
Adam baru saja tiba di kediaman Sadewo pukul 10 malam,suasana terdengar sepi mungkin orang tuanya sudah tidur.
Namun Adam salah Arya baru saja keluar dari dapur dengan membawa gelas air mineral,"Baru pulang Dam?"
"Hm.." tak ada lagi yang terucap bahkan tanpa menoleh Adam menaiki tangga dan langsung masuk kamarnya.
Arya mendesah sudah 5 tahun anaknya mendiamkannya menjawab hanya seadanya,di tahun pertama Adam begitu terpuruk namun Karina selalu menyemangati,setelah satu tahun Adam berusaha bangkit melanjutkan pendidikan S3 di Belanda,lebih tepatnya mencari suasana baru untuk bisa melupakan kekasihnya itu.Dua tahun yang lalu Adam pulang,lantas Arya langsung menyerahkan tanggung jawab padanya.Beruntung semarah apapun Adam dia tetap bersedia diam di rumah dengan bujukana dari Karina.
"Pagi Dam" sapa Karina yang sedang menyajikan sarapan untuk Arya suaminya.
"Pagi Mah"Adam duduk bersebrangan dengan Karina.
"Kamu lagi sibuk banget gak Dam minggu ini"
"Hmm kenapa Mah,?"
"Adam emang gak pernah gak sibuk sayang,setiap hari Adam selalu sibuk" itu Arya yang bicara,namun Adam tak menjawab.
"Adam Vila kita yang di Lembang lagi di renovasi, kamu tau Ulang tahun pernikahan Mama sama Papa mau dirayain disana minggu depan Mama berharap banget renovasi nya bisa selesai dalam satu minggu,"
"Bukannya kemarin mama bilang Vilanya diperbesar,kalo gitu gak mungkin selesai dalam satu minggu kan"
"Yang belakang gak masalah pokusin aja dulu di bagian depan buat para tamu,"
"Vilanya luas Mah bagian depan aja belum tentu bisa selesai satu minggu" Adam pernah kesana dulu waktu berumur 12 tahun jadi Adam tau seberapa luas vila itu.
Ehmm.. Arya berdehem dia merasa tak dilibatkan dalam percakapan Ibu dan Anak ini "Maka dari itu Mamamu tanya sibuk gak,kalo renovasinya kamu yang tangani pasti selesai" kata Arya.Istrinya terlalu basa basi kenapa tidak langsung pada intinya saja.
"Hm lihat nanti Adam sibuk soalnya-Adam udah selesai Adam pamit" lalu bangkit dari kursi makannya.
Selalu seperti itu,setiap Arya yang bicara sebisa mungkin Adam menghindar.
Karina mengusap lembut bahu suaminya" Sabar Mas semoga semua sesuai rencana kita,dan semoga perempuan itu bisa menghapus Aluna dari hidup Adam,mama juga kangen Adam yang dulu" mata karina sudah berkaca kaca.
__ADS_1
Arya meraih tangan yang selalu menenangkan nya lalu mengecupnya "Yah.. semoga,"
"Aku juga gak sabar bertemu pangeran kecil kita" Karin sudah meneteskan Air matanya.
Adam memasuki ruangannya,menyimpan tas kerjanya lalu lekas duduk dan memulai pekerjaannya.Tiba tiba Adam mendongak menatap sendu sebuah foto di atas meja kerjanya fotonya bersama seorang gadis yang terlihat sangat cantik 'Maaf.. maafkan aku telah menyakitimu' selalu itu yang Adam ucapkan dalam hati,Adam merasa bersalah karna telah merenggut kesucian gadis itu secara paksa adapun selain itu Adam sama sekali telah melupakan segalanya.mengubur semua dalam dalam. Adam memejamkan matanya.
"Leo keruanganku " Tak lama Sesosok wajah tampan masuk kedalam ruangan Adam.
Leo mengangguk sopan "Ada yang anda butuhkan Pak"
"Kosongkan jadwalku satu minggu kedepan"
"Baik Pak Adam"
"Haiss kau,," Adam melempar pena ke arah Leo "Aku tidak lebih tua darimu"
"Baiklah kalau tidak mau ku panggil Pak bagaimana kalau kupanggil Tuan saja" Leo terkekeh.Selama ini Leo lah yang menemani Adam dalam urusan pribadi maupun urusan perusahaan.Berteman sejak kecil membuat keduanya sangat akrab,bahkan Adam dan Leo,masuk ke SMA yang sama dengan Roy saat itulah Adam dan Leo mengenal Roy dan mulai bersahabat sehingga membentuk sebuah geng ditambah dua teman lainnya Andrew dan Aris.Hingga 5 tahun lalu Roy meninggalkan mereka bersama rasa dendam dan penghianatannya untuk Adam.
