Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Mengejutkan


__ADS_3

Adam menopang pelipisnya sesekali memijatnya pelan, setelah pertemuannya dengan Aluna pikirannya bercabang, apa yang harus dilakukan, Adam ingin menuruti sebelah hatinya untuk tidak perduli namun sebelah hatinya lagi mengatakan bahwa Adam tak boleh menutup mata karna Aluna membutuhkan bantuan.


Seseorang mengetuk pintu sesaat kemudian setelah Adam mempersilahkan,pintu terbuka menampakan wanita cantik yang membawa sebuah kotak bekal " Ada apa denganmu sepertinya kamu punya masalah?" Sania mendudukan dirinya di sofa.


"Ada perlu apa,apa aku belum bilang kalau Alyla selalu membawakanku bekal, jadi jangan bawa kotak bekal segala aku tidak akan memakannya" Adam menunjuk ke arah kotak bekal yang di bawa Sania.


"Siapa yang bilang ini untuk mu" Sania memeluk kotak bekalnya.


"Lalu?" Adam mendudukan dirinya di sofa di hadapan Sania.


Tiba tiba dari luar Leo membuka pintu terburu buru hingga Adam mengeryit heran. "Kamu sudah datang?" Leo menghampiri Sania dan duduk di sebelahnya.


Adam memperhatikan tingkah Leo dan Sania "Sepertinya ada yang aku lewatkan?"


Sania sedang menyajikan bekalnya untuk Leo "Apa kamu belum beritahu Adam?"


"Belum sempat" kata Leo.


"Jadi ada yang mau menjelaskan?"

__ADS_1


"Sebenarnya Ayah menjodohkanku dengan Sania" Adam hampir tersedak dan segera meraih air dalam gelas lalu meneguknya.


"Mengejutkan" selama ini Sania selalu menguntitnya dan sekarang Ayah Leo alias asisten Papa Adam menjodohkan Leo dan Sania. "Dan kau mau" Adam menunjuk ke arah Sania.


"Apa maksudmu aku tak cocok dengan Leo, begitu?" Sania menatap tajam ke arah Adam, mendekati Leo tidak mudah dirinya harus meminta papanya untuk memintanya menjodohkan dengan Leo,beruntung niatnya disambut baik oleh Ali ayah Leo, jadi mulai saat itu Sania benar benar menunjukan ketertarikannya pada Leo dan di sambut oleh Leo,Leo merasa tak ada salahnya dekat dengan Sania sedikit banyak dia sudah tau tentang Sania dari pada dia harus di jodohkan dengan orang yang sama sekali belum dikenalnya.


"Tidak, sedikit aneh saja" Adam melanjutkan makannya.


Sania mengacuhkan Adam "Apa enak? aku sendiri yang memasaknya" Leo hanya mengangguk mulutnya penuh makanan, sudah beberapa kali Leo merasakan masakan Sania dan memang enak, Leo tak tau saja Sania sampai mengikuti les memasak demi menyenangkan Leo,dan tadi Leo menghubunginya ingin memakan masakan Sania,betapa senangnya Sania hingga segera datang untuk makan bersama Leo.


Sania tak mengalihkan pandangannya dari Leo,dengan senyum di wajahnya yang tak pernah hilang.


Sania dan Leo melihat ke arah Adam.


"Aku bertemu Aluna" Sania dan Leo masih terdiam lalu mereka terbahak.


"Jangan bercanda deh" setau Sania Aluna sudah meninggal itu menurut cerita yang dia dengar.


"Apa aku terlihat bercanda" Kata Adam.

__ADS_1


Leo dan Sania tak berkata kata lagi, mereka menghentikan makannya.


Adam menceritakan bagaimana awalnya dia bertemu Aluna hingga kisah miris Aluna yang dijalaninya. Leo dan Sania masih diam.


"Jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Leo setelah diam beberapa saat.


"Entahlah" Adam menghela nafasnya.


"Jangan berfikir untuk kembali pada Aluna" kata Sania.


Adam mengeryit tentu saja itu tak akan terjadi dia sudah memiliki Alyla, dan sudah jelas perasaanya pada Aluna sudah hilang.


"Aku hanya merasa simpati padanya tak lebih"


"Jangan gegabah, jangan sampai kamu membuat keadaan rumit yang akan membuatmu kehilangan Alyla," kata Leo, Sania sampai terpana dengan kata kata Leo.


Itu yang Adam takutkan, namun Adam sungguh tak bisa menutup mata tentang keadaan Aluna, seperti apapun dulu Aluna pernah menjadi bagian penting dihidupnya.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2