Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Tak ingin terulang


__ADS_3

"Aku cuma mau bertanya,apa kamu baik baik saja?" Yasmin mengeryit "Itu kejadian kemarin"


"Seharusnya aku yang tanya itu.. apa masih sakit?" Yasmin menunjuk bibir Azka yang masih sedikit memar, Azka meraba bibirnya ah,, benar beberapa memar juga di pipi karna pukulan laki laki brengsek itu, Azka bahkan harus berbohong pada mommy nya dan mengatakan ia jatuh meski mommy nya memicing curiga namun akhirnya Alyla tak memperpanjang lagi.


"Sudah tidak terlalu, ini bukan masalah"


Yasmin mengangguk "Terimakasih karna sudah menolong"


Azka menatap Yasmin yang sedang menunduk "Kalau gak keberatan boleh aku tau 'dia' itu siapa?" Azka tau hanya saja ia ingin tau dari Yasmin.


"Aku hanya ingin membantu dilihat dari gelagatnya dia mungkin tidak akan menyerah dengan mudah"


Yasmin mendongak saat matanya bersirobok dengan Azka ia tertegun, tatapan Azka begitu tulus haruskah ia minta bantuan Azka apa Azka bisa di percaya.


"Kamu bisa percaya padaku, Aku tau mungkin kamu tidak akan percaya aku hanya ingin kamu tau sejak pertama melihatmu aku tertarik sama kamu,, " Azka menelan ludahnya "Bukan tertarik soal yang lain tapi..." Azka menggaruk belakang pundaknya yang tidak gatal, dirinya sendiri tidak mengerti apa yang dirinya ucapkan, Azka hanya merasa terlalu cepat jika mengatakan cinta sekarang dan Azka takut di tolak.


Yasmin mengerut lalu ia menyemburkan tawa,tawa yang baru Azka lihat dari dekat dan sangat cantik, Azka terpana.


Yasmin tersadar lalu mengigit bibirnya yang tiba tiba berhenti tertawa, Yasmin berdehem lalu berkata "Kamu menyukaiku?"


Azka mengerjap beberapa kali "Itu.. maaf aku cuma takut ditolak jika langsung bilang begitu" Azka terkekeh, kenapa mendadak otaknya jadi bodoh.


"Ya memang,," kata Yasmin "Memangnya siapa yang mau menerima seseorang yang baru dua,tiga kali ditemuinya, kecuali dia punya tujuan tertentu"

__ADS_1


Azka tersenyum mengangguk "Jadi bagaimana?"


"Hah?"


"Aku?"


Yasmin berdecak "Kan barusan udah dijawab"


"Aku tau, aku tidak menanyakan jawabannya sekarang aku hanya ingin mengatakan aku menyukai mu, aku tak meminta kamu menerimaku, bukan berarti aku menyerah..


"Hanya..saat ini aku ingin membantu masalah yang sedang kamu hadapi"


"Aku tidak punya masalah"


"Aku bisa mengatasinya" wajah Yasmin terlihat datar.


"Dengan cara apa?" Yasmin meremas ujung piyamanya. "Orang itu maksudku Ayah nya Raja punya kekuasaan apa kamu bisa melawannya, apa kamu bisa melawan kekuatan uang" Yasmin sadar ia tak punya apa apa, untuk melawan Sandi.


"Yasmin kamu bisa ceritakan padaku, dan semoga aku bisa bantu,aku akan berusaha"


"Dengan cara apa?" kini giliran Yasmin yang bertanya "Uang kamu" Azka diam.


"Tolong pergilah ini sudah malam"

__ADS_1


"Yas.."


"Dan jangan temui aku lagi,kita tak punya hubungan apapun dan jangan pedulikan aku atau pun Raja" Azka membisu di tempatnya.


Yasmin berjalan kearah pintu dan membukanya,Azka menyeret langkahnya untuk keluar,sedetik setelah Azka keluar pintu tertutup di iringi suara kunci yang diputar.


Azka mendesah melihat pintu yang kini tertutup beberapa saat ia berdiri disana, lalu pergi dengan tangan hampa.


Yasmin menyendar di pintu menghirup udara yang mendadak sesak terasa, Azka benar ia tak akan bisa melawan Sandi, Yasmin tak punya apa apa.


Hanya saja Yasmin tak mau menyeret orang lain dalam hidupnya, cukup sudah ia tak mau kecewa di akhir nanti.


Yasmin masuk ke kamar duduk di ujung ranjang dan memperhatikan Raja, "Apa yang harus bunda lakukan? Bunda mungkin tak bisa menepati janji sama mama kamu untuk menjaga kamu" Air mata Yasmin berderai, haruskah ia menyerah dan memberikan Raja pada Sandi lalu membiarkan Raja hidup bersama ibu tirinya, Yasmin menggeleng tidak cukup dirinya dulu yang merasakan sakitnya disiksa ibu tiri, ia tak ingin Raja mengalaminya.


Kilatan kilatan kala ibunya melayangkan cambukkan padanya,juga sayatan yang tak jarang ia dapatkan, ibu tirinya yang gila.


Yasmin ingin lari hanya ia masih menaruh harapan bahwa Ayahnya akan membelanya jika ia tau Yasmin di perlakukan buruk, Yasmin berharap ayahnya akan membelanya dan kembali pada ibu lalu mereka kembali hidup bersama, namun harapannya harus pupus saat Ayahnya sendiri yang mengusirnya pergi,Ayahnya lebih mencintai istri barunya dari pada anaknya.


Yasmin menggeleng ia harus mempertahankan Raja, jangan.. jangan sampai Raja menjalani hidup seperti dirinya.


___________


Apa yang akan dilakukan Yasmin untuk mempertahankan Raja, haruskan ia minta bantuan Azka.

__ADS_1


100 like,10 komen aku update lagi.


__ADS_2