Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Extra part-Akhir


__ADS_3

"Aku menitipkan surat kepada temanmu untuk menemuiku dibelakang sekolah,namun entah mengapa yang datang adalah Aluna, Aku tidak bermaksud menyakitinya, aku mengatakan bahwa surat itu untuk mu, dan aku akan menyatakan cintaku, saat itu Aluna marah dan mengatakan bahwa dia mencintaiku dan memohon untuk diberi kesempatan, dia bahkan mengancam jika akan membuat mu celaka jika tak menerima tawarannya,Aku terpaksa mengiyakan karna takut kau terluka satu bulan aku mencoba untuk membuka hatiku,tapi tetap saja aku tak bisa, setiap aku berkata sudahi saja Aluna mengancam ingin bunuh diri"


"Saat aku datang padamu waktu itu,kamu terlanjur marah padaku dan mengatakan kalau aku sudah menyakiti Aluna, dan tak mau bertemu lagi denganku" Alyla ingat waktu itu Iqbal datang dan mengatakan kalau dirinya sebenarnya menyukai Alyla bukan Aluna, tentu saja Alyla menolaknya karna bagaimana pun Aluna adalah kakak nya dan dia tak akan membiarkan siapapun menyakiti Aluna,karna yang ia tau Iqbal adalah kekasih Aluna, terlepas dari sifat Aluna yang egois tapi Alyla menyayanginya.


"Aku tau apapun yang aku katakan tak akan merubah masa depan,setidaknya aku sudah menjelaskan aku tak berniat menyakiti kalian, aku tak bisa menjelaskan yang sebenarnya karna dulu kamu terlanjur marah dan tak mau bertemu lagi denganku, sampai hari kelulusanku tiba aku menitipkan surat untukmu" dihari kelulusan Iqbal memilih pergi dan tidak memberi kabar lagi bahkan yang membuat Aluna semakin marah Iqbal malah menitipkan surat untuk Alyla, yang jatuh ke tangan Aluna.


Aluna semakin membenci Alyla karna isi surat itu berisi tentang semua pujian Iqbal untuk Alyla. Dari sanalah awal mula Aluna menumpuk dendamnya.


"Beberapa hari lalu aku baru tau Aluna di RSJ sekarang" Ketika Iqbal bertemu Alyla dikantor Adam,Iqbal mencari tau segalanya tentang Alyla dan Aluna.


Iqbal mengunjungi Aluna ketika melihat Iqbal Aluna terus meracau "Semua ini karna kau, semua karna kau"


"Aku meminta maaf atas semuanya" Adam yang sejak tadi diam hanya melihat manik mata Iqbal yang menyiratkan penyesalan.


Adam melihat kearah Alyla yang menunduk dan berkaca kaca, "Tak ada yang perlu disalahkan disini" bukan Alyla yang berkata tapi Adam, "Yang sudah terjadi tak bisa di kembalikan, bukan berarti Aluna tidak bersalah, dia bersalah bahkan karna sudah melakukan tindak kriminal, kamu tak perlu menyalahkan dirimu karna itu semua tejadi atas keegoisan Aluna." Adam masih geram dengan kembaran istrinya itu apalagi mendengar bahwa sejak dulu Aluna sering mengancam untuk mencelakai Alyla.


"Mulai saat ini berhenti bicara masa lalu aku tak ingin istriku terus berlarut dalam kesedihan" Adam meraih tangan Alyla yang bertaut dan menggenggamnya.


Alyla melihat ke arah Adam dengan tatapan penuh cinta dan senyum tulus begitupun Adam.


Iqbal melihat sepasang suami istri tersebut dengan pandangan teriris,tak bisa dipungkiri ia masih memendam rasa pada Alyla. "Terimakasih sudah mendengar penjelasanku, Pak Adam terimakasih sudah mejaga Alyla, dan jangan sampai anda menyakitinya" Itu bisa disebut ancamana bahkan sorot mata Iqbal seolah mengatakan 'Jika kau menyakitinya aku akan merebutnya' Iqbal berdiri dari duduknya "Terimakasih, aku harap jika nanti bertemu lagi kita masih bisa menjadi teman" Iqbal melihat ke arah Alyla yang mendongak melihat kearahnya lalu tersenyum dan mengangguk.


Iqbal sudah pergi meninggalkan Adam dan Alyla, "Sepertinya ada yang harus dihukum" Alyla mengeryit bukankah sejak tadi dirinya tak bicara pada Iqbal, bahkan Adam lah yang menjawab semua ucapan Iqbal.


"Kamu sudah berani senyum sama dia" Adam memalingkan wajahnya berlagak marah.


"Mulai deh"


"Pokoknya malam ini aku mau tiga rounde" Adam menaikan 4 jarinya.


"Itu empat mas"


"Ah ya sudah karna jarinya terlajur empat, jadi empat rounde" Alyla malah tertawa terbahak bahak.


