Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Bisakah Azka membantu?


__ADS_3

Azka masih memandang Yasmin dengan tatapan yang sulit di artikan Yasmin tak mengenal Azka lebih jauh entah apa yang ada di pikiran Azka, Yasmin mengehela nafasnya Azka tiba tiba hadir dalam hidupnya dan mengatakan menyukainya juga akan membantunya agar Raja bisa terus bersamanya.


Memang Azka juga bisa apa? dia memang anak orang kaya namun seberapa besar kekuasaan nya Yasmin tak tau, usia Azka hanya satu tahun di atasnya dan Yasmin tak yakin apakah Azka bisa membantu.


Belum lagi Yasmin yang tak ingin punya hutang budi pada siapa pun,apalagi di jaman sekarang seseorang tak mungkin mau membantu jika tak mengharap imbalan.


"Jadi bagaimana?" raut Azka yang biasanya ramah kini terlihat datar dan dingin.


Azka mengumpat dalam hati kenapa sulit mendapatkan kepercayaan Yasmin, tak bisakah ia percaya padanya dan dia berjanji akan melindunginya dan Raja.


Dengan cara apa? tentu dengan uang dan kekuasaan.


Itu yang orang tak tau tentangnya,ia memang sudah biasa membantu daddynya di kantor,dengan itu ia juga punya penghasilan sendiri.


Namun daddy dan mommy nya tak tau Azka sudah mempunyai bisnis sendiri, salah mungkin hanya mommy nya yang tak tau, karna daddynya bisa mengetahui apa saja kegiatan anaknya diluar sana,Azka mulai mengelola cafe dan resto sejak lulus SMA bersama dua teman tengilnya Aslan dan Bima.


Azka memang tak sepenuhnya memegang kendali namun dia selalu memantau Cafe dan Restonya hingga dalam tiga tahun ia memiliki beberapa cabang di berbagai kota.


Bahkan kini ia tak pernah menyentuh uang jajan dari daddynya yang terus bertambah di ATM nya,meski Azka sudah tak meminta namun Adam selalu memasuk kan uang tepat waktu ke dalam rekening anak anaknya.


"Jadi bagaimana?" tanya Azka.


Yasmin mengeryit "Apa..?"


"Keputusan kamu"


"Aku sudah bilang kemarin" Yasmin mengabaikan dan memilih menghidupkan motornya sejak tadi dia yang akan berangkat kuliah tertunda karna kadatangan Sandi.


"Kita harus bicara..."


"Gak perlu.."


Azka menghela nafasnya sabar, Azka menarik kunci di motor Yasmin dan spontan motor itu pun mati "Mau kamu apa sih?"


"Ikut aku kita bicara"


"Apa sih, aku mau kuliah" Azka tak peduli ia mendorong Yasmin masuk kedalam mobilnya.


Azka memacu mobilnya tanpa memperdulikan Yasmin yang diam saja melihat kearahnya.


Azka memarkirkan mobilnya di lobi apartemen dan memberikan kunci pada satpam yang bertugas tampaknya ia sudah di kenal disana hingga satpam tersebut patuh, bahkan ia sempat menunduk.

__ADS_1


Yasmin mengikuti langkah Azka masuk kedalam dan memasuki sebuah kotak besi ,Yasmin juga sempat melihat resepsionis mengangguk hormat pada Azka.


"Kita mau kemana sih?" tanya Yasmin lagi.


"Ke apart ku"


"Ngapain? jangan macem macem ya!"


Azka terkekeh lucu melihat Yasmin yang tiba tiba memeluk dirinya,seolah takut Azka akan melakukan hal mesum padanya.


Ponsel Azka berdering tertera nama Uncle Leo.


"Ya Uncle?"


"Hai Azka Uncle sudah menyuruhnya datang"


"Terimakasih uncle"


"Hmm.. mulai sekarang dia akan bekerja dengan mu, setiap kamu butuhkan dia akan siap membantu mu"


"Terimakasih uncle"


"Kamu yakin daddymu tak perlu tau?"


"Ya Baiklah" Di sebrang sana Leo mendesah Adam belum bicara dengan Azka tentang rencana perjodohan itu karna mendadak ia harus keluar negeri dan mengurus perusahaan mereka yang sedikit bermasalah, sedangkan acara anniversery Adam dan Alyla akan di adakan empat hari lagi.


