
Alyla menganggkat tangannya untuk menekan bel di sisi kanan pintu,Tak lama seseorang membuka pintu dari dalam menampilkan seseorang yang tersenyum.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam,, eh Bu Risa"
"Iya bi Lastri,bisa saya bertemu dengan Pak Adam?"
"Bisa Bu,mari masuk" Bi Lastri mempersilahkan Alyla masuk.
"Den Adam lagi sarapan,Bu Risa mau tunggu disini atau tunggu di dalam?"
"Saya tunggu disini saja Bi" Alyla menunjuk kursi teras dengan meja di tengah 4 kursi yang berhadapan.Didepan teras ada kolam ikan kecil yang dipenuhi ikan hias.
Bi lastri masuk kedalam rumah bergegas untuk menuju ruang makan,sebenarnya Bi lastri penasaran urusan Risa bertemu dengan tuannya apa,apalagi dalam keadaan Risa yang pucat bahkan sekitar matanya yang hitam.
"Siapa yang datang bi?" tanya Karina, mereka sedang sarapan pagi bersama.
"Itu.. nyonya ada Bu Risa katanya mau bertemu Den Adam"Adam menghentikan kunyahannya,lalu beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Karin dan Arya saling melempar tatapan mereka,lalu Arya mengangguk."Ya sudah bi terimakasih ya" kata Karina.
"Sama sama nyonya,saya permisi buatkan Bu Risa minuman"
Adam sudah melesat untuk pergi menemui Alyla yang sejak semalam memenuhi benaknya.
Adam masih memperhatikan Alyla yang ada di depannya,Alyla terlihat menatap kosong ke arah depan tangannya saling meremas,wajah Alyla terlihat pucat dengan garis hitam sekitaran matanya,Adam meringis dalam hati melihat penampilan Alyla.
"Ehmm.." Adam berdehem untuk menandakan kehadirannya.
Alyla tersentak dari lamunannya dan mencoba bangun dari duduknya dengan lemas untuk menyapa Adam, "Assalamualiakum Pak Adam" kata Alyla.
Hening beberapa saat Alyla menarik nafas dalam untuk memulai."Kami hidup di keluarga sederhana Kak Luna lebih pintar dan percaya diri dibanding dengan saya,cenderung ingin mendapatkan segala yang diinginkan,kami sekolah di tempat yang sama di SMA.Kami punya teman banyak mungkin tepatnya saya,karna mereka lebih dekat denganku,hingga suatu hari Kak Luna menyukai seorang kakak kelas kami,namun beberapa hari kemudian kakak kelas mengungkapkan perasaannya padaku dan membuat Kak Luna marah dan sedih.
"Dirumah saya lebih dekat dengan orang tua kami karna saya lebih suka di rumah dibanding bermain dengan teman diluar,entahlah mungkin itu sebabnya kak Luna menyangka orang tua kami lebih menyayangi saya dari pada Kak Luna, setelah lulus Kak Luna memutuskan kuliah ke Jakarta namun saya lebih memutuskan tinggal bersama orang tua kami dan kuliah dibandung."Adam masih diam mendengarkan,raut Alyla sudah makin pucat dan matanya sayu.
"Suatu hari Kak Luna meminta Ayah dan Ibu untuk pergi ke Jakarta,namun di hari itu juga Kampus saya mengadakan acara yang mengundang para orang tua untuk hadir,maka Ayah memberi tau Kak Luna karna mereka tak bisa hadir.padahal kami sudah berencana akan berangkat ke Jakarta setelah acara dikampus selesai dan memberi Kak Luna kejutan,namun di perjalanan mobil kami mengalami kecelakaan Ayah dan Ibu meninggal di tempat,hanya aku yang selamat.
Seminggu setelah Ayah dan Ibu meninggal Kak Luna menjual rumah serta membawa semua yang Ayah dan Ibu punya lalu pergi meninggalkan saya dan berkata 'Kamu tak butuh ini semua,karna kamu sudah mengambil nyawa Ayah dan Ibu,nikmatilah penyesalanmu Anak kesayangan'." Alyla meneteskan air matanya,Adam terpaku dengan cerita Alyla, sejahat itukan Aluna.
