
Pagi hari sebelum kecelakaan Ibu..
"Apa yang ketinggalan Yas..?"Yasmin baru saja berangkat kuliah,namun pintu kembali di ketuk,tapi Yasmin biasanya tak perlu mengetuk dia langsung masuk, namun saat ibu membuka pintu ibu melihat sosok lain "Kamu..?"
"Selamat pagi bu" katanya sambil menurunkan kaca mata hitam yang di kenakannya hingga terpampanglah jelas siapa pemilik wajah tersebut.
"Sofia.."
"Ya saya, bisa bicara sebentar.. saya mohon" Wajah Sofia begitu memelas.
"Silahkan.." ibu mempersilahkan Sofia masuk,lalu mereka duduk berhadapan setelah ibu mengambil minum.
Tiba tiba Sofia menjatuhkan dirinya di depan Ibu "Saya ingin minta maaf.. atas semua kesalahan saya selama ini, saya bersalah sudah merebut mas Sandi dari Andini, saya minta maaf.." Sofia menangis dan masih berlutut di hadapan ibu.
"Sekarang saya sudah mendapat karma karna membuat Mas Sandi meninggalkan Andini saat dia tengah mengandung, kini saya tak akan pernah bisa mengandung dan melahirkan" Ibu masih diam ibu tau karna Yasmin sudah bercerita tentang istri Sandi ini.
"Saya tak mau Mas Sandi meninggalkan saya, karna saya tak bisa punya anak, saya.. minta tolong berikan Raja pada kami"
"Egois sekali kalian, setelah tak bisa cetak anak seenaknya mau ambil anak yang tidak diakuinya dulu begitu saja!" ibu mendengus.
Sofia menggeleng "Saya berjanji akan merawat Raja dengan sepenuh hati saya,saya akan menjadi ibu yang baik untuk Raja"
"Jika kamu punya sedikit saja hati seorang ibu, maka kamu tak akan melakukan semua yang kamu lakukan pada anak saya"
__ADS_1
"Bu..kasihanilah saya hiks..hiks"
"Sudahlah bangun jangan buang waktu merendahkan harga dirimu dihadapan kami yang hina ini,pergi lah" Sofia bangkit namun masih sesegukan menangis hingga ia keluar dan ibu menutup pintu.
Sofia mengahapus air matanya "Sial nenek tua itu tak tersentuh sama sekali" dengusnya,padahal dia paling jago saat dia menangis maka orang lain akan luluh termasuk Sandi,selama ini tangisannya paling ampun menjadikan Sandi takluk padanya.
Sofia tak menyerah disore hari ia mengirim pesan pada ibu.
"Bu bisa kita bertemu di Restoran dekat rumah ibu, mertua saya sedang kritis dan dia ingin bertemu Raja"
Entah dari mana Sofia punya no ponsel ibu,ibu tak menggubris sama sekali namun pesan kedua dari nomer yang sama membuat ibu gundah.
"Bu Mas Sandi sudah menyiapkan berkas untuk ke pengadilan,dan mengambil Raja dari kalian,saya mohon temui saya kita bicarakan ini baik baik,kita bisa rawat Raja sama sama, tanpa kami merebutnya, dan bisa di pastikan jika hak asuh jatuh ketangan kami, kalian tidak akan bisa bertemu Raja lagi, mari bertemu untuk berdiskusi dari hati kehati"
"Baiklah"
Maka malamnya setelah Yasmin pergi bersama Dina ,ibu menitipkan Raja pada Bu Amira tetangga mereka hanya Bu Amira yang ibu percaya, diantara semua tetangga hanya bu Amira yang ramah pada mereka bahkan semua tetangga yang melihat Yasmin punya anak tapi tak bersuami memandang sebelah mata.
Ibu berjalan kaki untuk ke Restoran yang dijanjikan Sofia namun Ibu tak menemukan Sofia disana mungkin karna ibu datang lebih awal dari yang dijanjikan ibu memutuskan menunggu, namun samar samar ibu mendengar nama cucunya disebut, dan ibu tau suara siapa itu karna tadi pagi ia baru berbincang dengannya.
Ibu mengikuti dimana asal suara itu, ternyata hanya terhalang oleh tiang dan tertutup tanaman hias pantas saja tadi ibu tak melihatnya "Sofia..dengan siapa dia" ibu melihat Sofia duduk berdua dengan seorang pria,dan mereka terlihat mesra.
"Pergilah sebentar lagi nenek Raja akan kemari"
__ADS_1
"Tapi setelah ini kita bertemu dihotel,aku merindukanmu sayang"
"Baiklah sayang tapi hati hati jangan sampai Sandi tau"
"Dia tak ada kan?"
"Tentu,dia sedang menemani mertuaku yang sedang sekarat, aku harus datang kemari untuk mendapatkan Raja, jika tidak harta warisannya akan melayang"
"Kenapa tidak lewat jalur hukum saja?"
"Lama prosesnya keburu tua bangka itu meregang nyawa,kamu tau pengorbanan ku untuk ketitik ini, rela menikahi Sandi hanya untuk harta orangtuanya,
Aku bahkan muak dengan keluarga itu setiap hari aku merawat mertuaku tapi mereka akan memberikan harta warisan mereka pada bocah itu,enak saja dan Sandi yang tak berguna itu hanya diam tak mendapatkan apapun sia sia aku meracuni tua bangka itu selama ini"
"Baiklah untuk menghilangkan kekesalanmu malam ini aku akan memuaskanmu" Bisik pria tersebut "Aku tunggu hotel" Pria itu bahkan melu mat sesaat bibir Sofia.
Ibu bergidik jijik dan akan pergi setelah mendapatkan bukti, namun ibu menyenggol tanaman hias yang menjadi tempatnya bersembunyi hingga pecah.
Sofia menyadari kehadiran ibu bergegas mengejar, ibu semakin berlari dari kejaran Sofia dan tak menyadari bahwa sebuah mobil dibelakangnya melaju kencang,dan menerjang Ibu hingga hantaman keras tak terelakkan Ibu terpental hingga beberapa meter, mobil yang menabrak ibu pergi begitu saja meninggalkan ibu dengan kepala yang dipenuhi darah akibat benturan juga tubuh ibu sudah tak bergerak hanya matanya yang mengerjap perlahan lalu tertutup.
Semua orang yang berada di lokasi menghampiri karna mendengar suara dentuman yang keras salah satu dari mereka menghubungi ambulan, seorang pegawai mini market yang mengenali ibu bergegas pergi kerumah Yasmin, namun tak menemukan seorang pun dirumah hingga ia bertemu bu Amira dan memberitahukan kecelakaan ibu, lokasi yang dekat dengan perumahan membuat Bu Amira melihat sendiri betapa mengerikannya kondisi ibu.
Segara setelah tiba dirumah sakit bu Amira menghubungi Yasmin "Yasmin ibu kamu kecelakaan.."
__ADS_1