Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Hanya memanfaatkan


__ADS_3

Alyla mengetuk kamar Azka "Hay.. boleh mommy masuk?"


Azka sedang duduk di tepi ranjang mengagguk, Alyla masuk kemar Azka dan duduk di sisi Azka yang masih melamun "Masih belum bisa meluluhkannya?" Azka mengangguk "Jadi dia Yasmin yang waktu itu nolongin Aira"


"Ya"


"Maafin mommy ya seandainya mommy tau Abang udah punya pacar pasti mommy gak lakuin itu, mommy dukung Abang sepenuhnya"


Azka mengangkat wajahnya yang menunduk sejak tadi "Atau kamu mau nyerah?"


"Ya gak lah mom, enak aja" dengus Azka.


Alyla mengulum senyumnya "Perjuangan aku belum seberapa"


"Ya udah semangat dong jangan lesu gitu.. ingat ya semangat!!" Alyla mengacung kan tangannya keatas menyemangati Azka.


Alyla memeluk Azka "Putra mommy udah dewasa sekarang,teruslah jadi kebanggaan mommy..huum" Azka mengangguk.


"Doakan aku ya mom.."


"Pasti.. pasti mommy doakan kamu, selalu"


.


.


Dan di sinilah Azka sekarang menatap pintu yang masih tertutup itu Azka menarik nafas saat mengangkat tangannya dan mengetuk pintu rumah Yasmin.


Setelah tiga kali mengetuk pintu tersebut perlahan terbuka,jantung Azka sudah berdebar kencang ia kira Yasmin mulai membuka hati dan mau mendengarkannya, namun tiba tiba sosok bocah berpipi gembul muncul di balik pintu "Yayah.. " pekiknya.


Azka mendesah lalu tersenyum "Hai jagoan, kamu membuka pintu sendiri"

__ADS_1


"Huum.." rupanya Raja sudah pintar membuka pintu sekarang.


"Dimana bunda?" tanya Azka sambil berjongkok lalu menggendong Raja.


"Raja..?" Yasmin muncul dari balik kamar dan melihat Raja ada di pangkuan Azka,Yasmin memaku tubuhnya sesaat sebelum langkahnya di percepat dan meraih Raja dari pangkuan Azka.


Azka benar benar rindu melihat Yasmin, gadis yang sudah dua hari tak ia lihat kini ada di hadapannya meski masih berwajah sinis padanya. "Mau apa lagi kamu kesini?"


"Yas, aku mau jelasin semuanya"


"Gak ada yang perlu di jelasin.."


"Aku janji setelah jelasin semuanya, aku gak bakal ganggu kamu lagi" putusnya.


Yasmin menghela nafasnya "Gak perlu" suaranya mulai melembut.


"Harus Yas.. denger..


Azka terdiam, mendengar nada bicara Yasmin.


"Raja mainnya disana dulu ya ada yang mau Bunda omongin sama.." ucapan Yasmin terhenti sesaat "..Ayah.." lanjutnya.


Azka merasakan tiba tiba hatinya menghangat ketika kata 'Ayah' terucap dari mulut Yasmin.


Raja turun dari gendongan Yasmin dan kembali ke mana mainannya berserakan dan mulai bermain lagi.


Yasmin menghela nafasnya "Jadi kapan..?"


"Hah?"


"Kapan kita menikah?"

__ADS_1


Azka mengerjapkan matanya,apa ia tak salah dengar."Kita menikah..?"


"Ya, seperti kata kamu, kamu gak keberatan kan aku memanfaatkan kamu" hati Azka yang sudah berbunga kembali redup. "Sandi datang kemari dan membawa surat hak asuh atas Raja,jika kita menikah kamu mau membantu bukan?"


"Kamu seperti menuduhku memberikan syarat untuk itu.."


"Memang seperti itu kan, aku anggap itu sebagai syarat agar kamu mau membantu" 'Agar aku juga tak berharap lebih lagi..' Yasmin terus mensugesti hatinya agar tak sakit lagi.


"Aku gak berniat menjadikan ini sebagai syarat,pengacara bilang harus sepasang suami istri yang bisa mengadopsi bukan? dan aku benar benar tulus untuk bantu kamu.." Azka menarik nafas " juga karna aku ci... "


"Tapi aku gak mau punya hutang budi,setelah hak asuh Raja ada sama aku kamu bisa ceraikan aku" Yasmin memotong ucapan Azka.


Azka terkekeh "Kamu benar benar hanya memanfaatkanku?" astaga kenapa sekarang hati nya sakit.


Yasmin tetap tenang dengan wajah datarnya "Bukannya kamu tidak keberatan, begitu kan,yang kamu bicarakan tempo hari"


"Ya, seperti itu.. tapi aku gak tau ternyata rasanya sakit mendengar itu langsung dari kamu. jadi kita akan menikah hanya semacam pernikahan kontrak begitu?"


"Ya, kamu tenang saja sebagai timbal baliknya.. selama kita menikah aku akan melakukan kewajibanku sebagai seorang istri termasuk diatas ranjang!!"


"Juga.. Aku tak ingin keluarga kamu tau tentang pernikahan ini, itu menguntungkan bagi kamu kan, gak akan ada yang tau kamu pernah menikah, jadi setelah semuanya selesai kamu bisa bebas menikah lagi dengan wanita lain"


"Aku sama sekali gak berfikir sejauh itu.." Azka menundukan kepalanya.


"Jika kamu tidak mau, kamu bisa pergi dari sini sekarang juga dan jangan pernah datang lagi" ya itu hanya alasan Yasmin agar Azka pergi dari hidupnya, hidupnya yang sudah rumit,ia tak mau melibatkan Azka lagi.


Yasmin menatap datar Azka yang ternyata menatapnya dengan mata sendu, Yasmin berusaha menyembunyikan kenyataan hatinya juga sakit mengatakan itu, tapi biarlah biar Azka membencinya, dan pergi darinya. Azka masih punya Aira kan tunangannya yang tentu lebih pantas bersanding dengannya.


Namun Yasmin terkejut kala Azka berkata..


"Baiklah.. Ayo kita menikah..."

__ADS_1


__ADS_2