__ADS_1
"Setahun setelah Ayah dan Ibu meninggal Aku bertemu dengan Kak Luna, aku pikir dengan berjalannya waktu dan semua penderitaanku bisa menghilangkan dendam Kak Luna,namun ternyata itu semua belum cukup.
Kak luna meminta saya untuk menjadi Kak Luna untuk sementara sebab Kak Luna bekerja menjadi sekertaris tanpa sepengetahuan kamu,dia bilang kamu akan marah bila tau Kak Luna bekerja,Kupikir kamu benar benar mencintai Kak Luna hingga tak ingin Kak Luna lelah bekerja.Aku menyetujui untuk menggantikan Kak Luna ke Ulang tahun kamu waktu itu,karna ku pikir kalau sampai kamu marah kalian akan putus dan membuatku merasa bersalah.
Setelah itu semua terjadi begitu saja tidak ada maksud untuk menipu kamu atau keluargamu tentang saya, saat saya akan pergi waktu itu,seseorang bilang kamu sedang sakit dan Mamamu memintaku untuk merawatmu,Malamnya Kak Luna datang namun untuk pergi lagi untuk selamanya,lalu mengatakan alasan yang sebenarnya mengapa memintaku untuk menggantikannya dan itu karna Kak Luna merasa selalu jadi bayanganku dulu,dan benci karna perhatian semua orang selalu tertuju padaku,dan ingin agar aku merasakan apa yang dia rasakan yaitu menjadi bayangannya ,hingga kak Luna pergi. Saat aku akan pergi juga kamu datang dan mengira aku adalah Kak Luna dan melakukan 'itu' padaku.Aku sudah berusaha menjelaskan bahwa aku bukan Kak Luna namun sepertinya kemarahan membelenggu mu hingga telinga kamu tak mampu mendengar apapun lagi,Kak Luna berhasil aku memang sudah berhasil di hancurkannya,hingga sekarang pun aku bahkan tak pernah lupa kejadian itu."
Alyla menghapus air matanya kasar.Adam masih diam masih mencerna semuanya.
Tiba tiba Alyla berdiri dan berlutut di kaki Adam,Adam terlonjak kaget lalu bangkit dari duduknya "Apa yang kamu lakukan!!"Kata Adam
"Tolong maafkan Saya,semua kesalahan saya kasihanilah Saya,tolong jangan ambil Azka dari saya,dia separuh hidup saya,tidak tidak bukan separuh,tapi seluruh hidup saya ada pada Azka,tolong biarkan hidup kami berjalan seperti sebelum kehadiran anda,tolong jangan ambil Azka dari saya,,,tolong" Alyla menyatukan tangannya di depan dada sembari menundukan kepalanya,wajahnya sudah penuh air mata,apapun akan Alyla lakukan untuk Azka,Alyla tak ingin Adam membawa Azka pergi dari hidupnya.
"Apa yang kamu pikirkan,kamu pikir dengan melakukan itu saya akan menyerah akan Azka begitu?,tidak akan saya akan tetap memperjuangkan hak saya sebagai Ayah dari Azka." Adam tak habis pikir mengapa Alyla menuduh Adam akan memisahkan Azka dan Alyla,meski ia sempat mengatakan hal itu namun itu semata hanya gertakan karna Adam takut Alyla tak mengijinkan Adam bertemu Azka.
Alyla mengepalkan tangannya hatinya sudah sakit menahan sesak namun Adam tetap tak menyerah tentang haknya,Alyla mencoba berdiri dari berlutut namun tubuhnya sudah lemas,matanya sudah berkunang kunang sejak tadi,kepalanya serasa berat hingga alam bawah sadar menguasainya.
______________
Kumenangiiiissss😭😭 yang baca banyak tapi yang like dikit.bisalah kasihani aku jangan lupa like,komen dan favorit kalau suka. terimakasih sudah membaca🙏
__ADS_1
meski jauh dari sempurna tapi ini murni hasil pemikiran aku,maaf banyak typo.