Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Mission not complete


__ADS_3

"Mommy..??"


"Ya..?"


"Nanti Akka bisa punya daddy kan? kata Mommy kalo kita berdoa terus sama Allah, nanti dikabulin kan,tapi Akka minta tiap hari Allah gak kasih kasih sama Akka,"Kalo sudah begini Alyla pun bingung harus menjawab apa karna dirinya pun tak tau jawabannya.


"Azka tau sesuatu yang baik itu sulit untuk di dapat!! karna itu butuh lebih banyak usaha buat kita mendapatkan yang paling baik,salah satunya Daddy buat Azka,emang Azka mau dapat Daddy yang jahat?enggak kan nah kalo gitu Azka jangan pernah putus berdoa supaya Allah kirimkan Azka Daddy yang paling baik,di dunia ini"


Azka pun mengangguk,"Sekarang Azka bobo dulu karna udah malem,jangan lupa berdoa dulu oke"


"Oke.." Azka pun mulai memejam setelah berdoa,Alyla masih memandang raut Azka yang tenang,Azka temasuk anak yang tidak rewel dan pintar,di usianya yang baru 4 tahun Azka sudah fasih berbicara tanpa aksen cadel khas anak kecil,pertumbuhannya juga cepat di usia 10 bulan Azka sudah bisa berjalan.


Alyla mencium sayang kening Azka lalu beranjak untuk masuk ke kamarnya,disanalah Alyla menumpahkan tangisnya.bersembunyi dari Azka, 'Tidak cukupkah hanya ada Mama dan Azka saja' batinnya berbicara 'Tak perlu ada yang lain,tak juga Daddy yang Azka mau,itu sungguh sulit untuk Mama nak' Alyla mengelus sebuah pigura yang membingkai sebuah foto Azka yang tengah tertawa ceria.


Alyla beranjak menuju balkon kamarnya disana tempatnya biasa merenung sambil menatap jauh ke langit,Angin yang berhembus seolah membantu mendinginkan hatinya. namun matanya masih perih,dan mengalirkan air mata.

__ADS_1


Alyla memeluk diri sendiri,Angin semakin berhembus kencang hingga ujung kerudung instannya ikut berkibar.Ketika di rasa hawa semakin dingin Alyla masuk kembali ke dalam kamarnya dan menutup pintu serta gorden rapat rapat.


______________


Adam sedang memperhatikan rumah di depan vilanya di kamarnya,sebuah kaca besar yang menghadap tepat ke rumah tersebut.Rumah yang sederhana dua lantai namun mungil bagi Adam, jaraknya hanya terhalang 50 meter halaman vila,lalu jalan kecil khas pedesaan.


Mata Adam memicing ketika melihat pergerakan seseorang,seorang perempuan berkerudung berdiri di balkon rumah tersebut,Adam mengambil sebuah teropong lalu mengarahkannya,jantung Adam memompa dengan cepat nafasnya memburu apakah itu nyata?,apa yang dia lihat benar?,,ternyata yang dilihatnya waktu itu bukan mimpi Adam benar benar melihat Aluna,tapi ini tak masuk akal,bukan kah Aluna telah meninggal 5 tahun lalu bersama dengan Roy,tapi baik mayat Aluna maupun Roy tak pernah di temukan karna pesawat tersebut jatuh dan hancur di lautan.


Semua ini membuat Adam pening Adam yakin sebelum dia pingsan waktu itu perempuan tersebut menyebutkan nama Adam,jika bukan Aluna bagaimana mungkin dia bisa tau nama Adam.


"Leo kamu yakin namanya Clarissa?"


Leo menoleh terbengong terkejut sesaat kemudian ia teringat tentang si Janda yang tadi dicari tau Alamat nya."Iya itu yang tercantum di formulir administrasinya dan para warga juga mengatakan itu namanya"


"Lalu bagaimana masa lalunya?"

__ADS_1


"Kau pikir aku cenayang bisa mengetahui masa lalu seseorang,lagipula seingatku kamu cuma meminta untuk mencari tau siapa ibu dari Azka bukan untuk tau masalalunya"


"Kamu tau yang aku lihat barusan,Aku melihatnya, Aku melihat wanita itu ada di rumah sebrang dia... Aluna"


"Kamu yakin atau mungkin kamu berhalusinasi"


"Aku masih waras,jika benar itu Aluna mungkinkah Azka... itu.. adalah anakku kau tau aku tak pernah melakukan itu selain dengan Aluna." tenggorokan Adam tercekat kala mengucapkan kata itu.


"Tidak mungkin..mungkin dia sudah menikah dengan orang lain atau dia anak Roy?"


"Entahlah aku hanya merasa ada perasaan yang aneh ketika aku bertemu dengan bocah itu,seperti perasaan hangat dan menyenangkan,dan waktu itu aku yang pertama untuknya.." rasa penyesalan itu datang lagi


Sekarang Leo terdiam seribu bahasa entah apa yang harus dia katakan.


Hening beberapa saat "Baiklah kita bisa meyakinkan diri dengan tes DNA untuk mengetahui dia anakmu atau bukan,setidaknya kita bisa membuktikan itu semacam ikatan batin atau hanya obsesimu ketika melihat seseorang yang mirip dengan Aluna ,kita juga bisa bertanya melalui Bi Lastri dan Mang Ujang sepertinya mereka dekat!!" Adam pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2