Leo Adalah putra pertama dari Pak Ali yang sampai saat ini masih mengabdi kepada Arya.Leo selalu menemani Adam di saat Adam terpuruk karna kejadian 5 tahun lalu,bahkan Leo sengaja dikirim Arya ke Belanda untuk menemani Adam di sana selama dua tahun.
"Tidak Mama memintaku mengawasi proses renovasi vila di lembang agar cepat selesai"
"Ya.. mungkin juga secara tidak langsung memintamu untuk berlibur sekalian"
"Ck.. baiklah aku akan berlibur,awas saja kalau kau memberiku pekerjaan saat disana"
"Ya manfaatkan waktumu dengan baik disana"
_________________
"Risa"
"Eh..Assalamualaikum Ane"
__ADS_1
"Hehe.. iya Waalaikumsalam" Ane tertawa canggung
"Kenapa An.."
"Udah mau berangkat Ris.."
"Iya sekarang berangkat lebih pagi soalnya mau buat persiapan buat lomba Anak anak dikelas"Seseorang bernama Risa tersebut bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar.
"Kenapa An?" Tanya Risa heran melihat Ane yang masih berdiri di depan pagar rumah Risa.Rumah mereka memang dekat hanya terpisah oleh pagar rumah masing masing.
"Eh,,enggak kok cuma mastiin aja Azka ikut atau enggak,kalo gak aku mau ajak main sama Aira"Ane keluar pagar dan menghampira Risa yang sedang memanaskan mesin motornya.
"Ya makasih kamu udah mau bantu jaga Azka selama ini kalau bukan karna kamu yang bantuin aku,aku gak tau harus bergantung pada siapa"
"Gak masalah Ris,Aku suka Azka aku juga udah anggap dia seperti anakku sendiri"
Dari dalam rumah muncul Azka yang sudah memakai ransel kecil berisi mainan dan juga kebutuhan Azka selama berada di sekolah tempat Risa bekerja "Oke Mom kita lesgo" katanya ceria.
"Ck masih panggil Mommy gaya banget lucunya tante ini"Ane mendusel pipi gembul Azka.
"Tante jangan suka gitu lagi Akka dah geude udah mau sekulah,kalo tante masih cubit pipi Akka nanti pipi Akka tambah gembul terus gak bakalan ganteng,nanti cewe cewe gak mau deketin Akka lagi,terus Akka gak bakalan punya pacar."Risa dan Ane melongo dari mana bocah ingusan ini belajar soal pacar pacaran.
"Kalo gak ada yang mau sama Azka nanti tante jodohin Azka sama Aira aja ya!"
"No Akka gak mau sama Aira, Aira cengeng tante nanti Akka repot lagi" kontan Risa dan ane terbahak.
"Hus.. gak boleh ngomong kaya gitu gitu,udah ah yuk sayang kita berangkat nanti telat mamah yang repot lagi"Motor matiknya sudah dipanaskan dan siap meluncur."Yuk An kita berangkat dulu,Assalamualaikum"
"Ayo tante kita berangkat dulu"
"Ya gantengnya tante.. hati hati di jalan Ris..Waalaikumsalam"
Ane menatap motor yang di bawa Risa makin kecil di ujung jalan dan tak terlihat lagi. Empat tahun lalu Risa pindah kesebelah rumahnya dengan membawa seorang Bayi Risa mengaku dirinya seorang Janda ,meski Ane tau ada kebohongan dimatanya namun Ane tak ingin ikut campur hingga suatu hari Risa menceritakan sendiri kisah pilunya pada Ane,Ane kagum pada Risa meski hidup serba pas pasan Risa berhasil menyelesaikan kuliahnya hingga kini menjadi seorang Guru,meski hidup seorang diri dan kadang kerepotan dengan Anaknya namun Risa tak pernah mengeluh.
__ADS_1
Ane memandang Rumah Risa rumah sederhana dengan dua lantai cukup kecil namun nyaman,Risa mulanya mengontrak namun pemilik rumah tersebut melepas rumah tersebut pada Risa meski dengan mencicil beruntung pemilik rumah tidak keberatan,entahlah itu menjadi misteri rumah tersebut dijual murah bahkan dengan cara dicicil.Ane tersenyum kecil bersyukur dari semua kisah pilu yang di alami Risa namun ada beberapa keberuntungan pada Risa dan Azka tanpa terduga,seperti semua jadi lebih mudah.