
Alyla sudah berada di rumah,Alyla bahkan tidak berpamitan pada Karina dan Arya,Alyla hanya ingin cepat pulang,Alyla bahkan tidak lagi melihat Azka,entah dimana dia namun Alyla yakin keluarga Adam akan menjaga Azka dengan baik.
Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim Alyla mulai berbaring dan memejam,namun sudah setengah jam matanya tak juga tertidur,hingga suara ketukan pintu memaksanya untuk bangkit.
Alyla melirik jam 21,30 siapa malam malam begini,Alyla membuka pintu
"Mommy..Assalamualaikum"
"Loh kok? Waalaikumsalam"
"Kenapa tidak bilang kalau mau pulang dari tadi Azka cari kamu" Adam membawa Azka yang berada dalam gendongannya masuk melewati Alyla.
"Saya pikir kamu tidak memperbolehkan saya membawa Azka lagi"
Adam berlalu membawa Azka ke kamarnya,karna Azka yang sudah terlihat lelah dan mengantuk "Azka tidur nya sama Mommy yuk"
Azka mengeleng "No Azka mau sama Daddy dan Mommy.. sini Mommy"
"Azka.."
__ADS_1
"Sudahlah turuti saja,lagipula saya tidak akan macam macam" Kata Adam.
Alyla pun berbaring di sisi Azka sebelah kiri dan Adam di sebelah kanan,karna Azka yang sudah mengantuk tak lama Azka sudah tertidur.
"Saya akan pulang sekarang" Alyla pun bagun dari baringannya untuk mengantar Adam kedepan pintu.
Alyla berjalan di belakang Adam,tiba tiba Adam berhenti Alyla yang tak siap hampir menubruk punggung Adam beruntung jarak mereka cukup jauh,Alyla mengerut dahi melihat raut Adam seolah ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
"Ada apa?"
"Besok saya kembali ke Jakarta" Alyla mengangguk. "Saya harap kalian akan ikut,tapi saya sudah tau kamu pasti menolak"
"Memang"
"Azka juga anak saya kalau kamu lupa,sebelum kamu ada pun saya selalu menjaga Azka dengan baik"
"Juga jangan dekat dengan Laki laki lain"
"Oke.. saya harus menjaga nama baik kamu,saya ingat itu" sekarang Adam yang mengangguk.
__ADS_1
Suasana diantara mereka masih saja canggung karna mereka tak pernah dekat bahkan mengenal,sekalipun dulu mereka bertemu,itu pun Alyla yang menjadi Aluna,karna itu Adam seperti bertemu orang yang baru dikenal,meski hatinya meyakini dirinya mengenal Alyla sebagai sosok yang pernah dijamahnya dulu,karna sekarang pun perasaannya sama begitu ingin merengkuh Alyla dalam pelukannya,Adam mengakui bahwa belum ada rasa cinta untuk Alyla namun seperti ada magnet yang kuat yang menariknya ingin selalu bersama Alyla. entahlah,sebut saja dirinya bodoh karna tak menyadari itu sebagai cinta,Adam hanya menyangka respon dirinya terhadap Alyla karna Alyla wanita satu satunya yang pernah ia masuki.
Adam masih berdiri di hadapan Alyla, "Saya tidak akan kabur kemanapun jika itu yang kamu takutkan"
"Meski kamu kabur saya akan tetap menemukan kamu!" Alyla hanya mengedikan bahunya,sambil mengerucutkan bibirnya.
Sekuat tenaga Adam menahan diri agar tidak memeluk Alyla karna pasti dalam detik itu juga Alyla pasti akan menamparnya,
"Jaga diri baik baik,besok Mang Ujang akan menjemput kamu mulai besok kamu dan Azka akan tinggal di vila"
"Hah.. saya gak mau,kenapa harus tinggal disana,ini rumah saya dan saya nyaman disini"
"Jangan membantah,setidaknya disana ada Bi Lastri dan Mang Ujang yang akan menjaga kalian"
"Dari dulu saya sudah ada disini dan semuanya aman aman saja"
"Ck.. kamu suka sekali membantah pokoknya saya tidak mau ada penolakan,pembicaraan berhenti." Adam berbalik dan melanjutkan langkahnya,namun tepat di depan pintu Adam berbalik kembali "Satu minggu lagi saya akan datang dan membicarakan pernikahan,saya tidak akan bisa berpamitan pada Azka karna saya akan pergi subuh subuh,tapi saya akan menghubunginya nanti" Tangan Adam terangkat lalu mengusak kepala Alyla yang tertutupi kerudung instannya. "Ingat jaga diri baik baik"
Adam segera berlalu dari hadapan Alyla takut kalau lepas kendali dan membuat Alyla marah.
__ADS_1
Alyla masih mematung merasai kelakuan Adam,tiba tiba pipinya bersemu merah 'Ada apa sama orang itu tadi marah marah,terus sekarang.. Astagfirullah..' Alyla cepat cepat menggeleng mengenyahkan pikiran kotornya.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca