Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Daddynya Azka


__ADS_3

Alyla dan Azka tengah menikmati makan malamnya,Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa ya Mom?"


"Mungkin tante Ane,bentar mama lihat dulu ya,lanjutin makannya.!" Azka mengangguk.


Tok..tok..tok...


"Kebiasaan deh kalo dateng bukannya Assalamualikum,malah berisi...!" Ucapan Alyla terhenti ketika melihat siapa yang datang."Pak Adam?"


"Saya..mau bertemu Azka!" Alyla mematung.


"Mau apa? ini udah malem maaf."Alyla hendak menutup pintu,namun Adam segera mendorong hingga Alyla sedikit terjengkang.


"Izinkan saya bertemu Azka atau saya bersumpah kamu tidak akan bisa bertemu lagi dengan Azka seumur hidup kamu" kata Adam dengan nada tajam.Entah apa yang ada di otak Adam sehingga membentak Alyla,yang pasti kemarahan dan penyesalan bercampur dalam hatinya dan siap meledak.


"Apa mau Anda?"sergah Alyla.


"Menemui Anak saya!!" ada sesuatu yang berdesir di hati Adam ketika menyebutken kata 'Anak saya'


Alyla tercengang,"Bingung darimana saya tau? huh!..itu yang harus kita bicarakan nanti,tapi sekarang saya mau bertemu Anak saya" Alyla menelan ludahnya susah payah.Adam sudah masuk ke dalam rumah menemui Azka,pekikan girang Azka terdengar oleh Alyla yang masih mematung.


"Om Adamm"


"Hallo jagoan.." Adam mensejajarkan tubuhnya dengan Azka lalu memeluknya erat,lalu punggung Adam bergetar pria itu menangis sambil memeluk Azka erat "Maaf..maaf.." suara Adam begitu pilu menandakan penyesalannya karna tak tau keberadaan Azka sejak dulu,hingga Azka tumbuh menjadi anak tanpa sosok seorang Ayah disisinya.

__ADS_1


"Om kenapa menangis" Azka menghapus air mata Adam.


"Tidak,, panggil aku Daddy, Azka!"


"Wah Om sudah mau jadi Daddyku?" Adam mengangguk."Yeayy sekarang Akka punya Daddy,Mom.. Akka punya Daddy sekarang" Alyla yang berdiri tak jauh dari sana memejam,lalu membalik badannya agar Azka tak melihat air matanya yang mengalir,Alyla menghapus air matanya kasar. "Mommy enggak senang Azka punya Daddy?" Azka menunjukan raut sedihnya.


Adam memperhatikan Alyla yang masih memunggunginya. "Azka sudah malam mau bobo sama Daddy gak?" Adam mencoba mengalihkan perhatian Azka.


"Mau Dad,bacain Akka cerita juga ya!"


"Okey..dimana kamarmu?" Azka menunjuk sebuah kamar.


Adam menatap tajam pada Alyla,lalu melewati Alyla begitu saja menuju kamar Azka.


"Dad kenapa mau jadi Daddynya Akka?"


"Oh..ya! tapi Daddy kemana aja kok gak pernah nemuin Akka?"


"Karna Daddy gak tau kalau ada Azka" Kata Adam sendu.


"Daddy kata Tante Ane kalo mau jadi Daddynya Akka Daddy harus nikah dulu sama Mommy"


"Hmm.. nanti" Adam mengelus kepala Azka yang tengah berbaring disisinya.


"Kapan Dad?"

__ADS_1


"Azka tau? Mommy mungkin gak mau nikah sama Daddy,jadi nanti Azka harus bantuin Daddy supaya Mommy mau nikah sama Daddy"


"Oke Akka nanti bantuin Dad"


"Jadi apapun yang terjadi Azka harus terus dukung Daddy,mengerti?"


"Oke" jawab Azka ceria.


"Huum.. sekarang Azka bobo dulu sudah malam" Azka pun mengangguk.


Alyla mondar mandir gelisah di depan pintu kamar Azka,terdengar pintu tertutup Adam keluar dari kamar Azka dengan pelan agar tidak membangunkan Azka.


Adam menatap tajam pada Alyla "Ikut saya!" katanya dengan nada perintahnya.


"Apa mau anda sebenarnya?" kini mereka tengah berada di ruang tamu.


"Jelaskan.."


"Apa yang harus di jelaskan" Alyla menatap Adam sengit.


"Semua. kenapa ada Azka..dan kenapa kamu tidak memberi tau saya kalo kamu mengandung anak saya"


"Anda salah Azka anak saya dan kenapa saya harus memberi tau anda tentang saya"


"Sepertinya kamu salah faham,saya tidak mau tau tentang kamu,saya cuma mau tau tentang Azka,anak saya yang harusnya tau siapa Ayahnya merasakan kasih sayang saya sebagai Ayahnya,tapi kamu malah pergi dan bersembunyi." Hati Alyla tersayat mendengar perkataan Adam.Ya Adam tidak akan perduli kepadanya semua yang Adam bicarakan hanya tentang Azka yang mengandung darah Adam dalam diri Azka.

__ADS_1


"sudah saya bilang Azka hanya anak saya!!" Alyla meneteskan air matanya.


"KEPANA KAMU KERAS KEPALA SEKALI!"


__ADS_2