Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
BonChap-AzYas (1)


__ADS_3

Yasmin memperhatikan penampilan Kanaya yang kini telah siap dengan kebaya nya, rambutnya di gelung rapi, juga kain batik yang menjadi bawahannya,hari ini Kanaya akan di wisuda.


Separuh hati Yasmin juga menginginkan itu, andai dulu ia tak kecelakaan dan koma mungkin kini Yasmin punya gelar sarjana, Yasmin menarik nafasnya lalu tersenyum ke arah Kanaya, tak seharusnya ia iri hidup Yasmin sudah sempurna dengan adanya Azka juga keluarganya yang begitu menyayanginya.


"Kamu cantik banget" Yasmin memuji Kanaya tulus.


"Makasih kak" Kanaya menampilkan senyumnya yang begitu manis. "Oh iya kakak juga ikut kan nanti, aku mau foto sama semua keluarga disana"


Yasmin mengangguk,"Pasti dong ini kan moment penting" lalu berjalan ke arah Kanaya yang masih mematut dirinya di cermin.Yasmin sudah berjalan tanpa tongkat sekarang dua hari yang lalu Yasmin melepas tongkatnya, meski belum di ijinkan berjalan cepat,namun dokter sudah menyatakan kaki Yasmin sudah sembuh.


"Ayo kak kita sarapan aku takut telat" Kanaya menuntun Yasmin.


"Aku udah bisa Ay.." Kanaya menuntun Yasmin menuruni tangga.


"Gak ah kak, aku khawatir kalo jatuh kan ngeri.." Yasmin menggeleng sambil tersenyum, semua orang dirumah ini benar benar berlebihan dalam memperhatikannya.


"Wah, cantik banget sih adik abang ini" Azka mencubit gemas pipi Kanaya.


"Ish abang aku udah cape cape nanti riasan aku rusak" Kanaya memberengut.


"Iya deh iya,bocah.." Azka akan mengusak rambut Kanaya namun Kanaya memundurkan kepala nya.


"Jangan macem macem ya bang!" peringatnya,namun Azka malah terbahak.


"Mas, jangan godain Aya mulu"


"Iya sayang, abisnya dia lucu kaya lenong kalo dandan" Yasmin memukul tangan Azka pelan sambil melotot.


Kanaya memutar matanya malas lalu memilih segera meninggalkan abangnya yang rese itu.

__ADS_1


Azka beralih dan mengampit Yasmin,Dan menuntunnya ke meja makan, menarik kursi untuk duduk Yasmin"Duduk Yang"


"Makasih mas"


Kanaya memperhatikan Azka yang memperlakukan Yasmin dengan lembut dan penuh perhatian, lalu matanya beralih ke arah Adam dan Alyla orang tuanya, mereka selalu harmonis dan tentu saja daddy nya yang selalu mendominasi dengan kemesumannya, Kanaya tersenyum kecil betapa bahagianya para wanita itu yang di perlakukan dengan istimewa oleh suami seperti Abang dan daddynya, andai ia menjadi salah satu wanita yang beruntung itu.


Dulu kala ia menjalin hubungan dengan Bagas ia berharap bisa melaju ke jenjang pernikahan seperti abangnya yang menikah saat usia muda hingga sekarang menjalani hidup dengan bahagia, namun nyatanya jodoh manusia tak pernah sama, Azka memang teguh dan tentu saja setia, berbeda dengan Bagas, tentu saja tak akan ada yang menandingi Abang dan Daddynya.


Semua perhatian dan cinta yang Bagas berikan, seolah hilang akibat pengkhianatannya, Kanaya terkekeh dalam hati,atau selama ini Bagas memang tak pernah mencintainya dengan tulus, ya benar jika memang Bagas benar benar mencintainya Bagas tak akan mengkhianati nya, apalagi dengan sahabatnya Kanaya sendiri.


"Sayang kok ngelamun cepet selesaikan makan nya, nanti telat loh" Kanaya mengangguk lalu memulai sarapannya.


.


.


Kanaya sudah pergi lebih dulu, rencana nya anggota keluarga lain akan menyusul nanti.


"Kejutan dong.."


"Kejutan apa?" Yasmin terkekeh, namanya juga kejutan mana mungkin Azka memberi tau,akhirnya ia hanya pasrah saja mengikuti langkah Azka. "Kita harus cepet cepet loh mas nanti telat kasian Kanaya"


"Gak lama Yang, awas hati hati..." peringat Azka saat melewati pintu.


Tiba di dalam kamar Azka membuka penutup kain di mata Yasmin.


"Surprise..!!" Yasmin mengedarkan pandangannya kepenjuru kamar, dahinya mengeryit tak ada yang aneh suasana di kamar biasa saja, bahkan masih sama seperti tadi pagi setelah ia rapi kan.


Yasmin mendelik ke arah Azka yang sudah mengerjainya kejutan apanya tak ada apapun, lalu kenapa harus tutup mata.

__ADS_1


Namun saat Yasmin berbalik Azka memperlihatkan sebuah undangan yang sudah di cetak, dengan nama Azka dan Yasmin yang terukir.


"Loh mas..?" Sejak Yasmin tak memakai kursi roda Azka sudah merencanakan akan mempublikasikan pernikahannya dengan Yasmin, dengan mengadakan resepsi pernikahan mereka yang tertunda.


"Terkejut gak?"


Yasmin mengangguk, "Sejak kapan kamu mempersiapkannya?"


"Sejak dua minggu lalu, sekarang persiapannya sudah 99% selesai"


Yasmin mengeryit "Secepat itu?" ah .. Yasmin hampir lupa dengan kekuatan uang.


"Kamu senang?"


"Tentu, tapi harusnya gak perlu melakukan ini mas, aku sudah merasa cukup dengan semua yang sudah kamu beri.. terimakasih.."


"Jangan merasa cukup, karna ini belum seberapa, aku akan memberikan seluruh dunia ini untuk kamu jika kamu mau" Yasmin hanya tersenyum lalu memeluk Azka.


"Terimakasih mas.."


____________


Aku masih mikir Kanaya, mau pisah atau lanjut disini aja? sambil nunggu monggo di nikmati Bonus Chapternya😘


Like..


komen..


vote..

__ADS_1


🌹🌹🌹☕☕☕


__ADS_2