
Adam berguling kesana kemari memeluk guling,Alyla ada dirumah sedang dirinya hanya memeluk guling,Adam bagun dan melempar guling sembarang Adam mengacak rambutnya frustasi lalu tiba tiba senyum tersungging di bibirnya.
Adam beranjak mengendap endap kearah kamar Azka dia akan menyelinap masuk dan membawa Alyla ke kamar mereka, namun tiba tiba bibirnya cemberut ketika pintu tak bisa dibuka,pintunya terkunci.
Adam sudah kelonjotan di depan pintu kamar Azka yang tak bisa dibuka, dengan langkah gontai Adam kembali ke kamar.
Adam mendesah namun tiba tiba ia teringat ada pintu dari kamarnya yang mengarah langsung ke kamar Azka, Adam membuka pintu tersebut dan... terbuka, Adam menyeringai Alyla pasti lupa mengunci pintu itu.
Tiba di kamar Azka bukannya memindahkan Alyla justru Adam memindahkan Azka ke kamarnya dan dia menggantikan posisi Azka, Ah.. akhirnya dia bisa tidur memeluk istrinya.
.
.
Pagi nya Adam tersenyum ceria karna berhasil mencuri waktu tidur bersama Alyla,meski Alyla tak menyadarinya, Karna sebelum Alyla bangun Adam bangun terlebih dulu dan memindahkan Azka kembali ketempatnya.
"Pagi sayang" Adam mengecup bibir Alyla yang tengah menyiapkan sarapan mereka bahkan Azka sudah duduk dan memakan nasi goreng kesukaannya. Alyla mendelik pada Adam disana ada bibi tapi Adam tak punya malu main nyosor aja. Adam hanya nyengir dan beralih bertanya pada Azka "Sayang kamu sekolah hari ini?"
__ADS_1
"No dad Eyang ngajak Akka jalan jalan hari ini"
Adam melihat ke arah Alyla "Kok mama gak bilang sama mas?"
Alyla hanya mengangkat bahunya menandakan dirinya pun tak tau, pagi pagi sekali Karina menghubungi untuk meluangkan waktu agar bisa pergi jalan jalan dengan Azka, Karina hanya mengatakan dia merindukan Azka dan Alyla dan ingin menghabiskan waktu bersama. "Ya sudah tapi kabari aku kalian pergi kemana aja,oke!"
"Ya.."
Adam menghela nafasnya Alyla masih irit bicara, tiba tiba dirinya ingat sesuatu bergegas Adam merogoh ponsel didalam saku. "Leo, sebelum ke kantor pergi ke pengadilan agama batalkan gugatan perceraian Alyla.. jangan banyak bertanya.. Apa nya yang memaksa Alyla sudah pulang dia memaafkanku.. lakukan saja kalau tidak bulan ini gaji mu aku tahan" Adam menutup ponselnya tanpa menghiraukan Leo yang mengomel.
"Kenapa dibatalkan aku kan gak bilang gugatannya di batalkan?" Alyla bersedekap tangannya dilipat di dada.
"Kata siapa kita baik baik aja?"
"Sayang.. pokoknya aku gak mau cerai in kamu" Alyla mengangkat Alisnya "Pokoknya urusannya udah selesai gak ada gugatan gak ada cerei cereian, titik"
"Apaan sih mas..?"
__ADS_1
"Diem atau aku cium kamu disini..mau?" Alyla membolakan matanya lalu melihat kebelakang masih ada bibi disana, dasar Adam Alyla sungguh malu pada bibi namun Adam tetap saja berkata mesum.
Sebenarnya Alyla masih memikirkan tentang gugatannya hati Alyla masih dilema tentang perasaan Adam padanya, mungkinkah Adam hanya melakukannya karna kini ada janin dalam diri Alyla, namun tak dapat dipungkiri keputusan Adam membatalkan gugatannya membuatnya bahagia sekaligus lega.
Alyla berharap itu memang tak pernah terjadi. Alyla ingin selamanya hidup dengan Adam dan memiliki keluarga yang utuh.
Adam meraih tangan Alyla lalu mengenggamnya "Sayang dengar mulai sekarang jangan berpikir macam macam, kamu harus selalu bahagia agar anak kita juga bahagia" sebelah tangan Adam mengelus perut Alyla yang masih rata. "Mas janji kita akan selalu bersama dan bahagia,jangan pikirkan apapun percayakan semuanya pada mas,mengerti" Tiba tiba Adam berjongkok dan mencium perut Alyla lalu berbisik "Daddy mencintaimu sayang, daddy mencintai kalian" lalu bagun dan mengecup dahi Alyla dalam, Alyla sudah berkaca kaca sungguh terharu dengan kata kata Adam.
"Daddy kok cium perut mommy?" Azka yang sejak tadi memperhatikan mulai bertanya.
"Azka gak tau?" Azka menggeleng "Disini udah ada calon adik Azka"
"Oh ya asiiikkk.. boleh akka juga cium perut mommy?"
"Tentu sayang kemari" Alyla melambai pada Azka,Azka bergegas menghampiri Mommynya lalu berbicara di depan perut yang masih rata itu "Abang juga sayang dede.. muuach"
Alyla benar benar menangis sekarang tangisan bahagia karna memiliki suami dan Anak seperti Adam dan Azka.
__ADS_1
Bibi yang menyaksikan itu pun ikut menangis haru semoga keluarga tuannya selalu diberkahi kebahagian.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.