Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Menuju End


__ADS_3

Yasmin menggeliat dalam tidurnya, Iya bisa merasakan pelukan Azka di belakangnya, punggung nya yang terbuka bersentuhan langsung dengan dada telan jang Azka, terasa sentuhan kulit itu seakan melekat dengan kulitnya.


Pelan Yasmin menyingkirkan tangan Azka ia ingin membersihkan diri,apalagi hari sudah semakin gelap,waktu magribnya juga terlewat. rasa perih tak bisa dihindari saat Yasmin mencoba bangun, ia sedikit meringis "Mau kemana?" suara serak Azka terdengar.


"Aku mau mandi mas, magrib udah lewat.." Yasmin meraih bathrobe yang tadi terjatuh tak jauh dari ranjang,lalu memakainya


"Sakit gak..?" Azka menggaruk tengkuknya merasa bodoh iya lah sakit namanya juga pertama kali.


"Sedikit tapi masih bisa di tahan kok.." Yasmin mengambil tongkat yang berdiri di sisi ranjang.


"Maaf sayang, sini biar aku aja" Azka menaruh kembali tongkat Yasmin lalu menggendong Yasmin, Azka bahkan lupa untuk sekedar memakai celananya.


"Mas kamu... belum pakai.."Azka menunduk melihat dirinya yang masih toples.


"Kenapa? kan kamu sudah lihat semuanya" Azka mendudukan Yasmin di dalam bathtub "Bisa sendiri gak, atau mau aku man.."


"Gak usah mas aku bisa"


"Oke.. kalo sudah panggil aku, aku tunggu diluar" Azka mengecup dahi Yasmin sebelum menutup pintu kamar mandi.


Azka tersenyum melihat ranjang mereka yang berantakan satu persatu ia rapikan dan pakaian yang berserakan ia kumpulkan dan memasukkan nya kedalam keranjang,Azka melihat bercak merah yang mengering di atas sprei,tentu saja ia merasa bangga, karna menjadi yang pertama, jika saja ia tak mengingat Yasmin yang belum pulih benar Azka ingin terus mengulangi keni-kmatan itu semalaman, namun Azka harus bisa menahan dirinya mungkin nanti setelah Yasmin benar benar pulih, Azka akan menggempurnya sampai lelah, tapi sepertinya ia tak akan lelah untuk meraup keni-kmatan itu terus menerus bersama Yasmin.


Tak lama terdengar suara Yasmin dari dalam,lalu Azka membantu Yasmin untuk keluar, dan mendudukannya di bibir ranjang, dengan cekatan Azka mengambilkan pakaian Yasmin dan memakaikannya "Harusnya aku kan yang ngelakuin ini buat mas, nyiapin baju, melayani mas.."


"Sstt aku gak keberatan, lagi pula kamu belum pulih benar, aku gak akan larang kamu ngelakuin ini semua sama aku nanti, jika kamu sudah benar benar pulih, tapi jangan halangi aku untuk terus memperlakukan kamu seperti ini walau kamu sudah sehat sekalipun" terakhir Azka menyisir dan mengeringkan rambut Yasmin "Selesai.. aku mandi dulu abis itu kita makan malam,mom sama dad pasti undah nunggu" Azka berjalan kearah kamar mandi lalu menutupnya.


Yasmin begitu beruntung memiliki Azka dalam hidupnya, lelaki itu begitu sabar dan pengertian padanya. terkadang Yasmin merasa menyesal dulu pernah meragukan Azka, karna itu Yasmin berjanji akan selalu mencintai Azka dan berusaha membahagiakan Azka.


Setelah selesai dengan semua urusan mereka keluar kamar untuk makan malam bersama "Cie.. yang lagi anget angetnya sampai gak sadar waktu makan malam udah lewat" Goda Adam.

__ADS_1


"Maaf dad, kalian nunggu lama ya?" Yasmin jadi tak enak hati.


