Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Terbongkar


__ADS_3

Alyla masih duduk disebelah ranjang Adam,menepuk lembut tangan Adam.Adam tengah tertidur efek dari obat yang membuat mengantuk,sesekali Alyla menghapus keringat yang mengalir di dahi Adam.


Alyla melepas genggaman tangannya saat dirasa Adam benar benar pulas,mengatur AC agar tidak terlalu rendah,lalu keluar dari kamar Adam menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan Adam.


Karina menunggu diluar kamar Adam "Suami saya mau bicara sama kamu" katanya pada Alyla.


Alyla menelan ludahnya kasar,Lalu mengikuti kemana Karina pergi.Arya sudah menunggu di ruang kerjanya.


"Sayang tinggalkan kami," kata Arya pada Karina,ada banyak hal yang tak perlu di ketahui oleh Karina.Meski Karina ingin tau namun Karina yakin kepitusan suaminya akan menjadi yang terbaik bagi keluarganya terutama Adam.Karina keluar lalu menutup pintu.


"Silahkan duduk Nona Aluna ah atau Nona Alyla clarissa" Arya menyeringai.


Alyla tersentak kaget Papa Adam tau siapa dia sebenarnya,apa yang akan terjadi apa dia akan dipenjara karna penipuan ini.Alyla meremas kedua tangannya yang sudah basah oleh keringat,menunduk dalam.

__ADS_1


"Maaf.."


Brak.. Arya mengebrak meja,Alyla semakin gemetar melihat Arya yang menatapnya tajam dan rahang mengeras."Apa niat kalian sebenarnya,mempermainkan anaku"


"Sa..saya tidak bermaksu.."


Brak.. lagi Adam menggebrak meja."Kau ingin uang harta?,berapa yang kau inginkan? akan ku beri asalkan setelah ini kalian tinggalkan anakku"


Arya berdecih "Lalu maksud kalian apa?kau ikut merayu Adam mengatas namakan Aluna begitu,bertukar peran seenaknya untuk menyakiti hati anakku"


"Tidak om.. ini hanya sementara sampai kak Luna pulang dari Singapura"


"Jadi kau tau Aluna pergi ke Singapura,ahh tentu saja kalian kan bersekongkol,kau disini berperan sebagai Aluna dan Aluna menikmati hari harinya berlibur dengan kekasih gelapnya" Alyla membulatkan matanya,mendongak dengan sedikit keberaniannya ia menatap raut Arya mencari kebohongan di mata pria paruh baya itu namun tidak menemukannya.

__ADS_1


"Tidak om tidak mungkin,, Kak Luna pergi untuk pekerjaan sebagai sekertaris,namun karna Adam melarang Kak Luna bekerja jadi kak Luna pergi diam diam tanpa sepengetahuan Adam." jelas Alyla.


"Cih.. dan kamu percaya.. ckckck kamu benar benar lugu atau kamu pura pura lugu" Arya mendelik "Kamu tau Aluna pergi untuk liburan dengan selingkuhannya yang parahnya lagi pria itu adalah sahabat Adam,kalian pasti bersekongkol untuk menutupi aib masing masing bukan,tidak punya harga diri,menjual tubuh kalian demi uang,pada keluarga kaya"


Alyla sudah berderai air mata,benarkah Aluna melakukan itu memanfaatkannya,Alyla menggelang tidak Aluna sudah berubah atau Aluna tidak pernah berubah seketika raut nya menjadi pias apa yang di inginkan Aluna mengapa melakukan hal itu padanya bahkan,tanpa di inginkan menumbuhkan rasa cinta terhadap pria yang tak seharusnya.


Alyla terduduk lemas kecewa,marah Aluna tidak berubah masih egois dan kejam.


Alyla memukul dadanya sakit merasa tersakiti setelah tumbuh rasa cintanya pada Adam kemudian harus meupakannya,dan sekarang kenyataan bahwa Luna menghianati Adam,dan memanfaatkannya sebagai tameng.


"Pergilah kalian jauh dari kehidupan anakku,jangan berharap untuk kembali atau aku akan membongkar aib kakakmu pada anakku,dan entah apa yang akan dilakukan anakku pada kalian,bahka mungkin lebih kejam dari siksaan di dalam penjara." Lalu Arya pergi meninggalkan Alyla yang masih terisak.Sebelum pergi Arya sempat melemparkan foto foto Aluna bersama seorang pria bahkan salah satunya ada yang sedang berciuman.


Dengan sisa kekuatannya Alyla bangkit dan pergi dari rumah Adam tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.

__ADS_1


__ADS_2