Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Awal baru


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Bi Lastri,m Ujang,Ane,Aira dan Mas doni suami dari Ane,Adam memboyong Alyla dan Azka untuk ikut ke jakarta, Aira bahkan sampai menangis waktu Azka berpamitan.


Begitu sampai mereka disambut oleh Karina dengan bahagia,Azka bahkan sudah langsung bermain dengan Arya, yang sengaja mempersiapkan ruang bermain khusus untuk Azka.


Adam membawa koper Alyla masuk kedalam kamar di susul Alyla di belakang,Alyla pergi ke arah jendela dan menyibak gorden yang seketika menampilkan cahaya sore.


Alyla mengedarkan pandangannya keseluruh kamar Adam, banyak berubah dari 5 tahun lalu saat Alyla datang untuk merawat Adam kala itu,lalu pandangannya terpaku pada sebuah foto Adam yang sedang mencium pipi seorang perempuan,ya perempuan itu adalah dirinya kala berperan sebagai Aluna.


Adam yang memperhatikan gerak gerik Alyla pun bertanya "Kenapa? keberatan itu ada disana,jika iya nanti aku pindahkan,Aku pikir kamu suka karna itu memang kamu kan waktu itu?"


Alyla hanya tersenyum lalu meraih koper untuk merapikan pakaiannya, "Dimana taruh ini?"


"Kamu belum jawab kamu gak suka foto itu?"


"Ini kamar kamu jadi terserah kamu"


Adam mengeryit tak suka " Ini kamar kita jadi kamu juga berhak"

__ADS_1


Adam menarik tangan Alyla menuju ke arah sofa alih alih menyuruh duduk di sisinya Adam justru menarik Alyla hingga jatuh di pangkuannya,seketika wajah Alyla memerah,Apa yang Adam lakukan menbuatnya berdebar,ingatan tentang tadi pagi saat Alyla bangun berada di pelukan Adam membuatnya bersemu.


"Dengar kita sudah sepakat untuk memulai dari awal,jadi apapun yang ada di pikiran dan hatimu bicarakan,aku akan dengarkan" Adam merapatkan tubuh Alyla yang berada dipangkuannya,sungguh nyaman memeluk Alyla,sepertinya ini akan jadi kebiasaan barunya sekarang.


"Kalo boleh bisakah itu dibuang saja,meski itu aku tapi itu sewaktu aku jadi Aluna itu.." Alyla belum selesai tapi Adam sudah memotong ucapannya.


"Baiklah sesuai keinginnan mu" Alyla merasa senang Adam memperlakukannya dengan baik,Alyla makin gugup kala Adam,Alyla menggigit bibir bawahnya karna gugup apalagi Adam tak berhenti memandangi wajahnya."Apa seperti ini membuatmu takut"


"Ti..tidak,itu hanya terjadi waktu kemarin kamu melakukan 'itu' " Kata Alyla sambil menunduk.


"Haruskah?"


"Tentu kamu pikir aku bisa tahan tanpa menyentuhmu sedangkan kamu ada didepanku setiap hari"Adam menghidu aroma Alyla dan menelusupkan kepalanya di balik ceruk Alyla.


"Apa kamu menikahiku hanya untuk ini?"


"Jangan berpikir yang tidak tidak aku bukan penjahat kelamin yang hanya memikirkan 'itu' tapi mungkin ini lebih pada kebutuhan seorang laki laki yang sudah beristri,dan ingat bahwa kita akan memulai ini dengan baik jadi kita akan mulai dengan membiasakan diri agar lebih terbiasa"

__ADS_1


Alyla mengangguk mengerti bahwa memang itu juga sebagai kewajibannya sebagai seorang istri.


"Ya sudah kita istirahat dulu"


"Tapi Azka? trus aku juga belum rapihin baju" Alyla menunjuk koper yang baru terbuka.


"Azka aman sama eyangnya lagian mereka lagi kangen kangennya,dan biar nanti bibi yang rapihin baju kamu"


Alih alih menurunkan Alyla dari pangkuannya Adam justru memangku Alyla dan membawa Alyla ke arah kasur.


"Mas" Alyla sudah mulai gemetaran takut trauma nya datang lagi.


"Tenanglah aku tidak akan melakukan itu sebelum kamu bersedia sendiri,dan sembuh,kita hanya akan berpelukan" Adam mengecup dahi Alyla lama, lalu ikut berbaring disisi Alyla lalu memejam sambil memeluk Alyla dari belakang.


Adam tersenyu bahkan dari jarak dekat seperti ini dia bisa mendengar debaran jantung Alyla.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca

__ADS_1


__ADS_2