Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Donor darah


__ADS_3

Risa duduk di ruang tunggu di depan IGD,setelah menyelesaikan proses administrasi dengan segera Adam sudah ditindak untuk menjalani proses pengobatannya,dalam hati berharap tak ada sesuatu yang serius terjadi pada diri Adam.


Rasa cemas menghinggapi diri Risa,bagaimana bila sesuatu yang buruk terjadi mengingat keadaan Adam yang belumuran darah membuat hati Risa berdenyut nyeri.


Risa menggeleng,tidak ini hanya bentuk tanggung jawabnya karna Adam kecelakaan karna Azka,tentu saja juga karna kecerobohan dirinya yang lalai dalam menjaga Azka.


Tadi setelah Ambulan datang Risa terpaksa ikut untuk memantau keadaan Adam, ya..!! karna hanya untuk bentuk tanggung jawabnya. Risa memejam seperti rasa sakit itu datang lagi,luka yang selama ini ia tutup rapat rapat.


Deringan Ponsel membuyarkan lamunan nya tentang masa lalu,terpampamg nama Ane di layar tadi sebelum pergi Risa menitipkan Azka agar di jaga Ane selama ia menunggui Adam.


"Assalamualaikum An.."


"Waalaikumsalam Risa..gimana? orangnya gak kenapa napa kan?"


"Aku belum tau A- maksudnya orangnya masih di IGD" Hampir saja Risa menyebut nama Adam."Gimana Azka An?"


"Dia baru tidur tadi sempet nangis karna takut katanya,.." Ane menghela nafasnya "Ris.. maaf ya aku tadi lalai jagain Azka,aku gak tau kejadiannya cepet baget"terdengar isak tangis Ane,dari sejak kejadian tadi Ane memang menahan tangisnya karna ada Aira an Azka.Ane merasa bersalah.

__ADS_1


"Sudah An gak apa apa,jangan nyalahin diri sendiri kita berdoa saja semoga orangnya ngak kenapa napa!"


Seorang perawat menghampiri Risa yang sedang berbicara pada Ane lewat telpon


"Apa nyonya walinya"


"Bukan Sus saya cuma.."belum selesai Risa bicara perawat itu menyela.


"Bisa anda memberi tau keluarganya pasien kehilangan banyak darah kami memerlukan golongan darah A sedangkan di Rumahsakit ini stoknya tidak mencukupi"


"Ambil darah saya saja Sus,golongan darah saya juga A" kata Risa cepat.


"Pihak Administrasi sudah menghubungi keluarga korban dari ponsel yang ditemukan di TKP,katanya mereka segera kemari" Seorang perawat menghampiri Risa yang tengah mengumpulkan kembali tenaganya setelah pengambilan darah.


"Terimakasih Suster.."Suster tersebut pun meninggalkan Risa untuk istirahat selama satu jam kedepan.


Risa sudah duduk kembali di ruang tunggu perawatan Adam,setelah melewati masa keritisnya Adam dipindahkan ke ruang rawat,seorang dokter keluar dari dalam "Bagaimana keadaannya dokter" tanya Risa terlihat raut khawatir di wajah Risa.

__ADS_1


"Pasien sudah baik baik saja tinggal menunggu beliau sadar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan" kata dokter tersebut.


"Terimakasih dok,boleh saya melihat kedalam?" Tanya Risa


"Silahkan"dokter pun pergi.Dari tempat Risa berdiri masih menatap pintu ruang rawat Adam,separuh hatinya menolak masuk,namun separuh hatinya lagi begitu menginginkan melihat keadaan Adam.


Risa menghela nafasnya menormalkan detak jantungnya,meyakinkan diri bahwa ini adalah sebagian dari bentuk tanggung jawabnya.


Dengan gemetar Risa membuka pintu,Adam masih terbaring dengan selang infus di tangannya mata Adam terpejam menandakan Adam masih ada di alam bawah sadarnya.


Risa menggerakan tangannya untuk menyentuh wajah Adam yang sedikit pucat namun tetap tampan.


__________________


Adam menerjapkan matanya sedikit meringis merasakan denyutan dikepalanya,Adam merasakan Ada yang mengusap pipinya lembut dan terasa hangat.Adam membuka mata nya lebar melihat raut yang sedang menangis lirih di hadapanya pandangan Adam sedikit buram,ketika Adam bisa melihat dengan jelas spontan Adam membelalakan matanya.


"..........."

__ADS_1


______________


Buat yang baca tolong tinggalkan jejak Like ❤️dan komennya ya itu membuatku semangat dan kalo ada di vote juga😁!! terimakasih 🙏 sudah membaca karya recehan dan abal abal ini,Mohon Maaf kalo masih banyak kesalahan😘


__ADS_2