
"Bagaimana apa ada yang serius?" tanya Adam pada dokter, mereka kini sedang berada di rumah sakit memeriksakan keadaan Aluna, setelah dapat mengontrol rasa terkejutnya Adam membawa Aluna ke rumah sakit terdekat.
"Tidak nona ini baik baik saja" Adam menghela nafas lega. "Anda bisa membawanya pulang hanya hati hati mungkin lututnya akan sakit beberapa hari" Adam mengangguk paham.
"Aku akan mengantarmu pulang ayo" kata Adam sambil berjalan ke arah pintu, sebenarnya Adam masih terkejut melihat Aluna yang ternyata masih hidup namun Adam tak ingin mempermasalahkan masa lalu yang jelas jelas bukan urusannya lagi.
"Adam kamu tak ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi?" kata Aluna sambil menunduk, menandakan penyesalannya.
"Apapun yang terjadi di masa lalu tak ada hubungannya lagi denganku,bagiku semuanya sudah berakhir"
Aluna terisak menangis "Ya kamu benar karna semuanya memang salahku,tak seharusnya aku melakukan itu sama kamu,maka dari itu mungkin ini karma untuk ku"
Adam mengeryit dahi "Karma?"
Aluna menggeleng "Tidak bukan apa apa, terimakasih sudah mengobati ku, aku bisa pulang sendiri" Aluna bangun sambil tertatih lalu melewati Adam.
"Aku akan mengantar untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku."
"Tidak usah terimakasih"
"Nona Aluna" Seorang dokter menghampiri. "Apa yang terjadi denganmu?"
__ADS_1
"Oh.. dokter tidak apa apa hanya kecelakaan kecil"
"Apa maksudmu kecelakaan kecil, kamu harus berhati hati dengan tubuhmu ingat tubuhmu sangat lemah" cecar dokter tersebut.
"Iya dokter aku tau"
"Baiklah sebaiknya persiapkan dirimu untuk operasi kita bulan ini,dan kamu harus jaga dirimu baik baik mengerti"
"Baik dokter" Dokter itu pun berlalu tanpa melihat kearah Adam,Adam berjarak beberpa langkah saja dari Aluna hingga dia bisa mendengar pembicaraan antara Aluna dan dokter tersebut.
Adam mengantar Aluna hingga ke sebuah rumah kecil yang Aluna tunjuk selama perjalanan mereka hanya diam.
"Kamu tinggal disini?" Aluna mengangguk.
"Tidakkah kamu mau bertanya tentang adikmu" kata Adam.
Aluna mengurungkan niatnya membuka pintu "Aku tidak tau dimana dia sekarang" kata Aluna lirih.
"Dia istriku sekarang, kami sudah menikah" Adam melihat raut Aluna yang menunjukan wajah terkejut.
"Oh.. ya.. kalian pantas satu sama lain kalian sama sama orang baik" kata Aluna terbata setetes air mata menetes. "Tolong jangan katakan padanya kamu bertemu denganku,aku begitu malu padanya"
__ADS_1
"Kamu bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Adam sungguh penasaran melihat keadaan Aluna yang tak seperti dulu membuatnya merasa miris apa yang terjadi dengan Aluna? "Dan dimana Roy?"
Aluna makin terisak "Saat itu Roy merekayasa kematian kami untuk menghindarimu,kami tinggal di luar negri selama ini aku baru kembali beberapa bulan lalu,dan Roy sudah meninggal karna kecelakaan mobil, aku benar benar sudah mendapat hukuman karna menyakitimu dan Alyla, selama hidup bersama Roy, aku bagai tawanan setiap hari Roy hanya mabuk dan main perempuan,dia bahkan sering memukuliku, setelah Roy meninggal aku baru bisa kembali ke indonesia,bagitu tiba disini aku mendapat kabar yang benar benar buruk aku di vonis mengidap tumor otak, tuhan benar benar memberiku karma atas semua perbuatanku" Adam ingat dokter yang tadi menjumpai Aluna.
"Apakah dokter yang tadi?"
"Ya itu dokter yang menanganiku,kami sudah menjadwalkan operasi ku namun aku masih belum memiliki uang,karna itu aku hanya bisa pasrah semoga tuhan mengampuniku"
Kisah Aluna membuat hati Adam terasa miris malang sekali nasib Aluna, batin Adam.
"Sekali lagi terimakasih, tolong jangan beritahu Alyla, dan juga tolong jaga Alyla dengan baik" Aluna keluar dari mobil Adam, sambil terus menghapus air matanya menandakan penyesalan yang begitu besar.
Adam menghela nafasnya begitu memasuki garasi dirumahnya,Adam bahkan lupa memberi kabar pada Alyla mungkin Alyla menunggunya tadi, dan ini sudah malam.
Adam melihat kearah ponselnya beberapa panggilan tak terjawab dari Alyla,mungkin Alyla mengkhawatirkannya.
Apa yang harus Adam katakan pada Alyla,Apakah dia harus mengatakan bahwa dirinya bertemu Aluna, tapi Aluna memintanya untuk tidak memberitahu Alyla, Adam meremas rambutnya pertemuannya dengan Aluna membuatnya benar benar dilema.
Meski Adam sudah tak mempunyai perasaan pada Aluna namun hati nuraninya merasa kasihan pada kisah Aluna.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1