Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-PDKT


__ADS_3

"Rumah kamu disekitar sini?" Azka melihat sebuah pasar yang masih ramai


"Bukan, tapi aku mau ngambil barang dulu,terimakasih ya sudah mengantar saya bisa pulang naik angkot" Yasmin hendak keluar dari mobil.


"Tunggu, Mommy nyuruh aku buat anter kamu pulang jadi aku yang anter sampe rumah"


"Gak usah mas,saya masih lama mending mas nya lanjutin aja tujuannya" Yasmin menolak dengan halus sungguh risi di perhatikan orang di sekitar pasar melihat mobil sport mewah di tumpanginya.


"Gak bisa dong ini tuh amanah jadi harus di selesaikan" cegah Azka,padahal itu hanya alasan Azka untuk lebih lama bersama Yasmin.


Yasmin ingin marah tapi mau bagaimana lagi hari sudah semakin sore makin lama dia pulang jika begini "Ya sudah mas tunggu sini aja"


"Gak bisa dong nanti kamu kabur gimana" Yasmin melongo apa nya yang kabur?


"Trus mau mas nya gimana sih, saya udah kesorean nih" Yasmin sudah menaikan satu oktap nada bicaranya.


"Aku ikut" kata Azka datar.


"Serah.." Yasmin berjalan ke area pertokoan dengan menghentakan kakinya. Azka menyeringai lalu mengikuti dari belakang.


Tiba di sebuah grosir pakaian Yasmin masuk dan menemui pemilik toko, "Assalamualaikum Bu?" sapa Yasmin pada wanita paruh baya.


"Waalaikum salam..Eh Neng Yasmin dikira gak jadi dateng"


"Iya bu saya telat soalnya ada urusan tadi,pesenan saya udah siap kan bu?"

__ADS_1


"Siap Neng, nanti di cek aja ya kalo ada yang cacat balikin lagi kesini"


"Siap Bu, yang kemaren saya udah transfer ya bu"


"Iya Neng, seneng Ibu bisnis nya kalo lancar"


"Alhamdulillah bu,ada aja yang beli"


"Iya syukur deh"


Azka hanya memperhatikan pembicaraan Yasmin dengan ibu ibu yang Azka kira sebagai pemilik grosir tersebut.


"Ya udah bu saya pulang dulu, makasih loh udah di siapin Assalamualaikum."


"Iya Neng Waalaikum salam." Yasmin membawa tumpukan baju dan di masukan ke dalam kantung besar.


"Iya lah kan tadi aku bilang aku ikut" Yasmin menggeleng lalu melanjutkan langkahnya.


"Sekarang kemana lagi?"


Yasmin tidak menjawab masih berjalan membawa kantung besar yang terlihat berat, Azka melangkah lebih cepat untuk menyeimbangi langkah Yasmin yang sudah di depan "Sini biar aku yang bawa" Azka mengambil kantung dari tangan Yasmin.


"Makasih" lalu Yasmin melanjutkan langkahnya.


"Cepet banget sih jalannya" keluh Azka padahal kan dia ingin berjalan beriringan dengan Yasmin.

__ADS_1


Azka mendesah baru kali ini ia melakukan ini untuk mendekati wanita biasanya wanita lah yang mendekatinya meski dirinya tak pernah menggubris mereka, hingga dia tak tau caranya PDKT dengan benar.


"Sekalinya PDKT sama cewe cuek banget orangnya" Azka menggerutu sambil terus mengikuti Yasmin.


"Udah semua nih?" tanya Azka melihat tiga kantung besar dihadapannya.


"Udah"


"Oh oke aku masukin kedalem dulu" Azka membuka pintu mobil Azka mendesah lagi dia salah bawa mobil harusnya bawa mobil biasa aja biar bisa muat barang banyak.


Azka menoleh kebelakang tidak menemukan Yasmin "Lah kemana tuh cewek?" Azka menoleh kearah kiri dan kanan namun tak melihat Yasmin.


Yasmin menepuk pundak Azka dari belakang "Eh dari mana?"


"Beli minum, nih" Yasmin memberi satu kantung es cendol kearah Azka.


Azka terpaku "Kenapa gak suka?,gak tau ini apa?"


"Tau kok, ini Cendol" Azka meraih es cendol dari tangan Yasmin "Makasih"


Yasmin mengangguk "Kira in orang kaya gak tau es cendol"


Azka hanya mengedikkan bahunya sambil meminum es yang terasa segar di tenggorokan "Ah.. seger" desahnya.


Yasmin tersenyum "Ih cantik banget tau kalo senyum" Yasmin menghilangkan senyumnya,dan Azka menjadi canggung kata cantik meluncur begitu saja dari mulut Azka, sejak tadi raut Yasmin terlihat datar kecuali sedang berhadapan dengan para penjual yang sudah di kenalnya.

__ADS_1


"Sudah sore"


"Oh iya ayo aku antar pulang"


__ADS_2