"Gak pa-pa sayang, tapi maaf kita udah mulai duluan abis Fardhan udah ngedumel dari tadi, apalagi Raja..mereka udah naik duluan karna ada tugas katanya"


"Harusnya kami yang minta maaf mom, karna ketiduran, jadi telat"


"Ya udah ayo makan dulu..kamu pasti capek.." Yasmin mengeryit lalu melihat kearah Azka, tiba tiba pipinya memerah.


"Jangan di gempur terus Ka, Yasmin belum pulih benar" kata Adam.


"Emangnya aku daddy.." Azka mencebik, sambil menyuapkan nasinya.


"Ya karna kamu keturunan daddy jadi daddy tau watak kamu" tentu saja itu benar andai Azka tak mengingat kesehatan Yasmin ia akan terus menggempur Yasmin sampai pagi.


Yasmin hanya diam sambil menunduk malu, lalu pandangannya tertuju pada Kanaya yang hanya mengaduk makanan nya "Aya jadi kuliah keluar negerinya?" Tanya Yasmin, Kanaya mendongak lalu tersenyum, namun senyumnya terlihat sendu.


"Mom masih gak rela di tinggal Aya, lanjut kuliahnya disini aja ya" bujuk Alyla.


"Gak mau ah.. Aya mau cari suasana baru mom, lagian aku juga kangen sama Eyang"


"Kan bisa liburan aja kesana gak perlu lama, kuliahkan lama Ay" Alyla sungguh tak ingin berpisah dengan anak anaknya, Kanaya akan kuliah ke Australia, Azka juga akan pindah membawa serta Raja, rumahnya akan terasa sepi nanti.


"Gak apa sayang kita bisa berkunjung kesana sesekali, lagian aku juga bisa tenang disana ada mama, papa... dan jangan lupa daddy akan mengawasi kamu" Tatapan Adam seolah menegaskan bahwa ia selalu tau apa saja yang dilakukan putrinya.


"Ya dad.."


Selesai makan malam seperti biasa mereka meluangkan waktu sekedar menikmati teh, sambil berbincang.


Yasmin menghampiri Kanaya yang duduk di kursi taman "Hai.."

__ADS_1


"Eh Kak" Kanaya membantu Yasmin duduk di sampingnya "Gimana kaki kakak?"


"Udah baikkan, semoga minggu depan bisa lepas tongkatnya"


"Syukurlah kalo gitu.." Yasmin menatap wajah adik iparnya yang tersenyum namun senyumnya tak lepas seperti biasanya, Yasmin selalu memperhatikan setiap gerak anggota keluarga Azka,mulai dari Fardhan sampai Kanaya, ia ingin memahami setiap karakter dari keluarga Azka yang juga menjadi keluarganya,Fardhan yang pendiam, ketus tapi tegas, meski ceplas ceplos dengan kata kata pedas,namun Fardhan selalu jujur dan juga menyimpan kasih sayang meski tak ia tunjukkan.


Sedangkan Kanaya gadis ini selalu ceria, dan cenderung menunjukan kasih sayangnya pada semua orang termasuk pada Yasmin, Kanaya lebih hangat dan bersikap ramah, meski kadang ia juga ketus pada orang orang tertentu.. namun sekarang gadis itu seperti meredup dan kehilangan senyum cerianya, ia seperti memakai topeng bahagia dihadapan keluarganya.


"Kamu bisa cerita ke kakak kalo ada masalah,jangan di pendam sendiri kesedihan kamu Ay," Kanaya tertegun kenapa Yasmin bisa tau jika kini ia sedang memendam kesedihan sedangkan ia berusaha mati matian menyembunyikannya.


Tentu saja Yasmin tau bagaimana rasanya karna ia juga pernah merasakannya memendam kesedihan sendiri membuat hatinya semakin sakit.


______________


Bentar lagi bye bye Azka-Yasmin, gak ada konflik berat ya di kisah mereka apa lagi pelakor.


Jadi ada yang mau lanjut kisah Kanaya gak..?


Penasaran gak sih siapa Bagas..?


Kalo ada yang mau cus komen di bawah!๐Ÿ‘‡


Like..


komen..


vote..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•

__ADS_1


__ADS_2