"Bilang aja itu siasat kamu biar jadi banyak"


"Memang kenapa yang penting kan kamu juga suka, hukuman dari aku nikmat sayang" Adam menaik turunkan Alisnya.


"Au ah mulai deh mesumnya" Alyla geleng gelang.


"Kamu yakin gak mau aku mesum,nanti siapa yang toel toel mas pengen dikelonin"


"Ya ampun mas" Adam malah tertawa,dan Alyla pun ikut tertawa melihat suaminya itu tertawa


"Tetap seperti ini jangan pernah bersedih,aku ingin selalu melihatmu tertawa setiap saat"


"Kalau aku tertawa setiap saat aku gila dong mas"


"Ya gak gitu juga kali" Adam memberengut ya dirinya salah bicara harusnya 'Bahagia setiap saat, bukan tertawa'


CUP

__ADS_1


Alyla mengecup pipi Adam "Terimakasih" Adam masih mematung tingkah spontan Alyla membuatnya berdebar bahagia "Terimakasih untuk semua yang mas lakukan,aku berjanji akan terus bahagia" Alyla merebahkan kepalanya di pundak Adam dan mengampit lengan Adam.


Adam membubuhkan kecupan sayang di kepala Alyla yang tertutup hijab, "Terimakasih juga untukmu,karna sudah bersabar dalam menerimaku, aku yang berjanji akan terus membuatmu bahagia"


Mereka benar benar seperti pasangan kasmaran mereka bahkan sudah lupa dengan sekitarnya,padahal mereka masih di acara resepsi pernikahan Leo dan Sania.


Adam dan Alyla tak tau apa yang akan terjadi nanti namun mereka akan terus berusaha menjaga cinta mereka dan janji mereka untuk terus bahagia.


_________


"Mari pak Adam sudah waktunya, anda bisa mendampingi istri anda di dalam"


Adam tak henti merapalkan doa dan menggenggam tangan Alyla yang tengah mengerang memperjuangkan kelahiran anak kedua mereka, hati adam bagai ditusuk ribuan jarum melihat Alyla yang tersenyum kearahnya ditengah rasa sakit yang dideranya, apakan seperti ini juga saat Alyla melahirkan Azka saat dirinya tak mendampingi bahkan tak tau adanya Azka.Air mata Adam turun tanpa bisa dicegah.


"Ayo sayang kamu bisa," Adam terus membisikan kata kata penyemangat untuk Alyla.


Tak berselang lama terdengar tangisan menggema menandakan anak kedua mereka telah lahir, Adam melihat manik mata Alyla dan berbinar, Adam membubuhkan kecupannya di dahi Alyla lama "Terimakasih sayang" kata Adam.


"Selamat pak Adam, bu Alyla bayinya perempuan" Alyla meraihnya kedalam pelukan mengecupnya dan mendekapnya.


Kanaya prameswari, nama yang Adam berikan tentu saja nama Sadewo tersemat dibelakangnya, bayi cantik yang kini baru berusia tiga bulan, Alyla merawat dengan telaten memandikan dan memakaikan pakaian,Azka memperhatikan disisi Alyla sambil menopang dagu.


"Mom cepetan bajunya dede Aya kedinginan" usia Azka sudah bertambah satu tahun dan janji Adam jika dede Kanaya sudah kuat untuk bepergian Adam berjanji untuk mengajaknya liburan.


Meski ulang tahun Azka sudah satu bulan lalu namun janji liburan baru bisa terlaksana hari ini.


Adam berjanji akan membawa mereka liburan di vila mereka di Lembang Azka mengatakan rindu Aira,tepatnya rindu menjahili Aira. terakhir mereka bertemu ketika Ane dan Aira menjenguk Alyla habis melahirkan tiga bulan lalu dan Azka tak henti menggoda Aira hingga menangis


"Hati hati jangan banyak gerak dede Aya nya nanti jatuh." Tentu saja Alyla tak melepas pandangannya dari Azka dan Kanaya. "Sudah ya Dede Aya nya haus mommy mau kasih susu dulu" Azka mengangguk.


Adam masuk kamar dan mendapati Azka yang masih tengkurap memperhatikan Kanaya yang tengah menyusu pada Alyla.


"Anak Daddy lagi apa?" Adam mengusak rambut Azka.


"Aku lagi liat dede Aya" Azka bahkan tak melihat ke arah Adam,pandangannya terus fokus ke arah Kanaya.


Adam mengecup Kanaya diembanan Alyla lalu beralih mengecup kepala Alyla, "Jadi berangkat sekarang?"


"Iya mas tunggu aku kasih Aya dulu asi"


"Oke," Adam beralih ke arah Azka "Ayo kita tunggu mommy di bawah" Adam mengulurkan tangannya dan disambut Azka.


"Dad nanti aku mau nginep dirumah tante Ane"


"Ya nanti kita minta izin sama tante Ane"


Keluarga kecil itu sudah tiba di Vila yang besar milik keluarga mereka di Lembang tempat pertama kali Adam bertemu lagi dengan Alyla.