Dan sekarang Azka semakin gencar mendekati gadis bernama Yasmin itu.


Yasmin mendengar Azka berbicara di telpon entah apa yang Azka bicarakan Yasmin tak peduli ia hanya ingin masalah dengan Azka cepat selesai dan segera pulang, salah bukan Azka yang bermasalah tapi dirinya, entah kenapa Yasmin seperti sapi yang dicokol hidungnya dan mengikuti saja kemana Azka pergi.


Lift itu terhenti di lantai 30, Azka keluar ketika pintu lift terbuka dan Yasmin terus mengikutinya,Yasmin tertegun saat memasuki unit yang hanya satu satunya di lantai itu, ya dia baru menyadari tadi juga ia memasuki lift yang sepertinya dikhususkan untuk memasuki unit ini,bahkan Azka terlihat menempelkan sebuah kartu akses di depan lift tersebut.


"Ayo masuk.." Azka melihat kearah Yasmin yang masih berdiri di depan pintu.


Seorang pria berseragam rapi keluar dari dalam, "Semua sudah selesai" pria itu mengangguk hormat diikuti beberapa wanita di belakangnya sepertinya petugas kebersihan.


"Ya terimakasih, dan satu lagi nanti ada seseorang yang akan datang tolong antarkan dia kemari"


"Baik tuan" pria itu mengangguk lagi sebelum pergi dan menutup pintu,pria itu sudah membersihkan unit Azka ketika Azka akan datang hanya sesekali saja,seperti sekarang


"Ki..kita mau ngapain kesini" tanya Yasmin sungguh Yasmin merasa takut meski unit yang ia masuki begitu luas tetap saja ia begitu takut berdua saja dengan Azka.

__ADS_1


"Kenapa,, takut aku macem macem?, Azka menyeringai" lalu Azka tertawa.


"Kamu tenang aja aku emang suka kamu tapi aku gak akan melakukan sesuatu yang melewati batasan ku, kita tunggu orang dulu sebentar"


"Siapa?"


Bukannya menjawab Azka malah makin menggoda Yasmin "Segitu takutnya?"


"Ya gimana gak takut kita cuma berdua disini"


Azka lagi lagi hanya tertawa "Ya sudah aku ke kamar mandi dulu, mungkin bentar lagi orangnya datang" Azka membawakan minuman untuk Yasmin dan menaruhnya di atas meja "Minumlah" dan Azka berlalu dan menaiki tangga.


Yasmin mengangguk dan duduk di sofa yang begitu elegan dan empuk,ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, seberapa besar kekayaan Azka, tunggu salah tapi kekayaan orang tuanya.


Yasmin pernah masuk ke rumah orang tua Azka waktu itu,Yasmin memang tidak menelusuri semua ruangan dirumah itu,namun Yasmin yakin rumah itu juga luas mungkin lebih luas dari unit yang ia masuki sekarang namun tetap saja unit ini juga sangat luas.


Yang Yasmin tak tau bahwa sebenarnya seluruh gedung apartemen ini milik Azka hadiah ulang tahun dari Eyangnya Arya ketika ia berusia 17 tahun, saat Adam hanya memberi mobil mewah pada Azka, Arya memberi satu gedung pada Azka,sebelum Arya dan Karina Eyang nya pindah ke luar negeri.


Jadi seberapa kaya Azka di usianya yang baru akan menginjak 21 tahun,dari penghasilan Cafe dan Resto dan beberapa cabangnya, juga dari satu gedung yang memiliki lebih dari 100 unit apartemen didalamnya, bahkan sewa pertahunnya saja ratusan juta saking mewahnya apartemen tersebut.


Belum lagi aset aset yang lain yang tidak author jelaskan (Takutnya nanti dikira Azka pamer lagi🀣)


Jadi siapa yang selama ini mengelola semuanya,sementara Azka bebas kuliah dan bermain? tentu saja selalu ada orang orang kepercayaan dibaliknya.


____________


Dan mari kita menghalu ria seberapa kaya Azka meski tanpa daddynya Adam, boleh lah yaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Jadi bisakah Azka membantu Yasmin?


A :Bisa


B:Tidak


πŸ€”πŸ€”


πŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’­πŸ’­πŸ’­


❀️❀️❀️

__ADS_1


πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉβ˜•β˜•β˜•


__ADS_2