
Alyla mengerjapkan matanya walau terasa berat namun dia terus berusaha,kepalanya serasa berputar putar,"Kamu sudah sadar" suara itu suara Karina,Karina yang sejak tadi menunggui Alyla yang tiba tiba pingsan.Beruntung Adam dengan segera meraih Alyla hingga tak membentur lantai.
'Dimana ini ah tentu saja ini masih di vila Adam' Alyla mengedarkan pandangannya kamar yang terlihat mewah dan luas. "Kamu baik baik saja kan?" sekali lagi Karina bertanya,meliahat raut bingung Alyla Karina mengerti "Kamu masih di vila kami"
"Nyonya..?" Alyla mencoba bangun dari baringannya.
"Sudah jangan bangun dulu kamu masih lemas,setidaknya sampai infusnya habis!,kamu juga harus makan sebentar lagi Bi lastri bawa bubur lalu kamu minum obat."
Alyla melihat kearah tangan kanannya yang memang tertancap jarum infus."Saya harus pulang Azka mungkin sudah pulang dari jalan jalannya."
"Azka sudah Adam jemput tadi mereka sedang bermain sekarang,sudah tidak usah banyak berpikir Azka baik baik saja" Karina mengelus rambut Alyla yang tertutup hijab.
"Saya.. tidak tau harus bicara apa,nyonya,saya minta maaf karna waktu itu saya sudah menipu kalian.."
"Tolong jangan panggil nyonya,panggil saja Mama,Mama tau semuanya Alyla.. mama tau,maaf mama tadi mendengar saat kamu bicara pada Adam,sebenarnya mama juga sudah tau dari lama bahwa Azka adalah cucu mama,bahkan Papa menyewa seseorang untuk selalu mengawasi kalian agar tetap baik baik saja.
Kami sengaja mengatur pertemuan kalian,kami juga sengaja meminta Adam untuk kesini agar dia bisa melihat kamu,dan memperjelas semuanya. Dan memang benar karna rasa penasaran Adam memang besar terhadap kamu,kami sempat goyah waktu Adam mengalami kecelakaan,namun ternyata tuhan juga berkehendak kalian bertemu dengan jalannya,dengan kecelakaan tersebut membuat Adam bertemu kamu meski tanpa kami atur sekalipun."
"Saya hanya takut.. takut kalian akan mengambil Azka dari saya"Kata Alyla sendu.
__ADS_1
"Kenapa berfikir seperti itu?"
"Entahlah saya hanya.."
"Mommy.." pembicaraan mereka terhenti saat Azka yang berada dalam gendongan Adam masuk.
"Hai sayang.. sini!"Alyla merentangkan tangannya menyambut Azka.
"Mommy sudah baikan?tadi Akka pulang sama tante Ane tapi Mommynya gak ada terus Om Adam bawa Akka kesini katanya Mommy lagi sakit." Azka menyentuh dahi Alyla merasakan hawa panas yang memang di rasakan Alyla. "Panas Mommy,Mommy harus minum obat,"
"Hmm nanti Mama minum obat" Alyla mengelus rambut Azka denan tangannya yang bebas dari selang infus.
"No.. bukannya Mommy sudah janji panggilnya Mommy aja bukan Mama." Alyla tersenyum.
tok..tok..tok.. "Maaf nyonya ini buburnya" kata Bi Lastri.
"Oh sini bi biar saya saja" sergah Adam.
"Silahkan Den,Bibi permisi dulu,, Bu Risa semoga lekas sembuh"
__ADS_1
"Terimakasih bi" Bi lastri pun keluar dari kamar.
"Ya sudah Mama keluar dulu ya,Azka mau ikut Eyang atau disini sama 'Mommy'?" Karina sengaja menekankan kata Mommy untuk menggoda Alyla.Alyla memerah kontras dengan wajah pucatnya.
"Akka disini aja Eyang,mau nemenin Mommy,soalnya kata Mommy,Cowo sama cewe tuh gak boleh berduaan nanti yang ketiganya setan" Dan Karina pun terbahak.
"Tuh makanya harus di sahkan dulu" Karina menepuk pundak Adam lembut,lalu keluar dari kamar.
"Biar saya saja Pak Adam " Alyla menghentikan tangan Adam yang hendak menyuapinya.Namun Adam menjauhkannya kembali.
"Berhentilah keras kepala,kamu masih sakit"
"Tapi saya masih kuat kalau hanya untuk makan"
"Berhenti berdebat sekarang buka mulutmu!"Kata Adam dengan tatapan tajamnya,mau tak mau Alyla pun menurut meski pipinya makin terasa panas, malu karna suasana canggung ini.
Usai makan Adam membantu Alyla memakan obatnya.Azka yang sejak tadi berguling ke kanan dan kekiri di atas kasur sudah terlelap hanya sebentar saja,karna memang ini adalah waktunya tidur siang Azka. Azka hanya bergumam sekali sebelum tidur.
"Pak Adam tentang tadi say..."
__ADS_1
"Jangan bicarakan itu dulu,kita bicarakan nanti saat kamu sudah pulih" kata Adam menyela "Istirahatlah saya akan keluar" Adam mengecup dahi Azka sebelum keluar kamar.
Alyla memandangi punggung Adam yang hilang dibalik pintu,hati Alyla sejak tadi berdebar cepat,Alyla mendesah lega saat Adam tak ada mengapa rasanya masih sama seperti dulu saat dirinya bertemu Adam pertama kali?.meski sikap Adam yang sekarang terasa dingin sedangkan dulu Adam begitu hangat padanya,Alyla menggeleng,tentu saja dulu sikap Adam terasa hangat,karna dia memang menganggapnya sebagai Aluna 'Apa yang kamu harapkan Alyla' Alyla memejam mencoba beristirahat agar ia cepat pulih,dan pulang kerumah.