Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
sebab dan hukuman


__ADS_3

Alyla tiba di Apartemen masih menggenggam foto foto yang tadi di lempar oleh Arya,Alyla meremas foto tersebut,masuk ke dalam kamarnya melihat tas besar yang ada di sudut kamarnya.


Niatnya untuk pergi setelah memberikan surat pengunduran dirinya terpaksa batal karna harus pergi ke rumah Adam,dan sekarang sebelum pergi Alyla harus meminta penjelasan dari Aluna tentang kebohongannya,semuanya akan jelas besok setelah Aluna pulang.


Alyla mengerjapkan matanya tanpa sadar ia tertidur terdengar suara pintu terbuka dari luar lalu kembali terkunci.Alyla melihat layar ponselnya pukul 11 malam 'siapa di luar' yang tau kode pintu hanya dirinya Adam dan Aluna, 'Kak luna baru pulang besok,apa mungkin Adam atau PENCURI' Alyla bergegas bangkit dan dan mengendap ke arah pintu dan membukanya secara perlahan Alyla meraih apa saja yang bisa di jadikan senjata,terlihat sebuah bayangan memasuki kamar Aluna.


Alyla berjalan perlahan begitu membuka pintu Alyla bersiap melayangkan pukulannya,"Aaaaa- apa yang kamu lakukan"


_____________


Adam sudah terbangun dengan segar setelah minum obat badannya menjadi ringan hanya masih sedikit lemas.


Adam keluar kamar untuk menemui orang tuanya,menuruni tangga untuk ke ruang kerja Ayahnya, kebiasaan Arya jam segini pasti masih sibuk bekerja,benar saja terdengar suara Karina sang mama disana.


Adam hendak mendorong pintu yang tidak tertutup rapat namun tangannya terhenti di gagang pintu Adam menegang mendengar percakapan Arya dan Karina.


"Jadi Roy sudah ada di jakarta sekarang" terdengar suara Karin.


"Iya Ali bilang dia tiba dua jam yang lalu"


"Lalu bagaimana dengan Adam sekarang,Adam sangat mencintai Aluna bagaimana kalau Adam tau Aluna berselingkuh dengan Roy". Raut Adam menegang Adam mendorong kasar pintu hingga membuat Arya dan Karin kaget sontak berdiri dari duduk mereka.


"Apa maksud mama?"

__ADS_1


"Adam..."


"Dengar Papa Dam, duduklah dulu"


"Aku tau itu hanya muslihat Papa kan supaya aku membenci Aluna dan kami berpisah.."Adam terkekeh pilu.


"Tidak.. Adam duduk dulu sayang biar papamu jelaskan" bujuk Karina. Adam sudah nampak frustasi.


"Itu benar sejak dulu Papa sama mama gak pernah suka sama Aluna"


"Dam kadang semua yang terlihat baik tak sebaik kenyataannya,Papa gak suka sama Aluna karna papa sudah tau sejak awal Aluna itu tidak baik untuk kamu"


"Itu tidak mungkin.." Adam menggeleng tak rela.


Arya menghela nafasnya inilah yang dimaksud semua butuh bukti karna itu Arya mencari bukti terlebih dahulu sebelum memberi tahu Adam,cinta membuat Adam buta,bahkan Adam terus menyangkal setiap Arya bilang Aluna tidak baik.


Karin sudah berderai air mata melihat raut putranya yang tak berdaya.Adam membuka map tersebut,rahangnya mengeras lalu meremas foto yang ada tampak Aluna yang bergandeng tangan,berpelukan,berciuman,bahkan ketika memasuki hotel,dan yang lebih menyakitkan lagi lelaki itu adalah Roy sahabatnya sejak SMA.


Adam berlari menuju kamarnya dan mengambil kunci mobil serta ponselnya,kemarahan merasukinya,sambil terus berjalan Adam menghubungi seseorang "Dimana Roy?" tanyanya pada seseorang di sebrang telpon.


"Dam mau kemana sayang" panggil Karina namun Adam bergeming dan terus berjalan keluar dari rumahnya memasuki mobil dan memacunya cepat.


"Mas gimana nih,aku takut Adam kenapa napa dia lagi kacau" karin menangis dipelukan Arya.

__ADS_1


"Tenanglah sayang,dia akan baik baik saja Adam harus jadi lelaki kuat" Arya mengelus punggung Karin,dan menenangkannya.


Adam memasuki sebuah club,jarang Adam datangi,salah satu teman Adam mengatakan bahwa mereka sedang bersama Roy disana,Adam mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Roy,bau asap roko dan alkohol yang menyengat serta mata para wanita malam yang menatap genit tak di hiraukannya.


Adam memasuki sebuah ruangan terlihat Roy sedang berbincang sambil tertawa bersama dua sahabat Adam lainnya.Adam mengepalkan tangannya tanpa aba aba Adam menghajar Roy memukul rahangnya bertubi tubi, "Brengsek.."


Bugh


Bugh..


Dua teman Adam hanya bisa terpaku Roy dan Adam termasuk sahabat yang paling lengket berdua,lalu apa yang membuat Adam menghajarnya bertubi tubi,mereka mencoba memisahakan, Adam terus meronta dan memaki "Brengsek.. bajingan kau Roy kau menghianatiku bersama Aluna "


Kedua sahabat Adam tercengang,namun tidak dengan Roy dia malah terkekeh sambing menghapus kasar bibirnya yang penuh darah."Bagaimana rasanya huh.. sakit bukan"


"Apa.."


"Rasanya jika wanita yang kau cintai mencintai orang lain"Roy mencoba bangun "Itu yang aku rasakan ketika Ayumi yang aku cintai tapi malah mencintaimu" Ayumi adalah cinta pertama Roy namun malah menolaknya karna Ayumi mencintai Adam,meski Adam tak pernah menaruh hati pada Ayumi,bahkan Adam menolaknya mentah mentah hingga Ayumi menjadi gila,gila karna cintanya pada Adam Ayumi sering menangis dipelukan Roy karna Adam yang tak pernah menganggapnya,dan puncaknya adalah Ayumi mencoba mengakhiri hidupnya ketika Adam menyebutnya murahan karna sering menggodanya.


Sejak saat itu Roy menanamkan dalam dirinya bahwa Adam harus merasakan apa yang dia rasakan.


Adam terpaku "Ya aku melakukan itu aku dan Aluna saling mencintai bahkan kami sudah berhubungan sebelum kau bertemu dengannya hingga kau datang dan mengatakan bahwa kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada Aluna,Aluna yang saat itu sudah menjadi kekasihku." Roy tertawa di balik rasa sakit di tubuhnya akibat hantaman Adam.


"Aku meminta Aluna untuk jadi kekasihmu lalu meninggalkanmu saat kau benar benar gila karna cintanya,dan kurasa aku berhasil lihatlah kau,kau akan benar benar gila karna sebentar lagi Aluna akan meninggalkanmu"

__ADS_1


Adam mengepalkan tangannya rahangnya mengeras matanya sudah memerah,tanpa kata lagi Adam pergi dari sana,Roy benar Adam akan gila jika Aluna meninggalkannya dan Adam tidak akan membiarkan Aluna pergi dari hidupnya,sekalipun cinta Aluna hanya sandiwara makan Aluna harus tetap bersandiwara untuknya,ya dan itulah hukuman yang akan Adam berikan pada Aluna.


Roy mengambil ponselnya lalu menempelkannya di telinga "Babe segera pergi dari sana"


__ADS_2