Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Rencana Yasmin


__ADS_3

"Baiklah.. Ayo kita menikah..." Tatapan Azka berubah tajam dengan rahang yang mengetat, kedua tangannya mengepal, tidak disangka semuanya jadi seperti ini,baiklah jika itu keinginan Yasmin akan Azka ikuti semuanya.


Yasmin sempat tertegun dengan persetujuan Azka, mengapa Azka menyetujuinya,apakah dia tak memikirkan bahwa Yasmin tak menghargainya sekarang.


"Dan asal kamu tau aku tulus dan benar benar mencintaimu.."


Sebelah hati Yasmin merasa bersalah sekarang karna mengucapkan itu, tatapan Azka padanya kini berubah tegas padanya tak lagi lembut seperti sebelumnya.


"Tapi jika itu yang kamu inginkan aku ikuti kemauan kamu"


Yasmin terdiam.


"Tidak kah kamu fikirkan bahwa ucapan kamu menyakitiku.." lirih Azka,baiklah tak perlu jelaskan apapun biarkan semuanya mengalir seperti kemauan Yasmin.


"Aku akan segera mempersiapkannya"


Azka berdiri dari duduknya dan hendak pergi sebelum suara Raja menghentikannya.


"Yayah mo ana?"


"Ayah pulang dulu, nanti Ayah datang lagi, kita main lagi,tapi sekarang Ayah ada kerjaan"


Raja mengangguk, setelah memberi kecupan di pipi Raja,Azka pun pergi dari rumah Yasmin tanpa menoleh lagi kearah Yasmin.


Yasmin hanya menatap punggung Azka yang hilang di telan pintu, lalu dia meraba hatinya terasa perih, baiklah ini lebih baik kan, Yasmin memejamkan matanya 'Tidak jangan menangis lagi Yasmin'.

__ADS_1


Tidak akan ada pernikahan, sebelum itu terjadi Yasmin akan pergi,meninggalkan semuanya, meninggalkan Raja, meninggalkan.. Azka.. biarlah Raja bersama Papanya Sandi, namun sebelum itu Yasmin harus memastikan Raja aman, masa depan Azka masih panjang ia tak ingin memberi coretan pada hidup Azka dengan menikah muda, yang tak akan berlangsung lama.


Ponsel Yasmin bergetar panggilan dari Dina, Dina menanyakan kapan Yasmin kembali kuliah, Yasmin mengatakan mungkin ia akan cuti sementara sambil menunggu ia mendapatkan pengasuh Raja. Yasmin bahkan tak mengatakan apapun pada Dina, biarlah temannya itu tak perlu tau ia sudah banyak merepotkan Dina.


Setelah panggilan dengan Dina berakhir Yasmin menghubungi Sandi "Bisa aku bertemu orang tua kamu"


"Untuk apa?"


"Untuk memastikan semua anggota keluarga kamu menerima kehadiran Raja"


.


.


Esoknya Sandi menjemput Yasmin pagi pagi sekali mereka akan ke Yogyakarta dan bertemu orang tua Sandi.


Keluar dari bandara supir Sandi sudah menunggu, tak menunggu lama mereka langsung menuju rumah Sandi.


.


.


Sebelum kuliah Azka berniat mengunjungi Yasmin dan Raja namun begitu tiba Azka mendapati rumah Yasmin kosong, Azka mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Yasmin "Kamu dimana?"


"Aku di Jogja.."

__ADS_1


"Hah..?" Azka terkejut sejauh itu "Kamu gak memberitahuku sebelumnya kamu mau kesana?"


"Memang perlu..?"


Azka menghela nafasnya "Bukankah mulai kemarin aku calon suami kamu, sudah selayaknya aku tau kan"


"Kami tak akan lama, kami hanya akan pergi kemakam kak Andini"


"Baiklah aku jemput nanti.."


"Tidak perlu, kami hanya sehari kami juga ingin menghabiskan waktu berdua saja, aku dan Raja"


"Ya sudah hati hati.." Yasmin hanya bergumam lalu menutup telponnya.


Azka memejamkan matanya menarik nafasnya lalu menghembuskan kembali "Sesulit itukah untuk kamu Yasmin..?"


.


.


Yasmin merebahkan kepalanya kesandaran kursi dan melihat keluar jendela, mereka masih dalam perjalanan menuju rumah Sandi.


"Kamu berbohong.." Kata Sandi dipangkuannya ada Raja yang tengah tertidur, anak itu mulai terbiasa dengan Sandi meski masih terlihat takut namun sejak turun dari pesawat Raja tak lepas dari pelukannya, Sandi mendengar percakapan Yasmin mereka duduk bersisian di mobil yang sama.


"Bukan urusan kamu!!"

__ADS_1


"Dia pria yang di panggil Ayah oleh Raja kan?"


Yasmin tak menjawab dan terus menghindar dengan melihat kearah berlawanan dengan Sandi.


__ADS_2