
**Typo bertebaran..
.
.
Kanaya Prameswari Sadewo, gadis cantik keturunan Sadewo itu tengah terduduk disisi ranjang tangannya menggenggam sebuah kartu berwarna maroon bertinta emas,tadi saat di kampus ia mendapatkan nya dari seorang perempuan yang ia anggap sebagai sahabatnya,namun ternyata ia tak sebaik yang Kanaya fikirkan.
"Aya, aku akan menikah dengan Bagas, aku harap kamu bisa datang"
Kanaya mengeryit "Bagas..?"
"Ya.. Bagas, aku tau kamu pasti sedih, maaf tapi aku gak bisa mengabaikan ini aku ha..mil anaknya Bagas, beruntung dia mau bertanggung jawab dan kami akan menikah satu minggu lagi" Anina sahabat seperjuangannya sejak masuk Universitas menunduk menampilkan wajah sendunya.
Kanaya tak bisa berkata kata bibirnya terasa kelu 'Apa ini, Bagas..dan Anina Hamil..'
"Sekali lagi maaf ya Ay.. aku harap kamu datang karna kamu satu satunya sahabat aku" Anina menggenggam tangan Kanaya.
"Sejak kapan..?" tanya Kanaya saat Anina akan pergi.
"Hah..?"
"Sejak kapan... ah bukan.. maksudku berapa usia kandungan kamu?" tanya Kanaya dengan bibir bergetar.
"du.. dua bulan.." tak menunggu lagi Kanaya berbalik meninggalkan Anina pergi.
..
__ADS_1
Kanaya meremas kartu undangan tersebut, ia menangis, Kanaya ingin menjerit,memaki bahkan mengutuk mereka berdua namun ia hanya bisa melampiaskannya pada kartu undangan ditangannya.
Satu minggu lagi itu artinya satu hari setelah wisudanya,
Kanaya mengelus nama di kartu undangan tersebut -Bagaskara Nandowijaya-
"Dua bulan.." lirihnya, jadi selama dua bulan Bagas membohonginya atau mungkin lebih dari dua bulan.
Kanaya terkekeh,gadis yang selalu ceria itu mengerti sekarang kenapa satu bulan ini Bagas menjauhinya meski tak kentara namun terlihat Bagas memang sedang menghindarinya, ternyata Bagas akan menikah, mengapa tidak jujur saja padanya lalu status apa yang harus Kanaya akui sekarang..pacar..? atau mantan.. bahkan Bagas tak mengucap kata putus lalu sekarang dia akan menikah dan dengan Anina... sahabatnya.. tapi bukan kah sekarang sudah jelas apa status mereka.
Mengapa harus Anina?, mengapa harus sahabatnya? mengapa mereka mengkhianatiku? pertanyaan itu terus menggema di kepala Kanaya.
Apa salahnya pada mereka? apa selama ini Kanaya pernah berbuat jahat sehingga mereka menorehkan luka padanya?.
Kanaya dan Bagas menjalin hubungan sejak satu tahun lalu, dan Anina tau itu. mereka kerap jalan bersama makan, bahkan sekedar menonton, Kanaya tak menyangka jika kedekatan mereka ternyata menyimpan pengkhianatan.
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Kanaya,"Masuk.." Kanaya menyimpan undangan di atas nakas.
"Hai sayang,makan malam sudah siap" Alyla melihat putrinya tak seperti biasanya pun memutuskan masuk kedalam kamar "Kenapa Kak..?"
Kanaya menggeleng "Gak papa kok mom"
"Tapi muka kamu pucat? kamu sakit?" Alyla menyentuh dahi Kanaya.
"Gak aku cuma lagi gugup untuk persiapan wisudaku mom"
"Kok difikirin.."
__ADS_1
"Oh iya mom aku juga mau lanjut kuliah lagi ke Australi"
Alyla mengeryit "Kok tiba tiba,katanya udah mau bantu Daddy, sama abang?"
"Aku ngerasa belum pantes mom, aku mau cari lebih banyak ilmu, biar gak malu maluin"
"Tapi Australia jauh sayang, kenapa gak disini aja"
"Emang kenapa, disana ada Eyang kan, aku bisa tinggal sama eyang"
Alyla menghela nafasnya "Oke,, tapi bicarain dulu sama Daddy, mom gak yakin daddy mau jauh dari anak gadisnya" Alyla melihat sekilas undangan yang ada di atas nakas "Siapa yang nikah?" Alyla membaca nama yang tertera "Bagas sama Anina" Kanaya mengangguk "Bagas sama Anina sahabat kamu itu" Alyla tau karna Kanaya selalu membicarakan kedua sahabatnya tersebut.
"Wah gak nyangka ya jodoh emang gak kemana, dari sahabat bisa jadi pasangan suami istri" Kanaya memang tak pernah mengatakan pada keluarganya bahwa ia menjalin hubungan dengan Bagas lebih dari sahabat.
'Ya, mom, gak nyangka dari sahabat jadi pacar lalu jadi suami orang' batin Kanaya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Apa yang akan terjadi dengan Kanaya?
ini semua tergantung kalian...😘
Like..
komen..
vote..
__ADS_1
🌹🌹🌹☕☕☕