
Adam baru saja bangun saat hari sudah petang,keluar dari kamar setelah mandi membuatnya terlihat segar.
"Sudah bangun tuan muda.." kata Leo dengan nada mengejek.
"Kau sudah datang?"
"Siapa tadi yang mengancam memecatku jika tak cepat datang!! cih"
"Kenyataannya kamu memang takut dipecat kan" Adam menaikan satu alisnya tanda mengejek Leo.
"Sialan kau.. Lalu apa yang harus aku lakukan,ikut liburan disini bukan, yah pantas saja orang mengira kita pasangan Gay kamu memang tidak bisa jauh dariku" Lalu dibalas lemparan gorengan oleh Adam,Namun berhasil ditangkap Leo.
Mereka sedang menikmati teh hangat di temani gorengan dimeja makan.Disana hanya ada Adam,Leo dan bibi Lastri penjaga vila sekaligus istri dari Mang Ujang,sedangkan orang tua Adam sudah pulang sejak tadi siang. "Bibi lastri?" panggil Leo.
"Iya den!"
" ini enak sekali buatan Bibi bukan?" Leo menunjuk gorengan di dalam piring.Adam pun mengangguk tanda menyetujui bahwa gorengan di sore hari yang dingin memang terasa nikmat. "Nanti buatkan lagi ya!!"
"Bukan den itu di kasih tetangga depan,tadinya itu buat Mamang sama Bibi,,tapi karna ngasihnya banyak jadi bibi bagi dua,den!" Bibi masih sibuk memasak untuk makan malam di dapur yang hanya terhalang sekat kayu. "Tapi kalau Aden suka nanti bibi buatkan lagi"
"Wah terimakasih ini enak sekali" kata Leo sejak tadi Adam sedang dengan khidmat menikmati gorengannya.
"Bibi bisa tolong panggil mang ujang saya mau bicara" Setelah menghabiskan gorengan di meja lalu Adam meminum teh hangat.
__ADS_1
"Baik den sebentar bibi panggilkan."
Tak lama Mang ujang pun datang.
"Aden cari saya"Mang ujang datang terpogoh pogoh.
"Iya mang sini duduk, Saya mau para tukang kerja 24 jam biar renovasi nya cepat selesai,gak perlu ful di buatkan 2 sift aja mang kerjanya,Mama mau acara Anniversary nya di adakan di sini undangan juga sudah disebar jadi saya mau para tukang fokus sama yang depan aja dulu,karna yang di depan tinggal finishing aja kan, nanti kalau sudah selesai baru kerjakan di bagian belakang." kata Adam panjang lebar.
"Baik den,saya faham" dan Mang Udin pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Jadi sekarang giliran saya Pak" kata Leo dengan bahasa formal.
"Saya mau kamu cari tau siapa ibu dari Azka." Leo mengeryit bingung dan Adam menyadari Leo belum mengenal Azka sama sekali "Itu...anak yang menyebabkan aku kecelakaan,dan kurasa Ibu dari anak itu yang membawaku ke Rumah sakit dan mengurus semua biayanya."
Leo datang pukul 8 malam setelah mengembara dari Rumahsakit kemudian TKP untuk mencari informasi yang lebih akurat.
"Sudah dapat,bagaimana?" cecar Adam.
"Ck.. sudah tidak sabar ya,tenang saja misi selesai"Leo menggeleng tak percaya "Aku makan dulu ini sudah lewat jam makan malam,"
Adam menunggu dengan sabar bahkan saat Leo sengaja makan dengan lambat.sikap Adam tetap datar,Leo tidak tau saja kalau hati Adam sudah dag dig dug penasaran.
"Ah.. saya sudah selesai tuan muda!!" kata Leo menyeringai sambil mengelus perutnya yang kekenyangan, ingin sekali Adam menumpahkan mangkuk sayur pada kepala asistennya ini yang sungguh tidak sopan.
__ADS_1
"Baiklah kita mulai" Adam sudah mendengarkan "Wanita itu bernama Clarissa setidaknya itu saja yang tercantum di data Administrasi Rumah sakit,adapun alamat lengkap dan no telpon semua sudah di konfirmasi itu palsu."
"Apa!! hanya itu" kata Adam.
"Tak bisakah sabar sebentar Pak kenapa menyela,Aku belum selesai!! ck"
Leo menarik nafasnya "Tapi aku pergi ke TKP beruntung mereka mengenal Clarissa tersebut,dia Janda anak satu,seorang guru di Sekolah dasar dan...kita tak perlu susah payah mencari nanti dia muncul sendiri"
"HEY APA MAKSUDMU!!!" Adam sudah terpancing emosi yang sedari tadi dia tahan.
"Ck nanti dia muncul sendiri.Bahkan kita sudah menikmati gorengan buatannya tadi sore" Leo menaikan turunkan dua alisnya.
Adam mengerti sekarang mereka ternyata sangat dekat dengannya.
"Dan sekarang jawab pertanyaanku,..untuk apa mencari tau tentang seorang janda,kau tidak berniat menikahi janda bukan?"
Adam menaikan bahunya acuh lalu pergi dari hadapan Leo.
"Hey sialan kau jawab dulu pertanyaanku,baru pergi!!... Dasar tidak tau termakasih!!"
"Aku berterimakasih lewat uangku" Adam berteriak dari arah kamarnya.
Baiklah itu memang benar.
__ADS_1