
Azka tiba kembali di Jakarta di malam hari waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam,Azka langsung pergi ke rumah sakit dan menemani Yasmin,Dina sudah pulang beberapa jam sebelum Azka tiba.
Dipagi hari ia pulang kerumah setelah memastikan seorang perawat menjaga Yasmin, begitu tiba ia disambut Raja,anak itu masih mengenakan piyama nya baru bangun tidur,"Hallo sayang.." Azka mengangkat Raja dan menggendongnya.
"Yayah.. Bndta ana?"
"Bunda masih sakit sayang,belum boleh pulang" Raja tertunduk sedih.
"Ka..?"
"Ya dad"
"Bisa daddy bicara?"
Azka mengangguk lalu memberikan Raja pada pengasuhnya "Tolong jagain Raja" sang pengasuh pun mengangguk lalu membawa Raja pergi.
Azka duduk berhadapan dengan Adam dan Alyla yang sudah menunggu,sepertinya pembicaraannya serius.
"Sekarang apa rencana kamu?" tanya Adam.
"Maksud dad?"
"Kamu gak mungkin berdiam diri terus Ka, kamu harus lanjutin kuliah mu"
Azka menghela nafasnya dengan mantap ia berkata "Aku mau nikahin Yasmin"
__ADS_1
Adam dan Alyla terkejut dengan ucapan Azka "Bang.?" Bukan Alyla tak setuju tapi Azka masih terlalu muda untuk menikah, jika hanya bertunangan ia mungkin akan izinkan tapi menikah...
"Ka menikah bukan perkara yang mudah, kamu yakin?"
"Iya loh bang, lagi pula Yasmin juga belum sadar, apalagi dokter bilang entah kapan Yasmin sadar" bukan mau mendahului kekuasaan tuhan tapi dokter meminta agar memasrahkan semuanya pada tuhan, sedikit sekali harapan karna kondisi Yasmin yang parah.
"Karna itu biar aku jaga Yasmin gak setengah setengah, aku yang akan ngurusin Yasmin,tanpa risi karna bukan mahromku, dengan menjadi suaminya aku bisa leluasa merawatnya.
"Bagaimana dengan Yasmin apa dia akan setuju bagaimana jika setelah sadar dia terkejut dan menolak"
"Dia sudah tau, kami memang berencana menikah untuk mendapat hak asuh Raja" Alyla makin lemas saja.
"Gak ada cara lain bang? kita bisa urus Yasmin sampai sembuh,kita bisa sewa suster perempuan untuk urus Yasmin" tawar Alyla.
"Aku gak mau"
"Bagaimana.. kamu siap?"
"Aku siap"
"Juga dibutuhkan banyak kesabaran bang,kamu yakin menikahi wanita yang terbaring sakit?" tanya Alyla
"Aku tulus mom aku sayang Yasmin, aku cinta Yasmin" Azka menundukan kepalanya besar harapannya Yasmin kembali sadar meski entah kapan.
Alyla terharu lalu memeluk Azka "Mom yakin kamu bisa" Azka mengagguk.
__ADS_1
"Ish udah jangan lama pelukannya,daddy cemburu" Adam menarik Alyla kedalam pelukannya.
Alyla memukul bahu Adam "Kira kira aja mas kalo cemburu"
Azka melihat kemesraan Adam dan Alyla ikut berharap semoga ia dan Yasmin juga akan menjadi seperti mom dan daddynya kelak.
Azka sadar jika hanya dirinya yang mencintai Yasmin,tapi Yasmin tidak,bukan tidak tapi belum Azka yakin kelak Yasmin akan luluh dan mencintai nya.
"Mom.. Raja ngikutin aku terus!!" teriak Fardhan "Aku udah bilang aku gak suka anak kecil" Azka terkekeh melihat Raja yang mengekori Fardhan sambil tertawa.
"Ngikut siapa sih anakmu sayang"Fardhan itu angkuh,dan dingin juga tak suka anak kecil dan entah kenapa..
"Anakmu..? dengar tuan Adam anak ku anakmu juga"
"Pokoknya aku gak mau punya adik lagi" lagi lagi Fardhan berteriak saat Raja menarik rambut Fardhan.
Azka segera mengambil Raja "Gak boleh begitu sayang nanti om Fardhan nangis" Azka meledek Fardhan.
"Enak aja aku gak nangis" elak Fardhan padahal ia sudah berkaca kaca ia benci anak kecil,itulah mengapa ia tak mau punya adik lagi tersisihkan dan di jahili juga direpotkan oleh anak kecil seperti Raja sekarang.
"Raja mandi dulu yuk sama Ayah" Azka membawa Raja untuk di mandikan.
Adam dan Alyla memperhatikan Azka dengan haru Azka berubah semakin dewasa bahkan bisa mengurus Raja dengan telaten "Anak ku udah dewasa.." Alyla menyeka air matanya.
"Anak kita.." kata Adam.
__ADS_1
"Cih tadi aku gak di akui.." Fardhan pergi sambil mendengus marah.
Adam terkekeh,"Ya ampun anak kita marah.." seru Adam, sementara Alyla segera mengikuti Fardhan "Gak gitu dek, kamu mau apa mom buatin ya..rendang, sate ayam..."terdengar bujukan Alyla pada Fardhan hingga tertelan pintu kamar Fardhan.