.


Semua dilakukan untuk menambah penghasilan, ibu juga bekerja sebagai buruh cuci, dari rumah kerumah,karna ibu hanya ibu rumah tangga biasa hingga tak punya keahlian selain mengurus rumah, tak ada yang di keluhkan oleh Yasmin dan Ibu, namun hidup tak selamanya bisa tenang, para tetangga yang melihat Yasmin membawa Raja, mulai menggunjingkan mereka anak haram hasil dari hamil diluar nikah bahkan ayahnya sendiri tak mengakuinya,semua meluas begitu saja.


Yasmin terus bertahan hingga ia lulus sekolah menengah atas, Yasmin mulai melamar kerja di sebuah mini market 24 jam, mereka tak berhenti sampai disitu, Yasmin juga kerap kali di samakan dengan Andini karna kerap kali pulang malam, "Ya maklum lah kakak nya aja hamil duluan, ya adik nya gak jauh jauh dari itu, pulang malam ngapain aja coba"begitu bisik bisik para tetangga. "Nanti tau tau dia gendong anak lagi"


Kakak nya Andini telah meninggal namun meninggalkan corak di wajah ibu dan Yasmin karna pergaulan bebasnya.


Yasmin mulai menyadari sesuatu saat ia melihat dirinya sendiri di cermin, betapa ia juga tak bisa menjaga dirinya sendiri, ia mulai bertekad untuk berubah, dan mulai berbenah diri, bukan karna cibiran orang lain namun ia yang menyadari bahwa dirinya memang harus menjaga dirinya sendiri karna kewajibannya sebagai wanita muslim.


Yasmin mengulurkan jilbab dikepalanya ia sedang menimbang didepan cermin saat ibu menghampiri dengan Raja di gendongannya "Ibu bagus gak?" tanyanya.


Ibu tersenyum bahagia "Cantik sekali sayang"


"Raja Bunda cantik gak?" tanyanya pada Raja.


Raja bertepuk tangan sambil berceloteh tak jelas "Tik.. tik.."

__ADS_1


Mulai hari itu Yasmin berusaha menjaga diri dan membatasi diri dari para pria disekitanya, namun tetap saja itu tak merubah tatapan tetangga sekitarnya, munafik kata kata yang seringkali terdengar oleh Yasmin.


Yasmin tak peduli ia hanya menjalani hidup mereka dan berusaha tenang.


Waktu demi waktu bulan demi bulan mereka lewati, hingga tiga bulan lalu Sandi mulai menemui Yasmin dan ibu dan mengatakan bahwa akan mengambil Raja dari mereka, Yasmin dan ibu memutuskan pindah dan mencari tempat aman,mereka menjual rumah,juga beberapa harta benda yang mereka miliki hingga mereka tiba di Jakarta.


.


.


Lamunan Yasmin terhenti saat Ibu mengetuk pintu "Ada apa bu?"


"Ada tamu di depan"


"Yang waktu itu,ibu lupa namanya dia yang anterin motormu" Yasmin memakai kerudung instannya dan keluar kamar.


'Azka ngapain kesini' batinnya.


Yasmin menghampiri, Azka mendongak dan mendapati Yasmin yang sudah mengenakan piyama satin namun bertangan dan celana panjang, juga kerudung instan yang menjuntai menutupi sampai pinggang, mungkin itu menutupi lekuk tubuhnya yang hanya di balut kain satin yang dipakainya.

__ADS_1


"Assalamulaiakum.." sapa Azka.


"Waalaikum salam,ada yang bisa di bantu?" Yasmin mengeryit melihat raut Azka yang tampak salah tingkah.


"Kenapa ya mas?" tanya Yasmin lagi.


Azka menarik nafas "Maaf datang malam malam"


Yasmin mengangguk meski ini baru jam 8 malam tetap saja Azka mengganggu waktu istirahatnya.


"Bisa bicara sebentar?" tanya Azka


"Kita lagi bicara kan?"


"I..iya" lalu hening lagi.


Yasmin masih menunggu Azka bicara namun Azka masih diam.


"Jadi mau sampai kapan diam, sebentar yang kamu bilang sudah berjalan lima belas menit" Yasmin menunjuk jam di dinding.

__ADS_1


Azka menelan ludahnya kenapa sekarang ia gugup,tadi sewaktu di jalan ia begitu yakin,namun setelah berhadapan dengan Yasmin kenapa semua kata kata yang sudah dirangkainya hilang begitu saja, "Aku menganggu ya?"


"Gak juga,hanya semakin waktu berjalan maka akan semakin malam,dan jika sudah larut dipastikan aku memang harus meminta kamu pulang,aku gak mau ada fitnah"


__ADS_2