"Tante Ane" Azka turun dari mobil dan berlari kearah Ane yang sengaja menyambut mereka di Vila."Hai Aira cengeng" Azka menarik rambut Aira yag saat ini di kepang dua,namun kali ini Aira tak menangis tapi melawan tingkah jail Azka.


Aira dan Azka sudah saling kejar.

__ADS_1


Sedangkan Alyla dan Adam sudah memasuki Vila dengan Ane yang mengambil Kanaya dari gendongan Alyla.


Disana juga Ada mang Ujang dan Bi Lastri yang menyiapkan makanan untuk menyambut tuannya.


Mereka berbincang melapas rindu, hingga malam tiba Azka benar benar ingin menginap di rumah Ane.


Adam masih mengecek Email yang masuk dari asisten barunya, karna Leo sudah mengundurkan diri, Sania adalah anak tunggal jadilah Leo yang meneruskan perusahaan Ayah Sania,sedang Sania masih mengurus WO nya meski kini di batasi Leo karna Sania tengah hamil muda.


Adam menutup laptopnya dan menghampiri Alyla yang tengah bercermin membubuhkan skincarenya, Kanaya tengah tidur pulas di ranjang khusus bayi disebelah tempat tidur mereka.


Alyla terkejut tiba tiba tubuhnya terangkat, Adam merbahkannya di atas kasur dengan hati hati.


Adam menatap manik istrinya, lalu mulai mendekat mengecup dahi Alyla, menyalurkan kata cinta tanpa kata,


Ciuman Adam merambat ke pipi hingga berlabuh di bibir Alyla yang berwarna pink alami,Alyla begitu cantik dan terlihat se xy dengan gaun tidur tipisnya tentu saja itu akan terjadi jika dirinya sedang bersama Adam seperti sekarang.


Adam membisikan doa di telinga Alyla sebelum memulai.


Adam memangutnya lembut mendesakkan lidahnya hingga saling menghisap,erangan tertahan dari mulut Alyla semakin membangkitkan gai rah Adam,tangan Adam mulai merambat dari paha ke bokong lalu pinggang hingga berlabuh di dua gunungan istrinya, sedangkan mulut Adam tak hentinya menelusuri bibir Alyla beralih ke leher lalu tengkuk, "Ah.." lolos sudah desa han Alyla yang tertahan sejak tadi.


Adam sudah memposisikan dirinya mengungkung Alyla, entah sejak kapan kini mereka tak terhalang satu benangpun.


"Ah.." Geraman tertahan keluar dari mulut Adam. "Oh.. kamu sempit sekali sayang"


Wajah Alyla sudah merah padam "Ah pelan mas" lirih Alyla ini adalah pertama kalinya mereka menyatukan diri mereka setelah Alyla melahirkan Kanaya.


setelah masa nifas Alyla yang terjadi empat puluh hari setelah melahirkan. Adam selalu mendapat rintangan untuk mendekap istrinya entah itu Azka atau Kanaya yang tiba tiba menangis.


Sejak tadi Adam sudah memperhatikan kondisi mereka mengingat Azka yang menginap di rumah Ane, dan Kanaya yang sudah terlelap,terlebih istrinya yang tengah menggoda memakai gaun tipisnya,memberikan angin segar padanya yang berpuasa lebih dari tiga bulan.


"Ah.. ah..mmmh" Alyla sudah lelah karna sudah beberapa kali mencapai puncaknya,namun Adam masih belum berhenti menghentakan dirinya,desa han dan erangan menjadikan suasana dikamar mereka makin panas seolah tak peduli Kanaya tengah terlelap beruntung Kanaya tak terusik sedikitpun.


Geraman Adam semakin keras ketika merasakan dirinya mencapai puncaknya, "Ah.." Adam terkapar diatas tubuh mungil istrinya sambil membisikan doa kembali lalu mengecup dahi istrinya lama "Aku mencintaimu sayang terimakasih"


Alyla tersenyum tulus kearah Adam "Aku juga mencintaimu mas" Alyla mengecup bibir Adam. "Terimakasih juga"


"Ah aku jadi mau lagi" bahkan adam belum mecabut tombaknya.


"Gak ah aku cape, ayo turun" Alyla mendorong dada Adam.


"Satu kali lagi ya" bujuk Adam.


"Aduh mas aku lemes"


"Satu kali lagi sayang mumpung Aya masih nyenyak" Adam tak memperdulikan Alyla dan malah melesak lagi dan terus bergerak dengan tubuh mereka yang belum terlapas Adam kembali memompa.


"Ah.. mas" dan akhirnya Alyla pasrah dengan hujaman Adam.


_______


Tamat

__ADS_1


Beneran tamat ya,terimakasih atas dukungan dari semuanya🌹🌹🌹☕☕☕ hadiahnya,Vote nya,👍👍👍 likenya dan Komennya meski yang komen gak banyak tapi aku seneng banget baca setiap komen dari kalian😘😘 terimakasih🙏sampai jumpa lagi👋


__ADS_2