Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Rencana perjodohan


__ADS_3

Azka pulang dengan gontai, semangatnya seperti terserap habis dirumah Yasmin,ah tapi dia tak boleh patah semangat,hidupnya masih panjang dan dia tak bisa terpaku pada satu gadis, tidak Yasmin bukan gadis dia seorang ibu juga seorang istri, istri orang lain.. Bahkan hati Azka masih terasa perih.


Tapi mau menyalahkan siapa bukan salahnya jika dia jatuh cinta pada orang yang salah,tidak orangnya tidak salah tapi waktunya yang tak tepat, Andai ia bertemu lebih awal mungkin ia yang akan menjadi ayah dari Raja, ah mungkin belum mungkin dia masih berpacaran dengan Yasmin.


Azka bolak balik di dalam kamarnya,namun tiba tiba langkahnya terhenti, tunggu... ada yang aneh usia Yasmin 20 tahun dan Raja berumur dua tahun itu berarti Yasmin menikah dan hamil di usia 17 tahun apa itu mungkin,bahkan Yasmin masih duduk di bangku SMA, atau dia MBA alias married by accident, Azka mengusap wajahnya kasar ada apa dengannya Yasmi tak mungkin bukan seperti itu Yasmin terlihat seperti wanita baik baik.


Azka harus segera mengenyahkan fikirannya tentang Yasmin, ia tak harus mencampuri urusan yang bukan urusannya.


.


.


Paginya Azka keluar dari kamar sudah dalam keadaan rapi, ia akan pergi kuliah namun mendengar sayup sayup terasa lebih ramai, ada apa, Azka memasuki ruang makan ternyata memang ramai anggota di meja makan bertambah dua orang "Assalamualaikun tante Ane,om apa kabar?" Azka menyalami Ane dan suaminya mereka sedang bercengkrama sambil menungu Azka untuk memulai sarapan.


"Waalaikum salam, tante sama om baik, kamu sendiri gimana?" Tanya Ane.


"Alhamdulillah baik tante" jawab Azka Azka mendudukan dirinya di dekat Aira yang tersenyum padanya. Azka mengeryit melihat raut Aira yang tiba tiba tersipu,kenapa dia?. "Om sama tante kapan dateng kok aku gak tau?" Azka pengalihkan perhatiannya pada Ane dan Doni,sungguh risi melihat Aira yang terus menatapnya.


"Tadi malem,tapi om sama tante langsung istirahat karna cape,jadi kita belum sempat ketemu" jawab Doni, Azka mengangguk.


"Sayang sarapan kamu" Alyla menyimpan piring berisikan sarapan Azka.


"Makasih mom" Azka mengambil sarapannya dan memakan makanannya, begitu pun anggota yang lain.


"Ka, daddy mau bicara sama kamu" kata Adam setelah menyelesaikan makannya.


"Aku ada kuliah pagi Dad, aku buru buru"


"Sebentar, bisa ikut daddy" Adam beranjak dan diikuti Azka di belakang.


Sayup sayup Azka mendengar pembicaraan di belakangnya,dahi Azka mengeryit apa maksudnya?


Adam memasuki ruang kerja nya "Duduk Nak!"


Azka duduk di depan Adam "Daddy ingin bertanya"


"Tentang?"

__ADS_1


"Apa kamu menyukai Aira..?"


"Suka"


" Kamu sayang Aira juga?"


"Sayang lah masa enggak" Adam tersenyum, "Bagus kalau begitu"


"Kenapa sih?" tanya Azka bingung.


"Tidak, daddy berencana akan merayakan hari ulang tahun pernikahan, satu minggu lagi kami akan membuat kejutan"


"Kejutan..?" dahi Azka mengkerut.


"Tidak ada, pastikan saja kamu gak sibuk minggu depan"


"Ya pastilah dad masa aku gak luangin waktu buat anniversery kalian"


"Baiklah kalau begitu"


Azka mengangguk "Ya udah Dad aku berangkat dulu aku takut telat" Azka beranjak dan mencium tangan Adam.


"Ya sayang" Azka mencium tangan Alyla.


"Om, tante permisi"


"Iya hati hati ya, Ka"


"Assalamualaikum" Azka keluar dari rumah.


"Waalaikumsalam".


Setelah Azka pergi Adam terlihat keluar dari ruangan kerjanya "Gimana mas?" tanya Alyla, diruang keluarga tersisa Alyla, Ane,Doni dan Aira, sedangkan Fardhan dan Kanaya sudah berangkat sekolah.


"Bisa" jawab Adam.


"Alhamdulillah.." semua orang bersyukur.

__ADS_1


"Ih tante seneng banget deh, bentar lagi kamu jadi mantu tante" Alyla memeluk Aira.


"Baru tunangan sayang" jawab Adam,dia tak ingin Azka cepat menikah setidaknya dia bisa belajar memegang perusahaannya, "Lagi pula umur kalian masih terlalu muda"


"Ih iya mas,tapi kan tetep ujung ujungnya nikah" Sedangkan Aira masih tersipu.


"Gak sangka ya,kita bakal jadi besan" kata Ane, "Aira kamu harus jadi lebih dewasa ya, mulai sekarang dan seterusnya,kalau ada masalah jangan suka marah dan kabur dari rumah" nasihat Ane, seperti kemarin Aira marah dan kabur dari rumahnya ke rumah Alyla.


"Iya mah,"


"Juga jangan dulu bilang sama Azka ya, biar jadi kejutan" kata Alyla. Aira mengangguk.


"Kita nanti sore pulang Al" kata Ane.


"Iya tapi jangan lupa minggu depan"


"Iya masa lupa sama hari besar kita" Ane terkekeh.


"Mah aku boleh kan disini sampe minggu depan?" tanya Aira.


"Gak ada kamu udah bolos kuliah dari kemaren,kita pulang dulu"


"Yah.."


"Ingat kata Mama mu tadi kan lebih dewasa Aira" Doni memperingati.


Aira memberengut.


"Sudah dong, nanti udah nikah juga bakalan tetap disini selamanya malah,jadi gak masalah sekarang pulang dulu,lagian kalo nanti Azka lanjut kuliah keluar negri kamu bisa ikut kuliah disana" bujuk Alyla.


"Beneran tante?"


"Ya dong,lagian di sana kalian gak berdua, ada eyang Azka juga" Setelah perusahaan di pegang sepenuhnya oleh Adam, Arya dan Karina pindah ke Australia.


Adam mendesah,kenapa hatinya sedikit ragu, Adam tak melihat pancaran cinta dari Azka saat bertanya tadi, mungkin ia harus bertanya sekali lagi pada Azka nanti.


________

__ADS_1


terimakasih sudah membaca🙏 jangan lupa dukungannya,like,komen,vote🌹🌹🌹


__ADS_2